
Ming Zise juga menyadari masalah ini sejak awal tapi dia tak bisa menemukan alasan yang tepat. Jika benar sulur-sulur roh pembunuh ini masih ada hubungannya dengan Alam Neraka, maka hanya Ning Siyu yang mampu melakukannya.
Setelah antek-antek ras hantu itu ditangkap dan dijadikan hiasan bola kaca oleh Xiu Jimei, Ning Siyu mungkin kehilangan orang-orang suruhannya lagi. Dia pasti mengutus yang lain.
"Jika benar, maka tidak perlu mencari tahu lebih baik, cukup bunuh saja." Ming Zise tidak berbelas kasihan saja sekali.
Xiu Jikai mencibir. "Heh! Mantan dewa ternyata juga tidak suci."
"Tubuhku sudah tidak suci oleh adikmu."
Lagi pula, setalah dia ditakdirkan memiliki bintang phoenix, maka hidupnya tidak sendiri. Dia harus melindungi orang-orangnya sendiri, apapun yang terjadi. Jika Xiu Jimei meninggal, maka harus bintang phoenix nya akan hilang dan diatur ulang.
Tapi Ming Zise tidak ingin sesuatu terjadi pada Xiu Jimei. Hanya gadis itu, tidak ada yang lain. Bahkan jika Dewa Kematian mencabut nyawa Xiu Jimei, dia tidak akan menikahi yang lain.
Kelompok Xiu Jimei bertarung cukup sengit. Sulur-sulur roh pembunuh itu sangat gesit hingga mampu membuat beberapa luka di tubuh mereka. Kecuali di tubuh Xiu Jimei.
Gadis itu menggunakan pedang naga esnya untuk memotong sulur, membekukan hingga membuat sulur roh pembunuh kehilangan vitalitas. Di saat semua orang bertarung dengan serius, Xiu Jimei malah menyelinap pergi.
"Kakak sepupu, ke mana kamu akan pergi?" Yan Yujie menyadari kepergiannya dan bertanya sebelum terlambat.
"Aku akan mencari si pengendali, kalian tetap di sini."
"Putri, ini terlalu berbahaya!" Yamla tidak setuju. "Biarkan aku ikut denganmu," pintanya.
Xiu Jimei ingin menolak namun Ming Zise setuju untuk membiarkan Yamla pergi. Dia ingin pergi sebenarnya tapi khawatir dengan para manusia ini. Hanya mengandalkan Xiu Jikai dan Wuming saja tidak akan cukup. Ming Zise percaya jika Xiu Jimei terukur.
"Baiklah kalau begitu." Xiu Jimei hanya bisa setuju.
Yamla dengan senang hati langsung terbang ke arah Xiu Jimei. Ular hijau kecil melompat dari tubuh Wuming, tubuhnya seperti tongkat lurus saat melompat. Ini memang keahlian ular yang bisa melompat dari pohon ke pohon terdekatnya.
Keduanya pun segera meninggalkan mereka dan pergi menuju kegelapan.
"Apakah sepupu akan baik-baik saja?" Fu Yiyuan masih khawatir.
__ADS_1
"Jangan khawatir, adikku akan baik-baik saja." Xiu Jikai tahu kekuatan adiknya. Tidak akan mati begitu saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di lokasi hutan terdalam saat ini, Lu Mian, Shasha dan Shishi masih sibuk mengendalikan sulur. Dalam kegelapan, mereka bisa melihat satu sama lain serta mengamari sekitar.
Shasha tiba-tiba saja mengerutkan kening. "Sepertinya ada seseorang mendekat," katanya.
"Seseorang? Tidak mungkin? Hutan ini sangat jauh dari lokasi mereka. Tidak mungkin bisa datang dengan cepat bukan? Kecil jika pihak lain memiliki kemampuan teleportasi." Shishi kurang setuju.
Lu Mian melihat mereka berdebat, mau tidak mau kepalanya mulai sakit. "Jangan bertengkar. Ini tidak peduli, siapapun yang datang, bunuh saja!"
Si kembar itu akhirnya mengangguk. Meskipun ketiganya berteman, Lu Mian adalah pemimpinnya. Wanita itu juga lebih kuat daripada keduanya.
Tapi tiba-tiba saja mereka mendengar suara asing yang cukup mengejutkan.
"Oh, benarkah? Kalian ternyata bisa tahu kehadiranku tapi tidak menemukanku, bukankah ini lelucon?" Suara Xiu Jimei yang tenang membuat ketiganya mencari sumber suara.
Terdengar suara gemerisik di kegelapan. Lu Mian, Shasha dan Shishi fokus ke arah suara itu. Tapi tak lama kemudian, suara itu hilang. Tidak apa siapapun yang muncul. Namun mereka yakin jika ada orang di kegelapan.
"Keluarlah dan jangan jadi pengecut!" Lu Mian menahan dirinya untuk tidak menghancurkan sekitar.
Xiu Jimei tertawa. Tawa itu berasal dari arah belakang mereka. "Aku di sini."
Ketiganya langsung menoleh tanpa berpikir. Lalu tercengang. Yang pertama kali mereka lihat bukankah orang, melainkan seekor ular hijau raksasa bermata kuning keemasan. Ketiganya sontak mundur beberapa langkah.
Ternyata di atas kepala ular itu terdapat seorang gadis yang sangat cantik. Bahkan lebih cantik daripada Ning Siyu yang menjadi kebanggaan di Alam Neraka.
"Siapa kamu?" Shasha segera menarik pedang dari sarungnya.
Lu Mian tenggelam dalam pikiran. Wajahnya menjadi gelap. Wanita yang lebih cantik daripada ratu mereka, mungkinkah dia ....
"Apakah kamu Xiu Jimei?" tebaknya.
__ADS_1
Xiu Jimei menatap Lu Mian dengan malas. "Tentu saja. Siapa lagi yang mampu datang pada kalian selain aku? Oh, kalian adalah kultivator Alam Neraka kepala kucing?"
Ternyata ini membenarkan dugaan Xiu Jikai jika pengendali Sulur roh pembunuh merupakan kultivator dari Alam Neraka. Dan tujuannya masih jelas untuk membunuhnya. Xiu Jimei menggelengkan kepala. Ning Siyu ini benar-benar cari kematian setiap bukan?
Lu Mian menggertakkan giginya. "Ternyata kamu adalah Xiu Jimei. Datang sendiri ke sini dengan seekor ular, apakah kamu ingin mari lebih awal?"
"Oh, justru aku datang ke sini untuk membereskan kalian lebih awal." Xiu Jimei terkekeh.
Si kembar di samping Lu Mian mencibir. Shasha bahkan tertawa cukup keras dan meremehkannya.
"Kamu ingin membunuh kami? Apakah kamu memiliki kemampuan ini? Bahkan jika kami berasal dari Alam Neraka, kultivasi kami sejajar dengan orang-orang Alam Para Dewa."
Xiu Jimei akhirnya mengerti kenapa mereka memiliki aura Alam Para Dewa di tubuhnya. Ternyata dulunya berasal dari Alam Para Dewa. Lalu mengikuti Ning Siyu. Sungguh ironis. Mengikuti Ning Siyu pasti ditakdirkan untuk bernasib sial di tangannya.
Yamla yang berwujud ular hijau mau tidak mau menjulurkan lidahnya beberapa kali. "Putri, kenapa berlama-lama dengan ketiga orang ini. Biarkan aku menelannya untuk menjadi camilan malam."
"Tunggu dulu, aku hanya malas sebelumnya. Biarkan mereka bergerak duluan dan aku membalas." Xiu Jimei masih tenang saat duduk di kepala Yamla.
Ular hijau itu memutar bola matanya. Xiu Jimei benar-benar malas untuk bergerak. Tapi meski begitu, gadis itu merupakan yang paling kuat setelah tuannya di sini.
"..." Lu Mian dan si kembar ingin memuntahkan amarah di perut tapi tidak jadi. Gadis itu sangat sombong.
Lu Mian bahkan lebih bertekad untuk membunuhnya tanpa bekas kasihan sama sekali. "Kamu mencari kematian sendiri!"
Xiu Jimei mencibir. Yang mencari kematian itu mereka. Ning Siyu sengaja mengirim mereka untuk mati agar tidak meninggalkan jejaknya di Alam Para Dewa. Kali ini, Xiu Jimei punya rencana. Alih-alih membunuh mereka, lebih baik untuk menjadikannya tahanan?
Sepertinya ini lebih baik ... Xiu Jimei kembali memiliki pikiran jahat di kepalanya.
"Terima ini!" Lu Mian menggertakkan kedua tangannya dan mengendalikan sulur roh pembunuh.
Puluhan sulur roh pembunuh yang memiliki duri mematikan itu langsung bergerak cepat ke arah Xiu Jimei dan ular hijau. Yamla tidak panik sama sekali. Dia hanya pura-pura takut di depan kelompok Xiu Jimei sebelumnya, tapi tidak di depan Xiu Jimei sendiri.
"Putri, jangan khawatirkan aku. Sibuklah sendiri," kata Yamla.
__ADS_1