Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Bencana Di Tengah Lautan Hantu


__ADS_3

Di Dunia Hantu juga ada tornado. Tornado kadang muncul di tengah lautan dan menyapu semua yang ada di sekitarnya. Hari yang cerah ini tiba-tiba saja muncul tornado, sungguh mengherankan.


Para murid yang ada di perahu masing-masing mulai panik sekarang. Jika tornado datang, maka mereka harus segera meninggalkan lautan. Masalahnya, mereka tidak bisa pergi ke mana pun sekarang karena angin berhembus dari segala sisi.


"Apa itu?!" Seorang kultivator tiba-tiba saja melihat bayangan putih seperti asap bermunculan satu persatu di udara dan membentuk sebuah pusaran berputar.


Awan gelap di langit juga terbawa turun dan akhirnya ikut bercampur dengan pusaran asap putih misterius.


"Coba perhatikan, sepertinya ada sesuatu seperti makhluk hidup di sana."


"Benar, benar! Itu mirip mata!"


"Tidak, itu ada rambutnya!"


"Mereka memakai jubah putih!"


Semua jenis komentar disebutkan dan para murid kultivator sangat penasaran dengan apa yang terjadi.


Namun saat ini bukan waktunya itu menikmati tornado yang sedang terbentuk. Mereka harus menyelamatkan diri.


"Ahh! Ternyata itu hantu-hantu yang membentuk pusaran! Ini mengerikan! Kenapa Dunia Hantu ini begitu menakutkan. Ada begitu banyak hantu!" Lei Mo yang berteriak dan memeluk lengan Huang Fu Shi pun sedikit menggigil. Bisakah dia pulang lebih awal dan mengomel pada ayahnya tentang ujian kali ini?


Kelompok Xiu Jimei juga melihatnya dengan jelas. Ada banyak pusaran tornado terbentuk di atas permukaan air laut. Ternyata dibalik pusaran tornado itu juga dibentuk oleh para sisa jiwa penasaran yang dilemparkan ke lautan lepas karena alasan tertentu.


Secara alami roh mereka tidak sempurna saat kultivasinya dihilangkan.


Di saat pusaran tornado semakin merajalela, para murid keluar dari perahu dan melarikan diri dengan menggunakan energi spiritual. Huang Fu Shi segera menarik Lei Mo serta rekan akunnya ke arah yang cukup aman.


Namun karena embusan angin terlalu kuat, mereka waspada.

__ADS_1


Air laut hantu langsung bergelombang lebih besar lagi hingga membentuk dinding air.


"Kali ini bukan lelucon lagi. Lari!!" Salah satu kultivator ras hantu memperingati mereka dan segera mencari pantai terdekat.


Yang lainya mengikuti.


Mei Rong, Mi Sai dan Fan Li tidak terlalu terburu-buru. Namun entah apa yang terjadi, dinding air laut terbentuk di depan mereka begitu saja hingga seekor hiu raksasa hantu muncul.


Mi Sai akhirnya ketakutan. "Ini raja hiu roh hantu!"


Mei Rong dan Fan Li segera berwajah pucat. Mereka menghindari binatang roh hantu tersebut. Namun raja hiu roh hantu sepertinya memiliki dendam pada ketiga kultivator hantu tersebut hingga saat membuka mulutnya lebar-lebar, deretan gigi tajam menyambut mereka.


Kelompok Mei Rong ingin membantu tapi tidak berani karena hiu itu telah menelan ketiganya tanpa jejak lalu kembali ke dalam lautan yang tenang.


"..." Kelompok Xiu Jimei akhirnya tahu siapa yang membuat Yan Yujie celaka. Benar saja, itu ulah mereka.


Ming Zise berubah serius kali ini. Kemunculan tornado tidak alami. Ada pihak lain yang bermain tangan tapi bukan kelompok kultivator yang ditelan raja hiu roh hantu.


Xiu Jimei serta yang lainnya bingung.


"Tapi kakak dan Yujie ..." Xiu Jimei masih enggan.


"Keduanya akan baik-baik saja. Percaya pada guru." Ming Zise tidak berkata banyak.


Dia langsung membentuk sebuah tombak putih di udara tanpa diketahui oleh orang lain lalu melesat ke langit Dunia Hantu dengan kecepatan luar biasa.


Seketika, ada raungan yang cukup mengerikan ati balik awan gelap di atas lautan. Tornado yang tercipta dari ribuan sisa jiwa gelap pun mulai panik dan bubar tanpa alasan.


Para murid ujian segera melarikan diri ke sebuah pulau tak tak terlalu jauh. Sedangkan Xiu Jimei sibuk menangkap sisa-sisa jiwa hantu itu ke dalam sebuah botol transparan. Lalu tutup dengan baik. Dia segera menyusul yang lain untuk menyelamatkan diri.

__ADS_1


Setiap kali Xiu Jimei melewati tornado tersebut, banyak sisa jiwa hantu yang ketakutan dan tanpa sadar ingin menjauh. Energi spiritual di tubuh Xiu Jimei membuat hingga membuat mereka ketakutan.


Terdengar raungan lagi dari langit. Akhirnya kultivator ras hantu tak bisa menahan diri untuk mengumpat.


"Sial! Naga hantu penguasa lautan sepertinya marah!"


"Cepat, cepat ke pantai!" Yang lain memperingati.


Ketika mereka berlari di atas lautan menuju pantai, seekor naga hitam bersisik kemerahan muncul dari balika wan gelap, melewati tornado dan menuju ke arah para murid berada.


Tubuh panjangnya yang besar membuat embusan angin semakin menjadi-jadi. Banyak para murid yang tak bisa menahan diri dari gelombang air laut dan embusan angin kencang. Sebagian dari mereka bahkan terluka.


Para guru pendamping kini giliran turun tangan untuk menangani masalah tersebut.


Xiu Jimei tidak lagi menunjukkan kepolosannya saat ini. "Kenapa begitu merepotkan? Tidak bisakah aku memanggang naga jelek itu?" gumamnya.


Xiu Jimei tidak lagi lari. Dia mengeluarkan gulungan kuno dan mengeluarkan pedang naga es. Semburan hawa dingin menguar dari pedang biru es tersebut hingga membuat naga roh hantu penguasa lautan merasa tertantang.


"Xiao Mei!" Xuan Xing melihatnya didatangi makhluk itu pun sedikit khawatir.


"Jangan khawatir, cepat pergi!" Xiu Jikai tidak memiliki waktu untuk bicara dengan mereka.


Naga hitam roh hantu itu mendekati Xiu Jimei dan hendak menyemburkan api hitam. Namun Xiu Jimei bergerak lebih cepat. Dia melompat sambil membaca mantera pedang naga es.


Energi spiritual yang sangat dingin berkumpul ke pedang tersebut dan Xiu Jimei langsung menebaskannya ke salah satu tanduk naga hitam roh hantu yang tampaknya keras.


Naga itu akhirnya meraung kesakitan dan mata merahnya penuh kemarahan pada Xiu Jimei.


"Manusia, kamu cari mati!" geram makhluk tersebut.

__ADS_1


__ADS_2