
Cip Cip mendengus ke arah harimau putih roh kuno yang terlalu mengambil reaksi berlebihan. “Kamulah binatang buasnya!” ejeknya bercanda.
“…” Harimau putih roh kuno menenangkan dirinya, tidak mau menanggapi ayam bodoh itu. Dia bertanya pada Wuming, apa yang baru saja terjadi.
Sebelum Wuming bisa menjawab, seekor ular hijau kecil segera melata cepat ke dalam array pelindung. Ular hijau itu juga berteriak jikalau di kegelapan terdapat banyak sulur roh pembunuh. Tanaman roh jenis itu suka minum darah dan menyerap energi spiritual makhluk lainnya.
Namun fokus Wuming bukan pada masalah itu sekarang. Dia justru memperhatikan ular hijau yang mampu memasuki array.
“Kamu siapa?” tanyanya.
“Tentu saja aku Yamla! Memangnya kamu pikir siapa lagi? Tidakkah kamu kenal suaraku?!” Yamla kesal dan masih memikirkan apa yang baru saja dilihatnya.
"Kenapa kamu menjadi hijau seperti itu?" Wuming terkejut. Dia tidak menduga jika Yamla masih memiliki kemampuan perubahan warna kulit.
"Aku ... Aku terlalu terkejut." Suara Yamla sedikit mengecil.
Wuming mau tidak mau memutar bola matanya diam-diam. "Kamu adalah siluman ular putih roh dewa, kenapa harus terkejut apalagi takut?"
Yamla berbisik padanya. "Jadilah penakut sehingga para manusia itu bisa melindungi kita. Kadang terlalu kuat juga membosankan."
"Dengan tubuh hijaumu, mereka akan mengira kamu ular daun," dengkus Wuming tak peduli tapi dia juga tahu bahwa teman-teman sang putri memiliki keterbatasan kekuatan.
"..." Yamla juga mengeluh pada dirinya sendiri.
Seandainya dia tak sengaja berpapasan dengan sulur roh pembunuh, mungkin tak perlu repot-repot mengubah warna kulitnya menjadi hijau. Dia melakukan hal tersebut untuk mengelabui sulur roh pembunuh. Meskipun berhasil, dia juga harus menanggung warna hijau kulitnya selama sehari penuh.
Harimau putih roh kuno menengahi pertengkaran keduanya. "Baiklah, lupakan masalah lain. Kita bicarakan apa yang terjadi sebenarnya."
"Sebenarnya ..." Yamla menceritakan apa yang terjadi dan mulai membangunkan Yan Yujie serta yang lainnya.
Tapi Xiu Jimei tidak keluar tenda. Di dalam tenda gadis itu, Ming Zise berbaring di sampingnya seraya menopang kepala. Mendengar teriakan Yamla tentang tentang sulur roh pembunuh, Ming Zise mengerutkan kening.
Xiu Jimei juga hendak terbangun. Tapi Ming Zise segera merilekskan pikiran gadis itu sehingga tidak perlu repot mengurus hal sepele. Pada akhirnya, Xiu Jimei tertidur pulas.
__ADS_1
Ming Zise bangun dan segera keluar tenda. Yan Yujie serta yang lainnya juga keluar dengan wajah mengantuk.
"Ada masalah apa?" Xuan Xing langsung segar.
Yamla masih berpura-pura panik, menceritakan semuanya dengan hati-hati seraya melebih-lebihkan kekuatan sulur roh pembunuh. Tak lama kemudian, Wang Xuyue serta yang lain juga waspada sepenuhnya.
Sudut mulut Ming Zise sedikit berkedut. Tampaknya ini agak berlebihan. Jangan bilang dia tidak tahu pikiran Yamla, melihat tubuh ular Yamla menjqdi hijau daun, ia yakin sesuatu. Yamla pasti terkejut sebelumnya.
Suara-suara ranting dan rerumputan yang bergesekan semakin jelas.
"Apakah sulur-sulur roh pembunuh di sini bisa menembus array pelindung?" tanya Wang Xuyue.
"Seharusnya tidak." Xuan Xing menggelengkan kepala. "Kecuali jika sulur roh itu lebih kuat daripada array pelindung di sini."
"...."
Yamla sangat yakin jika array pelindung spiritual di sini sangat kuat. Jadi tak perlu khawatir. Masalahnya, sulur roh pembunuh di kegelapan dapat mengetahui keberadaan manusia di dalam array, ini baru merepotkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Istana Kekaisaran Negeri Alam Baka, Kaisar Alam Baka baru saja keluar dari istana permaisuri. Wajahnya menunjukkan kelelahan. Kasim kepercayaannya yang selalu mengikuti terlihat sangat khawatir.
Permaisuri tampak sangat bahagia mengantar Kaisar Alam Baka ke gerbang istananya sendiri.
"Yang Mulia, hati-hatilah di jalan dan jangan tidur terlalu malam," kata Permaisuri.
Kaisar Alam Baka mengangguk ringan tapi dalam hatinya ingin menangis. "Ya, baiklah, ratuku. Kamu juga, istirahat yang cukup. Aku akan kembali lagi besok."
Keduanya berpisah. Barulah setelah tiba di aula istana utama, Kaisar Alam Baka menghela napas tidak berdaya. Hari sudah larut malam dan beberapa menteri tentunya sudah pulang ke rumah masing-masing. Namun masih ada beberapa menteri dan jenderal yang hendak melaporkan sesuatu.
Kasim kepercayaannya sedikit berbisik. "Yang Mulia Kaisar, apakah permintaan permaisuri tidak terlalu berlebihan? Aku berpikir dia sengaja membuatmu susah."
"Jangan bicara sembarangan tentang permaisuri! Kaisar tua ini yang salah sebelumnya dan wajar jika permaisuri ku penuh amarah!"
__ADS_1
Kaisar Alam Baka merasa sakit kepala saat memikirkan apa yang terjadi sebelumnya. Ketika membujuk permaisuri, dia harus memutar otak untuk memikirkan cara ampuh. Pada akhirnya, permaisuri mau memaafkannya asal melakukan sesuatu untuknya.
Awalnya Kaisar Alam Baka senang karena permaisuri memberinya kesempatan. Tapi dia ingat jika sebelumnya, permaisuri bukankah wanita biasa. Hobinya aneh dan itulah mengapa Kaisar Alam Baka jatuh cinta padanya. Bukankah takdir begitu kejam?
Benar saja, saat Kaisar Alam Baka menyetujui semua persyaratan, permaisuri memintanya untuk mementaskan sebuah pertunjukan solo dengan berbagai karakter. Dia kelelahan setengah mati. Untungnya tidak ada satupun selirnya yang tahu kebiasaan permaisuri. Jika mereka tahu, Kaisar Alam harus putar badan saat melihat mereka. Betapa malunya.
Ketika Kaisar Alam Baka mengembuskan napas panjang, salah satu penjaga gelap kekaisaran tiba-tiba saja muncul di aula dan berlutut padanya.
"Yang Mulia Kaisar, sesuatu yang buruk telah terjadi," lapornya.
Beberapa jenderal mengerutkan kening dan bertanya-tanya. Kaisar Alam Baka tidak keberatan jika mereka mendengarkan laporannya.
"Katakan!" Kaisar Alam Baka terlihat berwibawa dan tegas saat bicara dengan bawahannya.
"Sulur roh pembunuh telah merajalela dan kini menyerang array pelindung Hutan Alam Baka. Jika semakin dibiarkan, array pelindung akan hancur."
"Apa??!!" Kaisar Alam Baka terkejut hingga langsung berdiri dari duduknya. Kasim kepercayaan di sampingnya juga tak kalah terkejutnya.
Para jenderal dan menteri yang tersisa di aula istana utama berkeringat dingin. Mereka tahu sulur roh pembunuh yang terkenal suka menyerap energi spiritual makhluk lainnya. Tak terkecuali manusia.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang menyebabkan sulur roh pembunuh menjadi ganas. Bukankah sebelumnya sudah diperiksa sebelum peserta lomba memasuki hutan itu?" Wajah Kaisar Alam Baka langsung menghitam, dia terlihat sangat marah.
Penjaga gelap kekaisaran juga bingung. "Kami memang sudah memeriksanya dan tidak ada yang salah dengan sulur roh pembunuh. Tapi malam ini, tiba-tiba mereka melakukan penyerangan ...."
"Bodoh!" Kaisar Alam Baka tentu saja khawatir peserta lomba di dalam Hutan Alam Baka mengalami kecelakaan. Terutama kelompok Xiu Jimei. Semuanya dari keluarga besar.
Tak lama setelah itu, Fu Heng datang ke istana untuk menanyakan kabar tersebut.
Kaisar Alam Baka sedikit heran. "Apakah kamu juga tahu apa yang terjadi saat ini?" tanyanya bingung.
"Tidak bisakah aku mengetahuinya? Cucuku ada di sana, bagaiamana mungkin aku tidak tahu! Kaisar Tua! Kamu harus memikirkan cara saat ini." Fu Heng sebagai kakek si kembar Xiu dan dua Fu bersaudara, tentu saja tidak tinggal diam.
"..." Apakah anak buahku yang terlalu malas hingga keluarga Fu lebih dulu memiliki informasi? Batin Kaisar Alam Baka sedikit tidak berdaya.
__ADS_1