Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Awal Mula Menjelajahi Dunia Langit


__ADS_3

Ming Zise melihat apa yang dilakukan Xiu Jimei hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala. Gadis itu pendendam kecil, Batinnya.


Saat melihat Xiu Jimei menyambar ubur-ubur terbang dengan petir ungu, semua ubur-ubur di sana menjauhinya, sejauh mungkin. Mereka tidak mau menjadi korban yang berikutnya lagi.


Xiu Jimei hanya tertawa seperti ratu jahat. Mi Sai, Fan Li dan Mei Rong menelan saliva tanpa sadar. Ketiganya berkeringat dingin dan bersumpah tidak akan mengganggunya lebih dulu. Berurusan dengan Yan Yujie saja sudah sangat merepotkan, apa lagi melawan Xiu Jimei yang abnormal.


“Apakah dia iblis?” tanya Mi Sai pada Mei Rong yang ada di sampingnya. Dia tanpa sadar memeluk boneka kanibalnya erat-erat.


Mei Rong memutar bola matanya dan sedikit tidak enak badan. “Dia memang anak mantan kaisar iblis, Xiu Jichen.”


“…” Baiklah, aku bisa memahaminya, batin Mi Sai.


Sedangkan saat ini, Yan Yujie merasa tidak sanggup lagi menahan puluhan ubur-ubur hantu terbang yang mendekatinya. Dia sudah mengusir mereka berulang kali, menampar bahkan mencoba untuk memukulnya, tapi ubur-ubur terbang tidak terpengaruh.


Laki-laki itu bahkan malah terjerat dengan ubur-ubur terbang hingga tidak tahu di mana kakinya menapak.


“Xiao Mei, bantu aku!” Yan Yujie merasa akan sulit bernapas dan mengulurkan tangannya yang hampir tenggelam oleh tubuh transparan ubur-ubur terbang.


Saat Xiu Jimei mendekat, semua ubur-ubur terbang menjauh secepat mungkin. Melihat hal ini, Yan Yujie segera bersembunyi di belakang adik sepupunya dan menghela napas.


“Kenapa mereka begitu antusias saat melihatku?” gumamnya pada gadis itu.


“Tentu saja karena kamu adalah calon raja hantu. Kamu memiliki aura ini untuk memikat mereka. Ini hal baik,” bisik Xiu Jimei agar tidak didengar oleh pihak lain.


“…” Hal baik dari mananya? Aku tidak mau terjerat oleh mereka, batin Yan Yujie tidak suka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ketika meninggalkan Dunia Hantu, semua peserta ujian bisa menghirup udara segar lagi dan bahkan ada yang mencium tanah berumput dengan gembira. Ada juga yang memeluk pohon dan memetik bunga yang indah.


Segala jenis kebodohan yang mereka lakukan sama sekali tidak dipermalukan, para guru pendamping bisa mengerti kenapa mereka seperti itu.


Di Dunia Hantu sama sekali tidak ada yang namanya rumput hijau dan bunga cantik yang segar. Air sungai saja tampak seperti racun, makanan seperti pakan ternak dan tidur seperti berada di gua es.


Ketika kembali ke kehidupan normal yang dirindukan, mereka seperti orang awam yang belum melihat dunia.


Tak lama setelah itu, seorang panitia datang sambil membawa berita penting lainnya.

__ADS_1


“Baiklah semuanya, untuk saat ini kalian akan beristirahat selama sehari. Pada hari berikutnya, berkumpul di halaman pagoda dua puluh lantai. Misi selanjutnya akan ditampilkan dalam gulungan tugas,” jelas panitia sopan.


Setelah itu, panitia ujian meninggalkan mereka untuk beristirahat. Tak lama, misi utama muncul di gulungan tugas masing-masing murid.


“Dunia Langit? Menjelajahi Dunia Langit?” Lei Mo terkejut dan merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Huang Fu Shi juga merasa tidak terduga. Dunia Langit itu sangat luas. Mulai dari Negeri Atas, Negeri Dongeng, Negeri Iblis, Negeri Dewa-Dewi, Negeri roh dan Negeri Alam Baka. Misi penting ada di Negeri Alam Baka. Setelah itu mereka harus pergi ke Istana Langit untuk mengambil gulungan penyelesaian tugas.


“…” Tidak heran kenapa ujian kali ini membutuhkan waktu setengah tahun, batin mereka.


Setelah memastikan jika tugasnya tidak salah, mereka segera pergi ke ibu kota Negeri Atas untuk mencari penginapan. Hari ini mereka harus beristirahat dengan baik.


Tidak tahu misi sampingan apa yang mereka ambil besok. Mungkin berburu monster jelek, menghitung anak burung roh, menangkap belut listrik atau tugas aneh lainnya.


Xiu Jimei juga mengantuk hari ini dan setelah menemukan penginapan, dia tidur lebih awal. Padahal hari masih siang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, mereka semua berkumpul di halaman pagoda dua puluh lantai sesuai dengan jadwal. Xiu Jimei serta kelompoknya tiba lebih awal sambil makan makanan ringan.


Ketika semuanya sudah berkumpul, panitia ujian mengatakan beberapa peraturan baru sekaligus kompensasi akibat apa yang terjadi di Dunia Hantu sebelumnya. Setiap kelompok diberi pil penyembuh luka tingkat tinggi yang bisa dimanfaatkan saat memiliki luka darurat.


Kedua pil memiliki warna dan aroma yang sama.


“Bukankah ini pil buatanku sendiri?” gumamnya.


“Xiao Mei, apakah kamu merasa familiar dengan pil penyembuh ini?” bisik Xuan Xing.


“Ya. Ini milikku,” jawabnya datar.


“Lalu bagaimana mereka bisa memilikinya?”


“Aku menjualnya pada Sovereign Sekte satu bulan sebelum ujian. Dia meminta pil ini dalam jumlah banyak. Demi persahabatan, aku menyanggupinya,” jelas Xiu Jimei tidak terlalu ingat.


“…” Siapa yang menyangka jika pil-pil ini akan diberikan pada mereka sebagai kompensasi.


Saat panitia ujian tak sengaja melihat Xiu Jimei dengan dua botol giok yang sama, ada sedikit rasa malu. Tapi bagaimana pun juga ini berasal dari Sovereign Sekte Atas, Yue Ming. Tapi dia juga tahu bahwa pil ini dibuat oleh Xiu Jimei.

__ADS_1


Untuk menghindari beberapa pertanyaan, panitia ujian segera berpamitan.


“Baiklah, semoga ujian kalian berjalan dengan lancar. Sampai jumpa di waktu berikutnya.”


Setelah itu panitia ujian menghilang secepat kilat.


“…” Apakah panitia ujian merasa bersalah akan sesuatu? Batin yang lainnya.


Semua murid yang telah mendapatkan pil dan melihat tugas sampingan yang berbeda, akhirnya pergi ke tempat tujuan masing-masing.


Kelompok Xiu Jimei mendapatkan tugas yang sama dengan kelompok Huang Fu Shi dan Meng Meng, jadi mereka berangkat bersama.


“Di mana itu pegunungan mati?” tanya Meng Meng.


Mereka semua tiba di salah satu puncak bukit. Lalu Huang Fu Shi menunjuk ke depan.


“Di sana.”


Mereka belum pernah pergi atau tahu tentang pegunungan mati. Semuanya melihat pegunungan suram yang dipenuhi dengan awan gelap, hujan serta petir di mana-mana. Kelompok Meng Meng sedikit merinding.


“Apakah di sana begitu mematikan?” tanya yang lain.


Xiu Jimei dan Xiu Jikai sepertinya sudah terbiasa dengan tempat itu.


“Di sana, aku sering berlatih bersama ayahku sejak kecil,” kata Xiu Jimei.


Kelompok Meng Meng menatap Xiu Jimei yang tertawa senang seperti tidak ada jejak ketakutan atau beban apapun.


“…” Apakah ayahmu begitu jahat? Batin mereka.


“Kita membutuhkan binatang roh terbang untuk pergi ke sana agar tiba lebih cepat,” kata Wang Xuyue yang berdiri di samping Cip Cip.


Yang lain juga mengangguk.


Jarak dari tempat mereka berdiri dengan pegunungan mati jelas sangat jauh. Membutuhkan sebulan perjalanan normal jika hanya mengandalkan binatang roh daratan. Karena itu mereka butuh burung roh terbang.


“Mari minta elang roh untuk mengantar kita ke sana,” kata Xiu Jimei.

__ADS_1


“Jangan bercanda. Elang roh sangat sombong, mereka tidak mungkin mau mengantar kita. Xiao Mei, apakah kamu punya rencana?” tanya Kin Wenqian.


“Tentu saja, jangan khawatir. Serahkan padaku,” jawab gadis itu seraya menunjukkan senyum polos yang tidak mungkin bisa membunuh seekor ayam.


__ADS_2