
Kepala Xiu Jimei melayang di udara perlahan-lahan. Lalu serpihan tubuh yang hancur itu menjadi cahaya, kemudahan tubuh Xiu Jimei terbentuk kembali. Rambutnya juga menjadi putih keperakan.
Proses regenerasi tubuh merupakan kemampuan kultivator yang paling sulit dan mustahil dilakukan sebagian orang. Bahkan jika ada, mereka hanya bisa menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang. Tapi tidak dengan tubuh yang hancur.
Apa yang terjadi pada Xiu Jimei jelas tubuh yang hancur. Tidak mungkin hidup. Jantung saja tidak tahu ada di mana.
Tapi kenyataannya semua itu menampar Lu Mian, Shishi dan Shasha. Tubuh Xiu Jimei terbentuk kembali dengan baik dan pakaiannya masih sama seperti sebelumnya.
Yamla tidak terkejut dengan ini. Jika Xiu Jimei benar-benar mati, maka Ming Zise pasti akan menghancurkan Alam Neraka apapun yang terjadi. Mungkin juga ayah gadis itu akan mengamuk.
"Bagaimana mungkin ada hal seperti itu?" gumam Lu Mian sedikit tercengang. Tapi lebih banyak rasa ngeri daripada kagum. Pupil matanya sedikit mengecil. "Tidak mungkin! Apakah kamu masih manusia?!!"
Xiu Jimei menggerakkan kepalanya yang kaku lalu melenturkan tubuhnya juga. "Kenapa tidak mungkin? Jelas aku ini manusia tapi tentu saja aku lebih kuat darimu."
Kali ini giliran Xiu Jimei yang menyerang mereka. Lu Mian dan si kembar sedikit kewalahan. Pikiran mereka masih bingung dan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Jadi mau tidak mau, dalam kepanikan luar biasa, ketiganya menyerang secara brutal dan acak.
Sulur roh pembunuh sebelumnya menyerang semua orang di hutan, serta hendak menghancurkan arry pelindung Hutan Alam Baka. Tiba-tiba saja sulur-sulur itu kembali ke hutan bagian dalam. Tentu bukan karena takut, tapi karena Lu Mian menarik kembali energi spiritualnya. Dia ingin fokus melawan Xiu Jinei.
Yamla sudah menjadi ukuran kecil dan berada di bahu Xiu Jimei. "Putri, kali ini mungkin akan lebih merepotkan."
"Tidak ada yang lebih merepotkan selain berpikir untuk makan apa besok pagi," celetuk gadis itu.
"..." Kepalamu hanya diisi oleh makanan, batin Yamla.
Ratusan sulur roh pembunuh tiba-tiba saja muncul dan menyerang Xiu Jimei. Gadis itu menggunakan pedang naga esnya untuk membekukan sulur. Dia tidak berniat untuk membunuh ketiganya, tapi melumpuhkannya saja. Tentu saja, Xiu Jimei harus mengurus Lu Mian lebih dulu.
Sulur roh pembunuh yang bersentuhan dengan pedang naga es langsung membeku dan kaku. Sulit untuk bergerak. Sekilas agak sedikit menakutkan, tapi juga terlihat sepeda mahakarya yang indah.
__ADS_1
Lu Mian tidak memiliki cukup tenaga. Es yang menyelimuti sulur roh pembunuh lebih kuat daripada elemen kayunya.
"Bagaimana bisa? Kamu hanya kultivator Dunia Langit yang bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan kami dari Alam Para Dewa dan Alam Neraka. Tidak mungkin mampu menandingi kami!" Lu Mian tidak terima jika dirinya tampak lebih lemah dibanding Xiu Jimei.
Dia menghancurkan tubuh gadis itu. Tapi kenyataannya, Xiu Jimei memang sengaja tidak melawan. Gadis itu menunjukkan kekuatannya sendiri. Semua serangan Lu Mian menjadi sia-sia.
"Tidak peduli dari mana seseorang berasal, tapi kekuatan selalu menjadi simbol." Xiu Jimei langsung mengarahkan pedang naga es ke arah Lu Mian.
Embusan angin menerpa tubuh Lu Mian. Hawanya menjadi dingin seperti musim dingin. Kemudian, tubuhnya perlahan diselimuti es. Meski tidak membeku, namun Lu Mian menyadari jika serangan Xiu Jimei bukan untuk fisiknya tapi organ internalnya.
Lu Mian merasa ototnya menjadi kaku, organ internalnya membeku sehingga dia bahkan muntah darah. Wajahnya pucat. Sulur roh pembunuh yang mulai kehilangan kendali Lu Mian, seketika mendapatkan kembali kebebasannya.
Sulur roh pembunuh tidak berani untuk melawan Xiu Jimei. Berdasarkan tingkat kekuatan, Xiu Jimei jelas berbahaya. Sulur roh pembunuh sebelumnya dikendalikan Lu Mian sehingga kehilangan kendali diri. Setelah bebas, ratusan sulur yang tidak membeku langsung menyerang Shishi dan Shasha.
"Lu Mian! Apa yang terjadi? Kenapa sulur-sulur itu malah menyerang kita?!" Shishi menggunakan pedangnya untuk melawan sulur roh pembunuh.
Lu Mian yang pucat saat ini justru tidak memikirkan mereka. Dia sibuk dengan dirinya sendiri. Organ internalnya yang mati rasa dns kedinginan, rasanya sudah hampir menguatnya gila.
"Xiu Jimei! Ratu kami pasti tidak akan membuat kalian tenang! Tunggu pembalasan ratu kami!" Lu Mian menggertakkan gigi. Wajahnya perlahan retak dan menunjukkan cahaya lava yang cukup jelas.
Xiu Jimei menyipitkan mata, menyimpan kembali pedang naga esnya. Dia berniat untuk menangkap Lu Mian dengan menggunakan rantai spiritual tapi Lu Mian tampaknya telah mencoba untuk bunuh diri.
Xiu Jimei tidak akan membiarkan itu terjadi.
Tiba-tiba saja Lu Mian tertawa mengejek. "Ingin menangkapku hidup-hidup? Percuma saja. Kamu tidak akan mendapatkan informasi apapun dariku!"
Tawa Lu Mian terus terdengar sampai tubuhnya meleleh dan terbakar menjadi abu. Dia tahu jika masa hidupnya akan berakhir cepat atau lambat. Bahkan jika hidup, ia hanya bisa menjadi tahanan Xiu Jimei. Jika kembali ke Alam Neraka, juga pasti mati di tangan Ning Siyu.
__ADS_1
Tidak ada yang lebih baik. Jadi bunuh diri menjadi pilihannya.
Shishi dan Shasha tidak menduga jika Lu Mian akan bunuh diri. Keduanya berusaha untuk melarikan diri namun terjerat oleh sulur roh pembunuh. Keduanya dibelit oleh sulur-sulur itu tanpa belas kasihan sama sekali.
Sulur roh pembunuh sangat rakus dengan energi spiritual, darah dan daging keduanya. Xiu Jimei tidak berniat untuk menolong. Lagi pula, Lu Mian adalah kunci utamanya. Si kembar itu tampaknya hanya pengikut. Lebih baik mati untuk meminimalkan masalah di masa depan.
"Tidak! Tidak! Kami tidak mau mati! Tolong ...!! Tolong!!!" Shishi berusaha untuk melepaskan diri. Namun duri-duri sulur roh pembunuh telah merobek kulit mereka hingga berdarah di mana-mana.
Suara terakhir yang terdengar oleh Xiu Jimei dan Yamla hanyalah teriakan kesakitan dan putus ada. Sebelum akhirnya suara itu menghilang.
Sulur roh pembunuh hanya menyisakan kedua mayat itu tukang terbungkus kulit. Xiu Jimei memeriksa nya jika Shishi dan Shasha sudah mati.
"Ini mengerikan!" Yamla sedikit merinding. Sulur roh pembunuh ternyata sama ganasnya dengan sulur roh yang ada di Alam Para Dewa.
Xiu Jimei menghela napas. "Sayang sekali, tidak bisa mempertahankan mereka. Mungkinkah jika mati lebih baik daripada menjadi tahanan?" gumamnya.
Yamla sedikit bingung. "Putri, di dunia ini, semua orang pasti memiliki pilihannya sendiri. Jika ini terjadi padaku, tentu saja lebih baik mati daripada mengkhianati tuannya."
Ternyata seperti itu ... Xiu Jimei mungkin bisa mengerti perasaan orang-orang yang setia pada tuannya.
Sulur roh pembunuh segera melarikan diri sebelum Xiu Jimei bisa bertanya pada mereka. Meski sulur roh pembunuh tidak mampu bicara, Roh Bunga pasti bisa memahaminya nanti. Xiu Jimei awalnya berniat membiarkan Roh Bunga bertanya nanti.
Sudut mulut Xiu Jimei berkedut. Lupakan saja. Dia dan Yamla akhirnya kembali ke tempat yang lainnya berada.
Setibanya di sana, Yan Yujie serta yang lainnya kelelahan setelah terjerat cukup lama dengan sulur roh pembunuh. Mereka mengalami beberapa luka ringan dan tidak membahayakan hidup.
"Anak Majikan, akhirnya kembali. Pinky merasa tidak enak badan." Roh Bunga segera menjual ekspresi sedih dan terlukanya pada Xiu Jimei.
__ADS_1