Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Ming Zise Pergi Ke Alam Para Dewa


__ADS_3

Karena Yan Yujie masih terlalu muda untuk menjadi raja hantu, para petinggi ras hantu lainnya masih ragu. Tapi mereka tidak bisa mengelak dari kenyataan jika Yan Yujie adalah calon raja hantu sejati.


Bahkan para binatang hantu dan penghuninya tunduk pada laki-laki itu. Oleh karena itu, posisi raja hantu kosong saat ini namun para petingginya masih aktif dan menyeimbangkan masalah yang ada.


Sebelum Yan Yujie bisa meyakinkan mereka, petinggi raja hantu akan mengambil alih beberapa tugas penting.


Masalah ini juga telah mengganggu ujian bakat spiritual gabungan di Dunia Langit. Terutama ras hantu yang mengetahui jika raja mereka telah dibunuh oleh calon raja hantu.


"Tidak ada pertentangan tentang kematian He Lang. Sejak lama, kepemimpinan He Lang telah membuat banyak penghuni Dunia Hantu tidak puas," jelas Ming Zise. "Namun Guru telah meminta seseorang untuk merahasiakan masalah ini, jadi jangan khawatir untuk diekspos lebih awal."


Xiu Jikai juga menatap Yan Yujie yang belum pulih dari rasa terkejutnya. "Ras iblis juga membantu masalah ini ditekan, kamu tidak perlu panik."


"Terima kasih semuanya." Yan Yujie sedikit santai.


Setelah sarapan, mereka tidak melanjutkan misi. Untuk sementara, misi ditangguhkan karena berbagai alasan rahasia. Oleh karena itu, semua murid ujian bersantai dan jalan-jalan di Dunia Langit untuk menikmati keindahan.


Pada siang hari, Ming Zise harus kembali ke Alam Para Dewa untuk menyelesaikan masalah Ning Siyu. Posisinya di Alam Para Dewa saat ini mengharuskannya untuk pergi dan membuat keputusan.


Xiu Jimei sedikit tidak bahagia tentang ini. Tapi mengingat jika Ming Zise sudah bersumpah untuknya, dia dengan enggan membiarkannya pergi.


"Biarkan Yamla dan Wuming menemani kalian di sini selama Guru tidak ada," katanya.


"Apakah Guru akan pergi lama kali ini? Kenapa harus meninggalkan Wuming dan Yamla? Lalu bagaimana dengan ujian kali ini?"

__ADS_1


Ming Zise menyentuh kepala gadis itu dan menggosoknya sedikit. Sentuhan lembut di telapak tangannya seperti menyentuh kepala kucing kecil.


"Masalah ini serius. Guru akan kembali secepat mungkin. Jangan nakal dan patuhi kakakmu."


"Oh." Xiu Jimei tidak banyak bereaksi. Lalu dia teringat sesuatu. "Guru, sihir putri tidur di tubuh Yujie sudah hilang. Apakah ini karena jiwa raja hantu?"


"Yah, kemungkinan besar seperti itu."


"Lalu bagaimana dengan ratu ras duyung saat ini? Apakah kita harus membantu mereka atau membiarkan jiwa raja hantu di tubuh Yujie mencoba mengangkat akhirnya?"


"Mari kita bicarakan ini nanti. Jangan terlalu banyak berpikir," jawabnya.


"Baiklah, kalau begitu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Alam Para Dewa.


Rumor tentang Dewi Kecantikan yang turun ke dunia lain dan bekerja sama demi kejahatan telah menyebar luas. Semua penghuni Alam Para Dewa juga tahu bahwa sangat tabu bagi para dewa-dewi untuk mengotori tangannya demi sebuah kepentingan pribadi.


Tapi siapa yang tahu, Ning Siyu justru melakukannya tanpa ragu. Wanita itu membantu raja hantu untuk membunuh calon raja hantu yang asli.


Belum lagi beredar rumor jika selama ini, Ning Siyu jatuh cinta pada Ming Zise, sang mantan dewa tertinggi di Alam Para Dewa. Tapi sayangnya mereka tidak berjodoh.

__ADS_1


Ming Zise memiliki bintang phoenix nya tersendiri tapi Ning Siyu tidak puas dan ingin membunuh bintang phoenix Ming Zise.


Segala jenis diskusi itu ternyata sampai di telinga Ning Siyu yang saat ini berada di ruang tahanan Istana Dewa Hakim.


"Bagaimana ini mungkin? Kenapa mereka tahu tentang hal-hal seperti ini? Apakah sengaja membuat citraku jelek di depan penghuni Alam Para Dewa?" Ning Siyu berteriak di dalam tahanan dan wajahnya tidak baik.


Penjaga ruang tahanana sama sekali tidak terpengaruh oleh kata-kata Ning Siyu. "Dewa Hakim telah membuat pengumuman sebelumnya. Dan itu dipublikasikan secara langsung oleh dewa kami."


"Apa ..." Ning Siyu tidak menyangka jika Dewa Hakim sendiri akan membuat pengumuman tentang masalah ini.


Dia tahu jika Dewa Hakim tidak pernah berbelas kasihan pada orang-orang yang bersalah. Terutama dewa dan dewi. Semuanya dilakukan tanpa kesalahan.


Tak lama, penjaga istana datang menuju ruang tahanan dan membawa Ning Siyu ke aula utama. Di sana, Ming Zise juga hadir.


"Zise ...."


Ning Siyu ingin memohon padanya. Kedua tangan dan kakinya dirantai saat ini dan ekspresinya sedikit menyedihkan.


"Zise, apakah kamu datang untuk menyelamatkanku? Aku sudah menjelaskan semuanya di depan Dewa Hakim tapi tidak ada yang mempercayaiku," imbuhnya.


Sayangnya Ming Zise tidak datang untuk menyelamatkannya tapi mengetahui hukuman apa yang bisa diterima oleh Ning Siyu.


Dewa Hakim tergolong muda saat ini tapi bukan dewa yang baik pada pelaku. Dia melihat catatan kedewian Ning Siyu dan ekspresinya tidak baik saat ini. Dia sangat membenci dewa atau dewi yang menyalahgunakan kekuatan kultivasi dewa.

__ADS_1


"Catatan hidupmu sungguh buruk. Apakah kamu hanya fokus mencelakai orang dan mengabaikan status mu sebagai Dewi Kecantikan?" Dewa Hakim yang memakai jubah brokat ungu melemparkan catatan aktivitas Ning Siyu selama ratusan tahun terakhir.


__ADS_2