
Tak lama setelah Ning Siyu berpikir lebih jauh, dua gumpalan asap muncul di ruang bawah tanah dan mengubah diri menjadi manusia setengah binatang yang aneh.
"Dewi, apakah ada sesuatu yang bisa kami lakukan?" tanyanya.
Ning Siyu tampaknya tidak terkejut dengan kedatangan keduanya. "Ya, ini sangat penting. Jadi ingat untuk berhati-hati saat melakukan tugas ini."
Ning Siyu mengatakan beberapa patah kata tentang rencana yang diinginkannya. Lalu membiarkan mereka pergi.
"Dewi, kami akan melakukannya dan tunggu kami kembali untuk mendapatkan hasilnya." Kedua sosok pria berpenampilan setengah binatang segera berubah kembali menjadi gumpalan asap hitam dan menghilang.
Ning Siyu juga meninggalkan ruang bawah tanah agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi pihak lain. Dia pergi ke kamar dan diam-diam melihat sosok Xiu Jimei melalui cermin langit nya. Sudut mulutnya terangkat sedikit.
“Xiu Jimei … esensi delapan dewa-dewi itu pasti akan menjadi milikku,” gumamnya.
Ning Siyu awalnya tidak terlalu memedulikan tentang esensi tersebut. Tapi saat tahu jika esensi delapan dewi sangat kuat dan luar biasa, dia ingin mengambilnya. Dengan esensi tersebut, dia bisa menjadi lebih kuat dan paling dihormati di Alam Para Dewa.
Tak lama, sosok penjaga berjubah putih muncul di dalam kamarnya. Ning Siyu segera menutup kembali penglihatan cermin langit.
“Dewi, aktivitas melalui cermin langit dilarang selama setahun. Harap untuk mematuhi perintah ini,” kata penjaga itu.
“Baiklah, aku mengerti.” Ning Siyu tahu ini dan dia hanya melihatnya sebentar. Siapa yang tahu penjaga dari Istana Dewa Hakim itu begitu teliti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Dunia Langit, hari sudah malam. Semua orang beristirahat. Kelompok Xiu Jimei berada di sebuah penginapan. Kamar laki-laki dan perempuan dipisah oleh halaman.
__ADS_1
Xiu Jimei tidak tidur malam itu dan sibuk mempelajari buku sihir yang diberikan oleh Wang Xuyue. Sebagai kelinci percobaan, Tuit Tuit dan harimau putih roh kuno mengalami berbagai perubahan bentuk binatang malam itu.
Wang Xuyue, Kin Wenqian dan Xuan Xing menyaksikan dari tempat tidur tapi mereka akhirnya memilih untuk tidur dan memasang array masing-masing agar suara dua binatang itu tidak mengganggu kualitas tidur ketiganya.
“Tuan, kami tidak sanggup lagi. Tolong berhentilah,” kata Tuit Tuit yang kini berwujud seekor kelinci belang.
Bahkan harimau putih roh kuno berwujud seekor tikus, mencicit tidak jelas. Dia mengeluh penuh kekesalan.
"Benar, berhentilah menjadikan kami kelinci percobaan. Ini sungguh tidak lucu!"
Xiu Jimei sedang membolak-balik halaman buku sihir dan tidak memedulikan keduanya. Lalu dia bersiap lagi untuk mencoba mantra lain. Tapi perasaannya sedikit tidak nyaman. Dia merasa jika sesuatu sedang mengintainya dari kegelapan.
Menutup buku sihir dan melihat ke luar jendela, Xiu Jimei menyipitkan mata.
"Manusia, apa yang kamu lihat?" tanya harimau putih roh kuno yang telah mendapatkan kembali wujud aslinya.
"Ya." Xiu Jimei setuju.
Sepertinya ada aura aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Dan itu membuatnya tidak nyaman.
Di saat Xiu Jimei hendak menutup jendela untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam melesat ke arahnya.
Xiu Jimei membelalakkan mata, terkejut dan langsung menggunakan energi spiritual nya sendiri untuk menepis bayangan hitam yang mengandung aura jahat.
Tuit Tuit berteriak terkejut dan harimau putih roh kuno juga waspada.
__ADS_1
Tapi tetap saja, dorongan energi spiritual milik bayangan hitam lebih besar. Xiu Jimei mau tidak mau harus terpental dan membanting dinding hingga roboh.
Xuan Xing, Wang Xuyue serta Kin Wenqian langsung terbangun.
"Xiao Mei!" Wang Xuyue berteriak.
Sebelum ketiganya membantu Xiu Jimei, bayangan hitam itu juga menyerang mereka tanpa berperasaan. Sosok bayangan hitam akhirnya menampakkan wujud aslinya.
Xiu Jimei yang sudah berdiri melihat sosok itu dan bertanya-tanya tanpa sadar. "Kamu ini manusia atau siluman?" gumamnya.
Jelas wujudnya manusia tapi mereka berkepala binatang, memiliki ekor dan juga kaki binatang. Tapi tangan dan perawakannya manusia pada umumnya.
Ada dua bayangan hitam yang menjadi manusia dan sasaran mereka adalah Xiu Jimei. Keduanya melihat aura kegelapan di tubuh Xiu Jimei segera habis ditelan esensi delapan dewa-dewi.
"Siapa kalian?" tanya Xiu Jimei serius.
Tapi kedua pria berkepala binatang itu sama sekali tidak mengatakan apa-apa dan kembali menyerang Xiu Jimei dengan energi spiritual gelap. Xiu Jimei menghindar dan melawannya dengan energi spiritual cahaya.
Kedua pria berkepala binatang itu berteriak kepanasan, sepertinya tidak suka dengan energi cahaya di tangan gadis itu.
"Oh? Rupanya kalian takut energi spiritual murni?" Xiu Jimei menyeringai. Akhirnya dia menggunakan energi spiritual dari esensi delapan dewa-dewi.
Kedua pria berkepala binatang itu mundur perlahan, menyipitkan mata.
"Tidak kusangka, esensi delapan dewa-dewi ini sungguh luar biasa," gumam salah satu dari keduanya.
__ADS_1
"Ini tidak akan berhasil. Kita harus kembali dulu," kata rekannya.
Keduanya berniat melarikan diri menjadi gumpalan asap hitam. Tapi sosok pria berjubah putih tiba-tiba saja muncul di jendela dengan tatapan tajam dan penuh aura membunuh.