
Wang Zheming tahu tentang Ming Zise. Pria itu memang pernah datang ke keluarga Fu dan bicara dengan kakek besar dari pihak keluarga ibunya Fu Chan Yin. Tapi sudah cukup lama. Belum lagi Xiu Jichen juga pernah bercerita tentang tunangan Xiu Jimei sebelumnya. Saat melihat Ming Zise bersama gadis itu sekarang, dia tidak terkejut sama sekali.
“Keluarga Fu benar-benar penuh berkah,” kata Kaisar Alam Baka.
Kaisar Alam Baka meminta pelayan menyiapkan cangkir teh tambahan untuk Wang Zheming. Mereka masih menyaksikan apa yang terjadi dengan semua peserta di Hutan Alam Baka saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Xiu Jimei telah menggali beberapa tanaman herbal yang cukup langka dan memasukkannya ke ruang spiritual bawaan. Mereka juga menemukan banyak tanaman pemakan daging. Bunga-bunga yang besar terdapat hampir di setiap sisi hutan terdalam. Meski tampak tidak berbahaya, tapi semua tanaman berbunga besar itu bisa mencaplok orang tanpa meludahkan tulang.
Mereka berhati-hati agar tidak menyentuhnya secara sembarang.
"Harta apa yang ada di hutan bagian dalam ini? Xiaomei, saat malam tadi bertarung dengan orang-orang itu, apakah menemukan sesuatu?" tanya Yan Yujie.
Tanpa diduga, Wang Xuyue menggampar kepala laki-laki itu hingga hampir terhuyung sedikit. "Semalam begitu menegangkan karena sulur roh pembunuh. Kamu masih memikirkan harta?!" Ia memelototinya.
Yan Yujie meringis kesakitan seraya mengusap kepalanya. "Maaf, maaf. Tapi siapa tahu saja Xiaomei menemukan sesuatu. Bukankah Xiaomei memiliki indera penciuman seperti anjing, sangat sensitif."
Lagi-lagi Wang Xuyue memukulnya tapi kali ini bukan di kepala melainkan lengan. "Kamu bahkan mengatakan Xiaomei memiliki hidung anjing! Sepertinya kamu benar-benar meminta pemukulan pribadi!"
"..." Yan Yujie tidak tahu apa yang salah dengan perkataannya. Wang Xuyue sangat sensitif hari ini.
Khawatir kata-kata nya akan memicu kemarahan Wang Xuyue lebih dalam, Yan Yujie memilih untuk tidak mengatakan apa-apa. Lupakan saja, apapun yang dikatakannya pasti salah di telinga Wang Xuyue.
Yang lainnya tidak memedulikan pertengkaran konyol keduanya. Xiu Jimei bahkan tidak menyadari jika keduanya tengah bertengkar karena dirinya. Ia sedang sibuk memetik beberapa buah herbal liar. Meski tidak berarti apa-apa di matanya, tapi mungkin berharga di mata Kaisar Negeri Alam Baka.
Hingga akhirnya, mereka tiba di hutan bagian dalam yang gelap. Di sekitar mereka terdapat pepohonan besar menjulang tinggi. Kemungkinan sudah berusia ratusan tahun atau mungkin lebih. Pepohonan berdaun rimbun itu menghalangi sinar matahari sehingga hutan tampak lembap dan mencekam.
"Lihat, ada banyak sulur hijau dan bunga-bunga yang lumayan besar. Tampaknya bunga-bunga itu belum mekar," ujar Fu Yanchi seraya menyentuh sulur hijau yang melilit pohon besar.
__ADS_1
"Sepertinya ada tanaman herbal atau mungkin binatang roh langka yang bisa diburu. Tapi tetap harus hati-hati," kata Xiu Jikai. Ia dan Xiu Jinei memiliki kepekaan yang sama. Dia tahu sulur hijau yang dimaksud Fu Yanchi bukan tanaman rambat biasa.
Semua sulur hijau memiliki dedaunan kecil dan bunga-bunga keunguan masih menguncup. Tampaknya tidak berbahaya. Tapi Xiu Jimei bisa melihat jika bunga-bunga keunguan yang menguncup itu bergerak sedikit. Mau tidak mau ia menaikkan sebelah alisnya.
Sepertinya sulur berbunga keunguan itu merupakan jenis sulur roh yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Tiba-tiba saja puluhan sulur hitam berbunga keunguan muncul dari berbagai sisi. Semua sulur tersebut bergegas ke arah kelompok Xiu Jimei.
"Hati-hati!" Xuan Xing seketika membuat perisai es dan menghalau semua sulur berbunga keunguan yang menyerang mereka.
Ekspresi semua orang langsung berubah. Mereka juga waspada dan saling membelakangi untuk berjaga-jaga. Semua sulur hijau berbunga keunguan yang melilit batang pohon tiba-tiba saja menjadi hidup.
Sulur-sulur itu sepertinya sudah menunggu mereka dengan sabar, berpura-pura mati untuk mendapatkan mangsa. Siapa yang menduga jika bunga-bunga keunguan yang menguncup langsung mekar.
Bunga-bunga keunguan yang mekar terlihat seperti mulut bergigi. Jika tubuh manusia digigip oleh bunga keunguan, mungkin akan kehilangan sepotong daging.
Jia Lishan siap dengan pedangnya. Ia memotong beberapa sulur berbunga keunguan yang hendak melilit tubuhnya.
Sedangkan Wang Xuyue menggunakan array untuk membuat perisai bagi semua orang. Ketika sulur berbunga keunguan menyerang array pelindung yang dibuatnya, Wang Xuyue terkejut.
"Teman-teman, sulur itu bisa menyerap energi spiritual," katanya.
"Apakah ini cabang sulur roh pembunuh?" tebak Fu Yiyuan seraya mengerutkan kening. Ia menggunakan pedang yang sebelumnya diberikan oleh Xiu Jimei.
"Ada kemungkinan besar seperti itu. Jika sulur-sulur ini masih berasal dari akar induk yang sama, maka pasti ada sarangnya," jawab Xiu Jikai sudah menganalisis apa yang terjadi.
"Kalau begitu kita bisa menemukan sarangnya." Xiu Jimei mengangguk.
Di kegelapan, Wuming hanya memperhatikan. Dia hanya menunggu perintah Ming Zise. Ada sulur berbunga keunguan yang mengetahui keberadaannya dan hendak menyerang. Tapi Wuming langsung memukul sulur itu secara sembarang.
__ADS_1
"Kamu bahkan lawanku! Jangan macam-macam!" Wuming bergumam.
Sulur berbunga keunguan sepertinya tahu kultivasi pihak lawan dan mau tak mau mundur. Dia tak mau lagi memperhatikannya. Kini, sulur berbunga keunguan hanya fokus pada kelompok Xiu Jimei.
Ming Zise tidak membantu lebih banyak. Paling-paling dia hanya menyingkirkan beberapa sulur yang hendak menyerang kelompok Xiu Jimei secara diam-diam.
Mereka semua memotong semua sulur berbunga keunguan secara bertahap secara mencari akar induk. Tampaknya semakin mereka bergerak maju, sulur berbunga keunguan terlihat terprovokasi.
Beberapa sulur roh yang dipotong menumbuhkan cabang baru. Walaupun tidak menjadi lebih banyak, namun lama-kelamaan kelompok Xiu Jimei kelelahan.
Fu Yiyuan, Fu Yanchi, Jia Lishan serta Yan Yujie menggunakan pedang untuk memotong sulur. Adapun Wang Xuyue, sebagai array master, ia hanya menggunakan array untuk menghalau beberapa sulur yang merepotkan.
Kin Wenqian sendiri menembak sulur berbunga keunguan dengan anak panah spiritual.
Tanpa sadar, mereka semua melindungi Xiu Jimei dan Xiu Jikai.
"Xiaomei, kamu cari akar induk sulur-sulur ini. Kami akan mengurus sisanya." Wang Xuyue berkata mewakili semuanya.
Xiu Jimei menggelengkan kepala. "Tidak perlu, kita sudah menemukannya."
Ia melihat ada sebuah gundukan rumput ilalang tak jauh di depan mereka. Semua sulur roh sepertinya terhubung ke sana. Xiu Jimei langsung mengeluarkan pedang naga es nya dan memotong rumput ilalang. Karena pedang naga es mengandung elemen es yang sangat tinggi, semua sulur di sana langsung membeku.
Xiu Jikai serta yang lainnya tidak bersikeras lagi untuk memotong sulur-sulur. Mereka melihat pemandangan yang luar biasa di balik rumput ilalang yang dipotong Xiu Jimei.
"Apakah ini ... Apakah ini sarang sulur roh hijau hutan bagian dalam?" Fu Yanchi hampir berteriak seraya menunjuk ke depan dengan tangan yang agak gemetar.
Burung mata-mata yang mengikuti mereka melihat sumber utama sulur roh pembunuh yang merajalela di malam sebelumnya. Dia berkicau lembut di samping Wuming.
"..." Wuming melihat burung kolibri biru, mau tidak mau pura-pura tidak melihatnya.
__ADS_1