Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Ujian Spiritual Gabungan Dunia Langit


__ADS_3

Pada hari ujian spiritual gabungan tiba, semua murid dari berbagai sekte Dunia Langit berkumpul di halaman sekte negeri Alam Baka. Sovereign sekte Alam Baka menyambut semua murid yang datang serta menyampaikan pesan dari kaisar Alam Baka.


Semua murid yang berpartisipasi dalam ujian kali ini merupakan murid pintu dalam sekte. Kekuatan mereka tentu saja tidak lagi diragukan. Dalam ujian spiritual gabungan kali ini juga berkelompok seperti sebelumnya.


Pemilihan anggota kelompok dibebaskan. Namun semakin banyak anggota dalam kelompok, poin yang harus didapatkan untuk memenuhi persyaratan lulus ujian juga semakin besar. Karena itu, para murid hanya membentuk tim dengan anggota tiga sampai empat orang.


Xiu Jimei membentuk tim secara alami. Xiu Jikai, Yan Yujie, Kin Wenqian, Wang Xuyue, Jia Lishan dan Xuan Xing. Jadi totalnya tujuh orang. Dengan keberadaan Xiu Jimei saja sebenarnya sudah cukup mendapatkan banyak poin. Tapi digabung dengan Xiu Jikai, tentu lebih mengerikan lagi.


Kelompok lain berniat untuk berusaha mendapatkan poin lebih banyak di masa depan agar tidak tertinggal oleh kelompok Xiu Jimei.


Setelah membentuk kelompok, semua orang mendapatkan gulungan tugas.


"Tugas apa ini?! Apakah orang-orang di atas ingin kita menjadi sapi dan kuda?!" Wang Xuyue hampir berteriak marah. Jika mereka tidak berada di restoran, mungkin suaranya akan lebih keras.


Gulungan tugas menampilkan banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Setidaknya, waktu yang diberikan untuk menyelesaikan semua tugas adalah tiga bulan. Semua tugas akan mendapatkan poin jika terselesaikan dengan baik. Beberapa pengawas ujian akan mengikuti mereka diam-diam.


Kali ini, Ming Zise tidak ikut serta dalam menjadi penilai. Dia disibukkan oleh beberapa hal di Alam Para Dewa. Kemungkinan besar tidak akan terlalu sering turun ke Dunia Langit.


"Lupakan saja. Bahkan jika kita menjadi sapi dan kuda, setidaknya menyenangkan untuk mencoba hal baru," kata Xuan Xing seraya membaca beberapa tugas. Menurutnya tidak terlalu memberatkan.


Xiu Jikai dan Xiu Jimei tidak terlalu peduli tentang masalah tersebut. Bahkan jika tugas yang diberikan adalah menyembelih Jin Long, dia akan berusaha melakukannya.


Jika para juri yang menilai ujian tahu apa yang dipikirkan Xiu Jimei, mungkin akan muntah darah bukan?


Wang Xuyue langsung lesu dan tidak nafsu makan. "Kapan kita akan memulai mengerjakan semua tugas diberikan ini?",

__ADS_1


"Mari kita mulai besok. Cobalah mengerjakan tugas yang lebih sederhana dulu." Xiu Jikai menjawab.


"..." Di mana ada tugas yang mudah, ini jelas tugas-tugas menyiksa! Wang Xuyue memarahi Xiu Jikai dalam hatinya.


Yang lainnya tidak terlalu peduli. Tugas pertama yang akan mereka selesaikan kali ini adalah memandikan kuda dan memeras susu sapi roh. Mungkin terdengar biasa saja tapi sebenarnya cukup sulit. Belum lagi, kuda dan sapi roh memiliki kesadarannya tersendiri, mengerti bahasa manusia dan suka memberontak jika disentuh. Sangat sombong.


Meski ada Xiu Jimei yang ditakuti para binatang, mereka masih khawatir. Lagi pula, bukan satu atau dua kuda dan sapi saja, tapi ada puluhan! Tidak mungkin mereka membiarkan Xiu Jimei melakukan semua itu sendiri.


Pada akhirnya, mereka pergi ke tempat penangkaran kuda dan sapi yang ada di ibu kota kekaisaran negeri Alam Baka.


Ketika tiba di tempat itu, Wang Xuyue serta yang lainnya merasa frustrasi untuk pertama kalinya. Kecuali Xiu Jikai dan Xiu Jimei. Terdengar para kuda sapi di tempat penangkaran. Sebagian penjaga sedang mengurus beberapa sapi dan kuda. Seperti istilah 'menjadi sapi dan kuda' bagi seseorang!


"Aku yakin para penilai pasti sengaja menggunakan tugas ini untuk menyindir para murid bukan?" Wang Xuyue sangat marah.


Xuan Xing menggelengkan kepala. "Lupakan saja. Ini hanya kebetulan."


Yan Yujie tidak sabar untuk memandikan kuda dan memeras susu sapi. Jia Lishan dan Kin Wenqian mengikuti Yan Yujie dan mulai mengerjakan tugas yang disediakan. Para penjaga kandang yang bertugas di penangkaran tahu mereka datang untuk ujian. Jadi dengan senang hati menyerahkan tugas memandikan kuda dan memeras susu sapi pada mereka.


Xiu Jimei memilih untuk memandikan kuda terlebih dahulu. Dia memegang ember, sikat mandi kuda dan gayung. Ada air tak jauh dari tempat pemandian kuda sehingga tidak perlu jauh-jauh untuk mengambil air.


Kuda putih yang hendak dimandikan Xiu Jimei mendengus dan ingin menamparnya dengan ekor. Tapi energi spiritual gadis itu membuatnya sedikit gemetar ketakutan. Keempat kakinya langsung lemas.


Xiu Jimei baru saja mengguyur air ke tubuh kuda dan kebingungan. "Kuda, apakah kamu belum makan? Kenapa kakimu gemetar?" tanyanya polos.


"..." Kuda putih itu meringkik ringan dan menggigil. Air yang baru saja membasahi tubuhnya seperti air es kematian.

__ADS_1


Kuda putih ingin melarikan diri tapi terbelenggu oleh tali sehingga hanya bisa pasrah. Xiu Jimei menyikat tubuh kuda sampai bersih dan tidak memedulikan ketakutan kuda putih itu terhadapnya. Akhirnya, satu kuda berhasil dibersihkan.


Setelah dibersihkan, kuda putih itu akhirnya patuh saat dibawa ke kandang oleh salah satu petugas penangkaran. Lebih baik kembali ke kandang daripada berakhir di tangan gadis mengerikan itu. Jadi saat petugas penangkaran datang, kuda putih itu meringkik senang.


"..."


Petugas penangkaran kuda dan sapi merasa jika tugas memasukkan kuda ke kandang kali ini lebih mudah dari pada hari-hari biasanya.


Xiu Jimei memandikan kuda lainnya dan memiliki reaksi yang sama. Para kuda yang dihampiri Xiu Jimei ingin melarikan diri tapi tidak berdaya.


Para kuda lainnya mengetahui rekan mereka tertekan karena bertemu dengan Xiu Jimei. Seberapa baiknya Xiu Jimei di mata orang lain, dia memiliki energi spiritual yang ditakuti para binatang roh kecil di seluruh Dunia Langit.


Jadi saat Wang Xuyue, Yan Yujie, Kin Wenqian, Jia Lishan, Xuan Xing dan Xiu Jikai berniat untuk memandikan mereka, lebih baik patuh daripada berakhir di tangan Xiu Jimei.


Wang Xuyue merasa heran ketika melihat kuda yang sedang dimandikannya sangat patuh. Dia menggosok punggung kuda dengan sikat lembut penuh bisa.


"Kamu sangat baik. Dengan begini, tugas memandikan kuda akan selesai lebih awal." Gadis itu tersenyum senang.


"..."


Kuda yang sedang dimandikannya memutar bola mata. Dia takut akan dimandikan Xiu Jimei, bukan sengaja patuh. Jika mau, dia ingin menendang orang-orang yang memandikannya. Tapi demi menyelamatkan diri dari keberadaan Xiu Jimei, mereka memilih untuk patuh.


Xiu Jimei tanpa sadar menyadari jika kandang kuda senyap saat ini. Hanya terdengar suara guyuran air dan sikat yang menggosok punggung kuda. Masalahnya, tidak ada satu pun kuda yang berani mengeluarkan suara saat ini. Mereka tidak mau menarik perhatian Xiu Jimei.


Xuan Xing tahu penyebabnya tapi hanya bisa tersenyum. Kadang-kadang binatang roh yang suka menendang orang sekalipun, pasti tahu bagaimana cara untuk tidak memprovokasi manusia.

__ADS_1


Pada akhirnya, tugas memandikan kuda dan membersihkan kandangnya berakhir dengan cepat.


__ADS_2