
Xiu Jimei tidak peduli dan hanya memikirkan kemenangan saat ini. “Siapa yang curang? Ini namanya strategi pertempuran. Aku lebih mampu, jadi bagaimana dengan itu?” cibirnya.
“Kamu menggunakan aura ayahmu. Bukankah itu curang?” Jin Long yang masih tidak bisa bergerak akhirnya menyadari jika bayangan naga perak benar-benar menjerit tubuhnya.
“Yang penting masih aku yang melakukannya, bukan orang lain buka?”
“…” Jin Long ingin muntah darah saat ini. Tidak bisakah gadis itu sedikit lebih masuk akal? Kenapa begitu tak tahu malu?
Melihat Xiu Jimei kembali menyerang, Jin Long akhirnya yakin jika gadis itu masih memiliki rencana lain.
“Kali ini kamu tidak akan mampu menahan seranganku lagi!” Xiu Jimei langsung mengumpulkan energi spiritual di salah satu kakinya dan mulai memberikan Jin Long pukulan telak.
Xiu Jimei memukul kepala Jin Long dengan kakinya yang penuh energi. Jin Long awalnya meremehkan karena pukulan kakinya sama sekali tidak akan berpengaruh.
“Hah, hanya pukulan kaki kecilmu. Apakah itu berpengaruh padaku?” cibirnya.
Namun Jin Long langsung tertegun dan tubuhnya lagi-lagi bergetar. Dia seperti merasa ada pukulan energi spiritual menyerang semua organ dalamnya.
Kepala Jin Long tiba-tiba seperti ditekan sesuatu yang berat dan langsung mencium tanah dalam hitungan detik. Pada saat itu juga, embusan angin yang lebih kencang muncul bersamaan dengan kepala Jin Long yang tumbang.
Bebatuan di sekitarnya pecah dan beterbangan tak beraturan, menabrak apa saja. Bahkan saking kencangnya efek energi spiritual yang menyerang Jin Long, array yang melindungi para murid hampir retak.
Raungan Jin Long terdengar sangat menyayat hati. Kepala naga itu akhirnya berhasil menyentuh tanah bebatuan yang juga merupakan tempat lingkaran totem berada. Bayangan naga perak yang melilit tubuhnya memudar dan hilang.
Pusaran awan gelap di langit juga perlahan menyebar. Cuaca kembali seperti sedia kala.
Suasana menjadi hening.
Jin Long yang merasa kepalanya pusing saat ini, masih belum membuka matanya. Dia tampaknya masih tidak percaya akan dikalahkan oleh satu tendangan Xiu Jimei saja. Ini memalukan sebagai naga roh purba.
__ADS_1
Sementara itu, Xiu Jimei sudah kembali mendarat di tanah dan menepuk gaunnya yang sedikit berdebu. Tapi salah satu kakinya yang memukul kepala Jin Long sedikit sakit saat ini.
Para murid yang menyaksikan adegan itu langsung lemas ditempat dan bahkan duduk di tanah bebatuan dengan wajah pucat. Sungguh mengerikan. Itu hanya pukulan kaki tapi rasanya seperti sedang menyaksikan pertarungan kultivator pada masa purbakala.
Tapi ... Adakah kultivator di zaman purbakala? Kultivator binatang roh?
"Jin Long, kamu kalah." Xiu Jimei tertawa samb berkacak pinggang.
"..." Jin Long yang baru saja membuka mata akhirnya mendengus.
"Kenapa kamu tidak bangun? Jangan pura-pura mati."
"..." Jika aku mampu bangun, sudah kutampat pantatmu dengan ekorku! Batin jin Long masih lemas.
Orang-orang yang ada di belakang Xiu Jimei berkeringat dingin saat ini, akhirnya bisa memenangkan diri.
"Ini benar. Aku belum pernah melihat pertarungan yang begitu sengit sebelumnya. Ketika aku kembali hidup-hidup nanti, aku akan meminta guruku untuk bertarung sengit dengan hewan peliharaannya." Salah satu murid dari sekte lain seperti ketagihan dengan adegan luar biasa tadi.
"..." Kamu mungkin yang akan dijadikan objek pertarungan gurumu, batin yang lain.
Jin Long mengumpulkan energi spiritual yang tersisa di tubuhnya dan bergerak perlahan. Tapi dia malah enggan untuk mengangkat kepalanya.
"Kenapa kalian diam saja? Cepat ambil sisikku. Aku tidak bisa menahan wujud ini terlalu lama," kata Jin Long langsung membuat mereka sadar.
"Ahh?! Kita hampir lupa tentang itu karena terlalu mengagumi pertarungan Xiao Mei!" Wang Xuyue segera berlari menuju ke arah Jin Long tanpa ragu-ragu.
Yang lain kebingungan. "Bagaimana cara mengupas sisik?"
"Cungkil?"
__ADS_1
"Tidak, gunakan pedang."
"Jangan, jangan. Itu tidak akan efektif. Gunakan energi spiritual untuk melepasnya."
"Ini tidak berhasil."
"..."
Mereka semua mencoba berbagai cara untuk melepaskan tiga sisik Jin Long. Tapi tidak ada yang berhasil.
Jin Long memiliki tubuh besar dan sisiknya juga tidak kecil tentunya. Mereka bahkan bisa menjadikan sisiknya menjadi piring atau wadah makanan lain.
Xiu Jimei dan Xiu Jikai yang masih di pinggir pun memiliki tiga garis hitam di kepalanya. Mereka ini pintar tapi bodoh?
Akhirnya Xiu Jimei mendekati tubuh Jin Long dan memilih sisik yang bagus untuk diambil. Setelah menemukan yang cocok, dia menarik tiga sisik secara bergantian dan mengumpulkannya di tangan Ming Zise.
"..." Murid lain yang melihatnya menarik sisik dengan mudah, mau tidak mau menangis tanpa mengeluarkan air mata.
Semua orang akhirnya mendapatkan sisik setelah dibantu oleh si kembar. Lalu Jin Long juga memberikan tiga tetes darah untuk mereka.
"Humph! Manusia, kali ini aku memaafkan kekasaran kalian. Cepatlah pergi dan jangan terlalu lama di sini. Jangan lupa, perbaiki totem sebelum pergi. Jika tidak, aku akan mendatangi mimpimu."
"Kamu lupa satu hal?" Xiu Jimei menyipitkan mata.
"Apa?"
"Kamu berjanji untuk memberiku harta," jawabnya.
"..." Kenapa kamu memiliki ingatan yang panjang jika menyangkut benda mahal? Batinnya.
__ADS_1