Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Bawahan Luo Chan Tidak Beruntung


__ADS_3

Xiu Jimei memiliki aura esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya, menguar sedikit demi sedikit dan bahkan tampak sombong saat merasakan kehadiran elang hitam roh. Mau tidak mau, elang hitam roh berdada putih menahan diri untuk tidak salah mengepakkan sayap.


"Kakak, dari mana kamu mendapatkan elang jelek ini?" tanya gadis itu.


Elang hitam roh yang dikatakan jelek mau tidak mau memutar bola matanya diam-diam. Apakah dia begitu jelek?


"Tidak jauh di gunung yang ada di dekat laut. Kebetulan elang ini lewat dan aku bernegosiasi," jawab Xiu Jikai terlihat santai dan malas.


"..." Siapa yang bernegosiasi? Jelas-jelas kamu yang meminta tanpa mendapatkan persetujuan! Batin elang hitam roh tidak suka tapi tidak berani macam-macam.


Xiu Jikai berada di ranah kekosongan. Elang hitam roh belum mencapai kultivasi ranah sama sekali. Tentu saja saat melihat Xiu Jikai, elang itu memiliki naluri takut pada yang kuat dan hendak melarikan diri. Siapa tahu bahwa laki-laki itu berani mencabut salah satu bulu ekornya.


Demi harga diri seekor burung, elang hitam roh berdada putih akhirnya setuju untuk bernegosiasi dengannya. Belum lagi, gratis! Meski begitu, nyawa lebih penting dari pada segalanya.


Sementara itu, Elder Chi serta yang lainnya masih belum puluh dari syoknya. Elang jelek dari mana? Yang mereka tunggangi saat ini merupakan elang hitam roh ganas yang ditakuti oleh para kultivator. Selama kultivator berburu ke hutan atau ke dekat gunung api, elang hitam roh pasti akan mengejar mereka.


“Ini … apakah tidak apa-apa jika kita membawa elang ini ke dekat kota?” Elder Chi masih ragu.


“Apakah ada masalah dengan elang ini?” tanya Xiu Jimei.


“Tidak ada masalah, hanya saja … elang ini tampaknya ditakuti oleh banyak orang. Jika mereka melihat elang ini memasuki sisi kota, kemungkinan besar istana kekaisaran akan gempar.”

__ADS_1


Karena ukuran elang yang besar, beberapa binatang roh lainnya tidak mampu melawan. Belum lagi, elang unggul di udara. Jika muncul di atas kota, orang-orang akan mengira jika kelompok elang sedang mencari mangsa. Ini agak berbahaya untuk kelangsungan hidup kawanan elang.


“Elder Chi, ternyata kamu sangat penyayang binatang,” kata Xiu Jimei.


“…” Tidak, terima kasih. Elder Chi tidak berdaya.


Xiu Jikai akhirnya hanya meminta elang itu untuk menurunkan mereka agak jauh dari pinggir kota. Dengan begitu, tidak ada yang akan menyadari kehadirannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di sisi lain hutan, dua bawahan Luo Chan yang pingsan akhirnya sadarkan diri. Keduanya terbangun setelah merasakan hawa dingin di tubuh. Ketika kesadaran mulai terkumpul, keduanya menyadari jika hari sudah gelap. Tapi mereka tidak tahu apa yang baru saja terjadi.


"Apa yang terjadi padaku? Di mana ini?" gumam salah satu dari keduanya.


"Tubuhku dingin sekali." Rekannya mencoba untuk bangkit. Namun tiba-tiba saja merasa firasat buruk.


Dalam suasana malam yang tidak ada penerangan sama sekali, keduanya saling menatap dalam gelap. Sebagai kultivator, penglihatan keduanya tajam di malam hari. Tak lama setelah itu, keduanya tertegun.


"??!!" Apa yang baru saja terjadi?!


"Kamu—!" Keduanya saling menunjuk, ada ekspresi malu dan kebingungan.

__ADS_1


Setelah meraba apa yang dikenakan keduanya, jelas ini bukan hal yang baik. Ini bukan pakaian mereka!


"Apa yang kita kenakan sebenarnya? Di mana pakaian kita dan apa yang terjadi? Siapa yang melakukannya?"


"Mungkinkah kelompok mereka?"


"Beraninya mereka!" Salah satu dari keduanya menggertakkan gigi.


Keduanya berdiri dengan gerakan canggung. Meraka memakai rok rumput ilalang selutut yang masih cukup segar. Lalu tubuh atas mereka ditutupi oleh sejenis pakaian dalam yang juga terbuat dari dedaunan lebar. Ada kalung dan gelang dari tanaman merambat. Bukan hanya itu, keduanya juga memakai mahkota bunga merambat.


Walaupun keduanya bisa melihat satu sama lain, suasananya terlalu gelap. Tidak jelas seperti apa penampilan mereka.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya salah satu dari keduanya, sedikit marah dan bingung.


"Cari pakaian kita dulu!" Rekannya kesal dan marah. Dia jelas tidak mungkin pergi dengan kondisi seperti saat ini.


Keduanya mencari pakaian dengan teliti. Siapa tahu tergeletak di sisi lain. Sambil menahan hawa dingin di hutan yang sunyi, keduanya bertindak seperti manusia hutan berburu mangsa di malam hari.


Pada akhirnya, salah satu dari keduanya berhasil menemukan sepotong pakaian. "Akhirnya ketemu!" Dia sangat antusias hingga tak menyadari jika kondisi pakaiannya penuh lubang dan terkoyak saat ini.


Suasana hati yang membaik segera jatuh ke tanah lagi. Pria itu menggertakkan gigi. Tidak tahu malu! Siapa yang berani merusak pakaian mereka?!

__ADS_1


Keuangan menemukan setumpuk pakaian di bawah pohon tak jauh dari keduanya pingsan tadi. Tapi kondisi pakaian mereka rusak parah. Lebih tidak layak dipakai. Ini jelas bukan perbuatan manusia tapi dicakar binatang roh?


Keduanya tidak tahu jika pakaian itu dirusak oleh Reddish yang berubah menjadi seekor merak merah sebelumnya.


__ADS_2