Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Menjelajahi Pagoda Dua Puluh Lantai


__ADS_3

Di Sekte Atas, ada berbagai bidang dan memiliki guru yang berbeda. Setiap guru memiliki kelompoknya tersendiri. Namun kelompok kultivator sihir sangat sedikit. Jadi bisa dikategorikan langka.


Ketika guru sihir adalah seorang wanita tua yang masih bugar. Saat melihat kata hijau di atas meja, rasa terkejutnya berubah menjadi kekaguman.


"Nak, siapa yang mengubah mu menjadi katak? Ini sihir yang bagus! Cepat berita tahu wanita tua ini," kata si guru sihir.


Wajah keriputnya tidak menghalangi ekspresi kekaguman di mata wanita tua itu.


"..." Katak hijau yang jelas ingin mengadu itu justru merasa harapannya kosong.


"Hei, Nak, apakah kamu tidak bisa bicara? Sihirnya gagal?"


Akhirnya, katak hijau itu berkata dengan tidak bersemangat. "Guru, aku datang untuk memintamu mengubah ku kembali menjadi manusia. Gadis itu menggunakan mantra sihir dan mengubahku menjadi katak."


Dia menjelaskan dari awal hingga akhir semua kronologi di ruang pertama pagoda dua puluh lantai. Wanita tua itu mengangguk serius. Sangat tertarik dengan identitas gadis yang memiliki mantra sihir.


Mungkin dia bisa menjadikan gadis itu muridnya bukan?


"Mudah untuk mengubah mu kembali. Ini hanya sihir biasa tingkat rendah. Tapi meski tingkat rendah, salah baca mantra saja bisa membuatmu tidak bisa bicara atau memiliki kesadaran layaknya manusia. Tapi katakan dulu siapa yang mengubah mu menjadi katak?"


"Ini putri Xiu."


Wanita tua itu mengerutkan kening. "Siapa itu putri Xiu?"


"Xiu Jimei."


"Anak Xiu Jichen dan Fu Chan Yin yang menjadi pahlawan di masa lalu itu?"


"Benar."


"..." Wanita tua itu mengurungkan niatnya untuk menjadikan Xiu Jimei sebagai murid. Dia tidak berani mengambil langkah pada anak genius dari pasangan itu.


"Guru, sekarang kamu bisa mengubahku?"


"Lupakan saja." Wanita itu melambai malas padanya.


"??!"

__ADS_1


Apa maksudnya? Katak hijau itu memiliki firasat buruk.


"Efek sihir ini hanya berlaku selama sehari penuh. Besok kamu bisa kembali ke wujud manusia," jelas wanita tua si guru sihir itu langsung duduk kembali di kursinya sambil membuka buku sihir dengan antusias.


"??!" Katak hijau itu merasa pikirannya kosong.


"Lagi pula, sungguh keberuntungan bagimu diubah menjadi katak oleh gadis yang diberkahi surga. Jangan marah. Aku tidak perlu mengubah mu kembali menjadi manusia kali ini. Bukankah itu berarti aku merusak perbuatan baik putri Xiu?" jelas wanita tua itu lagi.


"..." Katak hijau merasa hatinya ditusuk banyak anak panah. Apakah ini terlalu berlebihan?


Wanita tua itu akhirnya tertawa senang, seperti orang gila yang bicara sendiri. "Aku mungkin bisa menjadi murid gadis itu di masa depan. Wanita tua ini harus belajar lagi dengan keras. Oh, usia tidak menjadi patokan. Meski aku telah berusia lima abad, tapi tulang lamaku masih kuat."


Pada akhirnya, katak hijau itu tidak tahan dengan guncangan batin, langsung pingsan di meja.


Wanita tua itu terkejut melihat katak hijau yang terkapar dengan lidah menjulur ke samping.


"Nak, apakah kamu mati?" tanyanya bercanda.


Ini hanya diubah menjadi katak, sedikit lebih baik. Setidaknya Xiu Jimei tidak mengubahnya menjadi seekor tikus yang bau, bukan?


Di pagoda dua puluh lantai, kelompok peserta yang lain telah melakukan banyak hal di lantai satu hingga lantai lima. Setidaknya, mereka membutuhkan waktu berhari-hari untuk mencapai lantai lima.


Di lantai satu merupakan tempat di mana sekelompok senior akan menakuti mereka dengan berpura-pura menjadi hantu. Jika mereka lari ketakutan dan keluar ruangan, maka ujian gagal.


Di lantai dunia tidak terlalu mencolok. Hanya beberapa jebakan berupa array saja. Xiu Jimei mungkin tidak tertarik dengan array, tapi Wang Xuyue menyukainya. Sedangkan di lantai tiga ada banyak jenis buah-buahan. Namun jika salah makan, bisa keracunan.


Xiu Jimei memilih beberapa buah besar yang terlihat sangat lezat. Lalu dia mengambil beberapa untuk dijadikan camilan di masa yang akan datang. Lagi pula tidak ada larangan membawa sesuatu dari pagoda dua puluh lantai. Tempat ini selalu diperbaharui setiap sebulan sekali.


Di lantai empat tidak jauh berbeda, tapi ada banyak jenis serangga yang hampir mengincar Yan Yujie.


Ketika tiba di lantai lima, suasana sedikit berbeda. Aroma obat dan racun tampaknya menguat di udara. Ada banyak jenis tanaman, buah, pil serta cairan berwarna-warni tergeletak di mana-mana.


Sepertinya kelompok lain sudah keluar lebih awal. Sebenarnya tidak sulit membedakan racun dengan obat. Tapi memeriksa apakah racun itu kronis atau obat yang sangat baik tanpa mencobanya lebih dulu, agak susah.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Yan Yujie.


"Carilah obat dan racun yang diperkirakan memiliki efek kuat. Hati-hati, penampilan kadang suka menipu," jawab Xiu Jimei.

__ADS_1


Mereka segera berpencar untuk mencari obat dan racun yang dimaksud. Setidaknya membutuhkan waktu yang cukup lama karena semua lantai di pagoda tersebut sangat luas.


Bahkan jika di luar, bangunan pagoda dua puluh lantai terlihat tidak terlalu lebar, tapi saat masuk, luasnya bisa menjadi dua kali lipat. Inilah yang menjadikan lantai pagoda menjadi sangat unik.


Ada pil berbagai aroma dan warna, mengkilap serta tampak menyenangkan mata. Ada juga cairan eliksir serta racun.


"Semua obat dan racun di sini sangat umum. Hanya saja ada beberapa yang mungkin dibuat oleh para alkemis tingkat lanjut atau peracun berpengalaman. Bisakah kelompok yang lain merampoknya lebih dulu?" Yan Yujie mengeluh.


"Kita di sini hanya untuk bermain. Temukan saja yang yang sedikit kuat. Lalu kita keluar. Lagi pula di antara kita tidak ada yang menjadi alkemis atau peracun selain Xiao Mei," jelas Jia Lishan.


"Benar." Yang lain juga setuju.


Mereka juga mengambil beberapa obat dan racun untuk diri sendiri. Tidak terlalu banyak agar tidak melanggar aturan ujian.


Setelah memilih jenis obat dan racun, mereka berniat untuk keluar pagoda. Namun ada sesuatu yang aneh.


Suara seruling dari arah tertentu terdengar merdu. Suaranya tida terlalu keras, justru lembut dan menenangkan. Hanya saja mereka keheranan. Bagaimana bisa ada suara seruling di tempat seperti ini?


Mungkinkah lantai lima juga memiliki jebakan lain seperti lantai sebelumnya?


"Suara seruling?" Xiu Jimei menaikkan sebelah alisnya.


Dia berkeliling untuk mencari arah suara seruling itu. Tapi sepertinya suara itu menggema di lantai lima. Ketika pergi ke timur, suaranya seperti di barat, begitu pula sebaliknya.


Namun semakin lama, suara seruling itu membuat mereka pusing dan sakit kepala. Kecuali Xiu Jikai dan Xiu Jimei.


Akhirnya mereka menyadari jika semua ini bukanlah jebakan lantai lima, melainkan serangan dari seseorang.


"Apakah kalian baik-baik saja?" Xiu Jimei menepuk Kin Wenqian yang kini salah satu lubang hidung nya mengeluarkan darah segar.


Di saat tangan Xiu Jimei menepuk pundak Kin Wenqian, energi spiritual kegelapan dikendalikan oleh suara seruling itu langsung melepaskan diri dari tubuh Kin Wenqian. Energi spiritual kegelapan tersebut seketika menghilang tanpa jejak.


Namun Xiu Jimei tidak menyadarinya sama sekali. Setelah Kin Wenqian ditepuk gadis itu, kepalanya tidak lagi pusing.


"Xiao Mei, terima kasih," katanya. Dia mengira jika gadis itu menyembuhkan nya.


"..?!" Xiu Jimei tidak tahu kenapa gadis itu berterima kasih padanya.

__ADS_1


__ADS_2