Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Makhluk Neraka di Balik Kabut (3)


__ADS_3

Sejak awal, Xiu Jikai sudah memperhatikan ada satu tempat yang sepertinya tidak tersentuh oleh kabut kemerahan. Langit masih gelap meski hari sudah siang. Suara gemuruh dan rintik hujan sepertinya terjadi karena gelombang energi spiritual di langit.


Tak jauh dari tempat mereka berada ada sebuah perbukitan hijau. Bukit itu tidak memiliki energi spiritual di udara. Setidaknya Xiu Jikai tidak bisa merasakannya. Agak aneh. Ia segera memeriksanya terlebih dahulu untuk memastikannya.


Saat Xiu Jikai menginjak rumput di bukit itu, rasanya agak berbeda. Jika berpikir di tempat tersebut tidak energi spiritual, maka ini salah besar. Karena sebenarnya ada fluktuasi energi spiritual di tempat tersebut. Hanya saja tidak terlalu kuat, atau lebih tepatnya terlalu murni hingga energi spiritual yang terkontaminasi dengan kegelapan tidak bisa menyentuhnya.


Bahkan Xiu Jikai yang mendalami kultivasi Dunia Iblis merasa agak pengap. Jika bukan karena darah keturunan dewa di tubuhnya, mungkin ia sama sekali tidak bisa menginjak tempat tersebut. Xiu Jikai kembali ke tempat yang lain untuk memberitahukan hal tersebut.


“Ada satu tempat yang cocok, bawa semuanya ke bukit yang ada di sebelah sana. Wang Xuyue, kali ini aku percayakan padamu.” Xiu Jikai melirik Wang Xuyue yang sedang membuat susunan array pelindung.


Xuan Xing ada di sekitar Wang Xuyue untuk melindunginya dari serangan makhluk Alam Neraka. Dengan kemampuan elemen esnya, ia adalah penyerang jarak jauh. Xuan Xing memperhatikan sekitar dan meyakinkan Xiu Jikai.


Wang Xuyue juga mengangguk. “Jangan khawatir, aku akan melindungi mereka dan memastikan semua orang selamat.”


Dia hanya perlu membuat susunan array pelindung agar bergerak menuju bukit yang lokasinya agak jauh. Namun dengan bantuan Xuan Xing, ia tidak perlu repot-repot mengkhawatirkan keselamatannya sendiri.


Xuan Xing terus membuat beberapa gelombang es tajam untuk membunuh para makhluk Alam Neraka yang mendekat. Kulit putihnya yang agak lebih pucat dari pada kebanyakan orang kini menjadi lebih pucat. Rambut putih salju sedikit memancarkan cahaya keperakan. Kedua iris matanya berubah biru tua bahkan kulitnya sangat dingin layaknya es.


Orang-orang yang berada di dalam array pelindung hanya bisa bergerak perlahan seraya menahan diri untuk tidak berteriak ketakutan saat makhluk Alam Neraka mencoba untuk menggerogoti array pelindung. Perlahan, wajah Wang Xuyue sedikit memutih.

__ADS_1


“Xiaoxing, makhluk-makhluk jelek itu masih memiliki kemampuan untuk menyerap energi spiritual dari array ku,” jelas Wang Xuyue agak cemas.


Perjalanan menuju bukit masih cukup jauh. Xiu Jikai tidak bisa berteleportasi dengan membawa banyak orang. Di alam sekuler, kekuatan mereka hampir ditekan cukup dalam. Jadi tidak bisa leluasa. Xuan Xing sepertinya juga menyadari hal ini.


"Apakah kamu masih bisa bertahan?" tanya Xuan Xing.


"Tentu saja. Apakah aku begitu lemah? Kekuatanku hanya ditekan di alam sekuler. Tapi bukan berarti aku tidak bisa apa-apa. ku hanya terkejut saja."


Sepertinya makhluk Alam Neraka ini sangat pandai. Walaupun tidak memiliki kecerdasan seperti iblis Alam Neraka lainnya, mereka ternyata penyerang tipe lambat. Di mana mereka akan menggerogoti pertahanan lawan sedikit demi sedikit.


Makhluk Alam Neraka yang sedikit lebih besar dan tinggi berlari ke arah Wang Xuyue dengan gila. Wang Xuyue berkeringat dingin. Makhluk yang itu lebih besar daripada sebelumnya.


Xuan Xing menoleh dan telapak tangannya segera membentuk beberapa tombak es. Semua tombak es itu melesat cepat ke arah makhluk Alam Neraka hingga melukai matanya.


Iblis Alam Neraka yang hendak membunuh Wang Xuyue pun berteriak kesakitan ketika matanya diserang. Ia terhuyung-huyung ke sisi lain, tidak memedulikan mereka lagi. Makhluk itu akhirnya pergi ketika melihat tombak es di tangan Xuan Xing.


"Katanya kamu tidak takut hantu atau sejenisnya. Lalu apa yang baru saja kamu teriakan?" Xuan Xing meliriknya dengan bingung.


Wang Xuyue baru saja mengekspos ketakutannya. Mau tidak mau batuk disengaja. Pura-pura saja. Sudut mulut Xuan Xing sedikit berkedut. Tampaknya Wang Xuyue menilik sisi yang tidak diketahui olehnya.

__ADS_1


Namun saat ini bukan waktunya untuk memikirkan rasa malu.


"Fokus saja. Masalah ini aku akan mengatasinya." Xuan Xing meyakinkannya lagi.


Akhirnya Wang Xuyue berhasil tenang kembali. Ia fokus pada array pelindung spiritual. Akhirnya dengan perlindungan Xuan Xing di sepanjang perjalanan, Mereka berhasil membawa orang-orang berlindung di bukit aneh itu.


"Kenapa kabut kemerahan itu tidak memenuhi bukit ini?" Wang Xuyue bertanya apa adanya.


Untungnya saat array pelindung dilepas, semua orang bisa mendengar apa yang terjadi.


"Xiaokai bilang jika energi spiritual di tempat ini tidak cocok dengan energi spiritual kegelapan. Ini memang lingkungan yang bersih." Xuan Xing sendiri merasa nyaman saat berada di bukit tersebut. Tak terkecuali Wang Xuyue


Namun keduanya tahu jika satu ini bukan waktunya untuk menikmati pemandangan. Jadi mereka segera pergi lagi untuk memeriksa kaki bukit.


Para makhluk Alam Neraka itu ternyata sudah berkumpul di sekitar kaki bukit. Untungnya makhluk-makhluk itu tidak berani untuk menaiki bukit.


"Sepertinya tugas kita masih panjang," gumam Xuan Xing.


Wang Xuyue bahkan sudah mengobrol dengan beberapa seorang untuk meredakan suasana tegang.

__ADS_1


__ADS_2