Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Kaisar Bunga Menunjukkan Kemampuannya (3)


__ADS_3

Roh Bunga tidak lagi bermain lembut seperti sebelumnya. Dia benar-benar menyerang Mi Sai tanpa ragu.


Di saat Mi Sai hampir diremukkan oleh sulur-sulur milik Roh Bunga, sekelompok pria berjubah hitam muncul dan memotong semua sulur. Para pria berjubah hitam misterius itu jelas menolong Mi Sai.


Lalu salah satu dari pria berjubah hitam itu tiba tiba saja muncul di depan Roh Bunga. Sosok itu menggunakan energi spiritual dewa untuk memukul dada Roh Bunga dengan telapak tangan.


Roh Bunga tidak memiliki waktu untuk membuat pertahanan diri dan terpental ke belakang. Tubuhnya seketika menabrak salah satu pohon yang telah berusia ratusan tahun hingga hancur.


Roh Bunga tidak menunjukkan ekspresi kesakitan sama sekali. Dia bangun dengan santai dan menyeka darah di sudut bibirnya. Tatapannya pada sekelompok pria berjubah hitam tidak serius sama sekali.


Para pria berjubah hitam itu memiliki tudung yang besar sehingga menutupi sebagian wajah mereka.


"Siapa kalian?" Poppy akhirnya memiliki kesempatan untuk maju.


Para pria berjubah hitam itu tidak menjawab. Tapi Roh Bunga sepertinya mulai menebak identitas mereka. Hanya saja dia sedang dalam keadaan marah saat ini, sehingga tidak takut atau bertele-tele untuk bertanya.


Roh Bunga kembali menyerang mereka semua. Dia mengeluarkan lebih banyak sulur. Belum lagi, pohon persik raksasa di belakang mereka kini bergetar.


Mi Sai senang melihat bantuan tiba. "Apakah tuan yang menyuruh kalian datang?" tanyanya.


"Huh! Ratu menginginkan energi spiritual milik dua kaisar bunga itu. Kamu datang untuk misi," jawab salah satu pria berjubah hitam yang ada di samping Mi Sai. "Ingat tugasmu, hanya mengacaukan Dunia Langit."


"Aku tahu." Mi Sai tentunya tidak lupa tujuannya. Karena bawahan Ning Siyu datang, dia tak perlu repot-repot lagi berurusan dengan mereka.


Pohon persik yang bergetar di belakang mereka seketika menumbuhkan banyak akar yang mencuat ke permukaan. Akar-akar raksasa itu mulai menembus banyak pepohonan dan tanah bebatuan yang ada di sekitar.


Para pria berjubah hitam segera menyingkir saat beberapa akar pohon persik hampir menusuk tubuh mereka.


"Energi spiritual nya lumayan. Kumpulkan sesegera mungkin. Jika bisa, kuras sampai habis!" Salah satu dari mereka memerintah.


Poppy mendengar apa yang mereka katakan, mau tidak mau marah. "Hua Mei, mereka berniat untuk mencuri dantian kita!"


"Mencuri?" Roh Bunga menyeringai. Sepertinya dia mengingat sesuatu. "Jika mampu, biarkan mereka mencoba."

__ADS_1


"..." Sungguh, apakah aku yang bodoh atau kamu terlalu pintar? Poppy sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud Roh Bunga saat ini.


Benar saja, para pria berjubah hitam itu mengeluarkan sebuah artefak dan mulai mencoba mengisap energi spiritual milik Roh Bunga. Dengan senang hati, Roh Bunga memberikannya.


Poppy membelalakkan mata. "Apakah kamu gila?!" teriaknya marah.


Roh Bunga tidak menjawab. Dia semakin mengeluarkan energi spiritualnya sendiri.


Ketika para pria berjubah hitam melihat artefak khusus berupa bola pengumpulan energi mulai terisi dengan energi spiritual kaisar bunga penyembuh, ada perasaan lega. Tapi entah kenapa mereka bingung saat ini.


Kenapa Roh Bunga begitu santai memberikan energi spiritual kepada mereka?


Melihat Roh Bunga menyeringai, mereka waspada. Mau tidak mau menghentikan apa yang dilakukan. Tapi semuanya terlambat.


Bola kristal transparan yang pengumpul energi spiritual tiba-tiba saja mengalami reaksi yang cukup mengejutkan. Permukaan bola kristal transparan mulai retak. Suara retakan terdengar sayup-sayup oleh mereka.


"Apa yang terjadi?" gumam salah satu dari mereka.


Tiba-tiba saja bola kristal transparan pecah hingga mengeluarkan suara ledakan yang cukup keras. Pria berjubah hitam yang memegang bola kristal transparan sampai melukai tangannya.


"Kami tidak tahu."


Roh Bunga melihat mereka terlihat kebingungan pun langsung terkekeh. "Sepertinya aku lupa memberi tahu kalian jika engkau spiritual di tubuhku mengandung aura esensi delapan dewa-dewi yang membenci energi spiritual kegelapan," ungkapnya.


"..." Mereka sama sekali tidak tahu itu.


Tidak heran bola kristal transparan langsung pecah. Sepertinya tidak kuat menahan energi spiritual yang mengandung esensi delapan dewa-dewi.


Setelah bola kristal transparan pecah, Roh Bunga menyerang mereka lagi.


Poppy yang menyaksikan dari awal hingga akhir mau tidak mau ingin menangis di bawah pohon. Ternyata alasanya sangat sederhana dan masuk akal. Lalu kenapa dia tidak mengingatnya sama sekali?


Sepertinya selama ini Poppy terlalu cuek pada Fu Chan Yin atau Xiu Jimei bukan?

__ADS_1


Pertarungan antara Roh Bunga dengan sekelompok pria berjubah hitam berlangsung sengit. Ledakan demi ledakan terjadi.


Yang paling menonjol saat ini tentu saja Roh Bunga, kini sedang berada dalam mode marah. Dia membunuh satu persatu dari mereka tanpa ampun hingga Mi Sai yang telah kelelahan ingin pergi untuk memulihkan diri terlebih dahulu.


Tapi Roh Bunga tidak membiarkannya pergi. Dia ingin membunuh Mi Sai saat ini. Hantu kecil itu berani menghancurkan bunga-bunga persik yang telah dirawatnya.


"Hantu Kecil, kekuatan instan sama sekali tidak membuatmu kuat. Semuanya hanyalah cangkang kosong." Roh Bunga menyeringai dan segera melilit tubuh Mi Sai dengan sulur hijau berbunga merahnya.


Mi Sai yang awalnya diselimuti oleh energi spiritual kegelapan kini perlahan meredup. Dia muntah darah dan wajahnya sangat pucat.


Karena sejak awal dia memaksakan kekuatannya hingga ke puncak, efek ke tubuhnya sangat parah. Kemungkinan besar dia tak bisa berkultivasi di masa depan. Atau mungkin menjadi kultivator hantu yang dinonaktifkan.


Lilitan sulur yang dikendalikan Roh Bunga semakin mengencang. Mi Sai mencoba menahan dirinya agar tidak diremukkan. Kali ini Poppy tidak banyak bicara agar Roh Bunga tidak mengarahkan semua kemarahan padanya.


Tapi sebelum Mi Sai dihancurkan, embusan angin yang cukup kencang muncul dan melepaskan Mi Sai.


Mi Sai awalnya merasa diselamatkan kembali. Tapi dia salah. Karena pihak lain jelas bukan sosok yang diharapkan datang. Bahkan dia tidak ingin orang itu datang.


Sebelum Mi Sai bisa mengatakan semua, kepalanya mendadak pusing. Tubuhnya menyusut hingga setidaknya dua inci. Kemudian dia merasa jatuh ke alas yang lembut.


"...?!" Mi Sai bingung saat ini.


Apa yang terjadi? Di mana dia sekarang?


Roh Bunga sendiri kesal lagi saat mangsanya direbut pihak lain. Tapi saat melihat siapa yang datang, dia terkejut lalu tertegun dan kemudian menunjukkan ekspresi polos.


"Anak Majikan!" Roh Bunga yang terlihat galak sebelumnya tiba-tiba kembali ke sosoknya yang ramah dan murah senyum.


Jubah brokat merah cerah serta warna rambutnya kembali menjadi merah muda. Termasuk iris matanya. Suaranya yang manja dan terdengar manis benar-benar seperti Roh Bunga yang dikenal sebelumnya.


"Tuan, akhirnya kamu datang! Pinky benar-benar terluka oleh hantu kecil itu." Roh Bunga mulai mengadu padanya.


"..." Poppy yang mendengar dan melihat apa yang baru saja terjadi, ingin tersandung sesuatu.

__ADS_1


Si*lan! Apakah Hua Mei ini kerasukan hantu tanaman?! Teriaknya dalam hati.


__ADS_2