
Yidao yang dituduh oleh Yamla merasa terluka di hatinya. Tapi dia pura-pura menunjukkan ekspresi menyedihkan.
"Kamu benar-benar kejam. Aku sama sekali tidak memiliki niat untuk menghancurkan Dunia Langit. Kenapa harus menghancurkannya?" Yidao sedikit penasaran.
"Lalu apa yang kamu lakukan di sini? Buatlah lubang dan bersembunyi. Mungkinkah kamu sedang dicari oleh keamanan Alam Neraka?"
"Kamu benar-benar menebaknya dengan baik." Yidao tertawa setelah Yamla bisa menebaknya secara akurat.
Awalnya dia ingin diam-diam menyembunyikan masalah ini. Butuh banyak perjuangan agar dia bisa menyelinap ke Dunia Langit dan membuat lubang persembunyian. Siapa yang tahu Xiu Jimei akan datang untuk mencari tahu tentang lubang tersebut.
Jujur saja Yidao bukan ular yang baik. Tapi dia juga tidak jahat. Memang ia berniat untuk memakan Xiu Jimei sebelumnya. Kemudian semua pikiran itu berubah ketika melihatnya. Dia tahu Xiu Jimei kuat. Jika mencoba untuk bertarung pasti tidak akan bisa menang.
Kekuatan Yidao telah ditekan setengahnya selama di Dunia Langit. Jadi tidak heran jika bertarung pun hasilnya akan jauh berbeda dengan kultivator ranah bumi.
Yamla tidak ingin mengurus Yidao saat ini. Dia datang untuk membawa Xiu Jimei kembali. Jika tidak, Ming Zise pasti akan menghukumnya karena lalai.
“Putri, kita harus kembali. Tuan sangat khawatir.” Yamla mengajaknya.
“Mingming datang?”
Yamla menggelengkan kepala. “Tuan masih berada di Alam Para Dewa saat ini. Wuming mengirim surat padaku jika kamu kabur saat para murid sekte membersihkan lingkungan.”
“….”
Sepertinya tak ada yang bisa disembunyikan dari Ming Zise. Xiu Jimei hanya bisa patuh untuk pergi dengannya.
Namun tampaknya Yidao juga ingin pergi dengan mereka. Ia bisa bosan sampai mati di lubang yang dibuatnya sendiri.
Yamla jelas menolak. Yidao adalah siluman ular atau ular iblis Alam Neraka. Jika dia muncul, mungkin akan menakuti yang lain sampai pingsan.
Lagi pula, penampilan sangat mencolok. Mata ular itu akan membuat siapapun yang melihatnya curiga.
"Jangan khawatir, aku juga sama sepertimu, bisa menyamar menjadi manusia. Ini hanya wujud manusia yang sengaja tidak aku sempurnakan. Lagi pula aku tinggal di lubang, kenapa harus berpura-pura menjadi manusia?" Yidao menjelaskan pada Yamla.
"Kalau begitu tetaplah tinggal di lubang!"
"Tidak! Karena kamu di sini, aku tidak mau lagi tinggal di lubang! Jangan khawatir, aku tidak menggigit orang atau memakan orang. Aku pilih-pilih makanan."
Yamla memutar bola matanya. Tuit Tuit di bahu Xiu Jimei akhirnya berteriak.
__ADS_1
"Kamu tadi jelas ingin memakanku!"
Yidao menatap burung jingga kemerahan yang masih banyak memiliki bulu halus. "Itu karena kamu mirip anak ayam, jadi aku pikir ayam adalah makananku."
"Aku adalah phoenix! Bukan ayam!" Tuit Tuit protes.
"Baiklah, baiklah! Aku tahu sekarang. Lagi pula siapa yang mau melihatmu terlihat seperti ayam kuning."
"..." Tuit Tuit khawatir dia akan botak jika terus berdebat dengannya.
Xiu Jimei mencoba menenangkan Tuit Tuit dan menatap Yidao untuk beberapa saat. Jika pria ini tidak ikut, kemungkinan besar akan menyelinap. Jadi ia menatap Yamla untuk membuat keputusan. Lagi pula ini bukan urusannya.
Yamla tidak berdaya. Ia tahu tatapan itu. Xiu Jimei memintanya untuk mencari cara. Jadi tentu saja Yamla hanya bisa berjudi saat ini.
"Kamu ingin keluar dan berjanji tidak akan membaut kekacauan?" tanyanya pada pria itu.
Yidao mengangguk.
"Kamu juga berani bersumpah bahwa kamu bukan suruhan Ning Siyu atau Lu Zheng?"
"Aku berani bersumpah!" Yidao tidak ragu sama sekali.
Tapi tak lama setelah itu, dia bertemu Yamla, siluman ular putih Alam Para Dewa. Dia jauh cinta padanya. Sayangnya, dua alam memisahkan mereka dan sulit untuk mengejarnya.
Namun tak masalah bagi Yidao. Mengejar cinta itu tidaklah mudah. Butuh perjuangan. Ular juga butuh cinta bukan?
"Kalau begitu bersumpahlah sekarang di depan Sang Putri." Yamla tersenyum, sangat percaya diri.
Menurutnya, tak mungkin bagi Yidao untuk bersumpah. Ular Alam Neraka penuh kebohongan dan janji palsu. Ras mereka pernah tertipu satu kali di masa lalu. Yah ... walaupun sudah sangat lama sekali.
"Tentu saja. Aku bersumpah pada langit dan bumi sebagai saksi. Aku, Yidao, tidak akan melawan Dunia Langit dan seisinya dan akan patuh hidup dengan tenang sebagai siluman ular. Jika aku, Yidao, melanggar sumpah, maka aku akan menjadi patung batu selamanya."
Setelah mengucapkan sumpah, terdengar langit bergemuruh. Yamla terkejut hingga tak bisa berkata-kata. Adapun Xiu Jimei, ia sepertinya sangat penasaran dengan identitas Yidao di Alam Neraka.
"Bagaimana? Apakah sumpahku berhasil?" tanyanya memastikan.
"..." Yamla yang tertegun akhirnya mengalah.
Xiu Jimei mengangguk. "Jangan khawatir, sumpahmu berhasil."
__ADS_1
"Bagus kalau begitu. Ayo keluar, aku sudah tidak sabar melihat dunia luar."
Ketiganya pergi meninggalkan lubang ular. Anak buah Yidao tetap di tempatnya agar tidak menakuti banyak orang. Lagi pula aman tinggal di sini.
Sebelum pergi, Yidao menutupi lubang dengan berbagai dahan besar dan kayu sehingga tak akan mudah ditemukan.
Operasi ini mirip seperti menyembunyikan makanan.
"Omong-omong, sudah berapa lama kamu di sini?" tanya Xiu Jimei.
"Cukup lama. Aku tidak berani keluar karena khawatir dikenali. Yah, sebelum melarikan diri dari Alam Neraka, aku juga mendengar sedikit rumor di sana. Apakah kamu mau mendengarnya?"
"Rumor apa?"
"Raja dan ratu sedang menyiapkan pasukan untuk menyerang Dunia Langit dan Alam Para Dewa. Tapi tidak tahu kapan waktunya tiba. Dari persiapan mereka, harusnya dalam beberapa tahun kemudian," jelasnya tidak ragu untuk membocorkan apa yang diketahuinya.
Yamla menatapnya dengan curiga. "Kamu membeberkan masalah alammu sendiri. Apakah kamu tidak khawatir mereka mengecapmu sebagai pengkhianat?"
"Aku sudah berkhianat dan menjadi buronan mereka. Apa lagi yang harus kulakukan di masa depan? Aku mengatakan ini untuk meringankan hukuman jika pemimpin dunia kalian ingin menangkap ku." Yidao menghela napas.
"Apakah kamu pernah melakukan kejahatan di dunia lain sebelumnya?"
"Tidak."
"Jadi tak ada gunanya menangkapmu. Paling-paling itu hanya interogasi rutin." Yamla memutar bola matanya.
Xiu Jimei tidak seketus Yamla dan bicara dengan Yidao dengan nada yang ramah.
"Kalau begitu, kamu harusnya tahu struktur Alam Neraka bukan?"
Yidao mengangguk. "Tentu saja, aku sering berpatroli di sana dan tahu hampir semua jalan rahasia sekalipun. Aku bahkan tahu siluman atau iblis Alam Neraka mana saja yang selingkuh dari pasangannya."
"..." Kamu benar-benar suka mendengar masalah orang lain, batin Tuit Tuit yang bertengger di baju Xiu Jimei.
Xiu Jimei tidak pergi untuk membantu murid sekte lain membersihkan lingkungan. Dia kembali ke rumahnya bersama Yidao dan Yamla. Tapi siapa tahu, Xiu Jikai juga ada di rumah.
Melihat saudari kembarnya datang, Xiu Jikai tidak heran sama sekali. Pandangan tertuju pada Yidao. Dia menyipitkan mata, sangat curiga.
"Tubuhnya bau ular yang tidak mandi selama puluhan tahun. Dari mana kamu memungutnya?" ejek laki-laki itu dengan sudut mulut berkedut.
__ADS_1