Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Identitas yang Terbongkar


__ADS_3

Merak biru tua itu sedikit merinding saat melihat Xiu Jimei lebih mendominasi dibandingkan dirinya saat marah. Dia ingin tersedak sesuatu. Xiu Jimei kembali menendangnya dan mendesak merak biru tua itu untuk mengusir para semut.


“Kenapa kamu tidak melakukannya sendiri?” Merak biru tua tidak ingin yang lain tahu jika dirinya adalah dewa binatang.


“Aku? Humph! Jika aku yang melakukannya, sudah tentu ku sambar petir sejak lama. Semut-semut ini bukan lawanku. Hanya saja aku teringat dengan identitasmu. Tidak apa-apa, kalau begitu biar aku saja!” Xiu Jimei tidak akan segan untuk membunuh semua semut roh api.


Di saat Xiu Jimei bersiap untuk menggunakan salah satu elemen petirnya, merak biru tua takut jika dirinya disambar lagi dan segera menghentikannya sebelum terlambat.


“Jangan! Biar aku saja yang melakukannya! Aku saja!”


Tanpa sadar, dewa binatang kembali ke wujud manusianya saat ini. Seorang pria yang sangat tampan and penuh aura. Yang lainnya segera membelalakkan mata, kecuali Yuu, Xiu Jikai dan Ming Zise. Merak biru tua yang bisa bicara tadi ternyata seorang pria dengan jubah brokat mewah yang terlihat sangat mahal.


Bahkan Tuit Tuit sendiri tak bisa menahan diri untuk berteriak kaget hingga Xiu Jimei langsung menyumpalnya dengan semut roh api di tangannya. Tuit Tuit langsung meludahkan semua roh api yang tidak enak itu.


“Tuan, kamu sangat kejam,” gumamnya.


“Kalau begitu tidak perlu berteriak juga.”


Tuit Tuit berteriak bukan hanya karena rasa terkejutnya tapi juga langsung teringat dengan seseorang. Merak biru tua itu ternyata benar-benar pria itu. Siapa yang menyangka jika selama ribuan tahun berlalu, penampilannya akan lebih baik dan lebih baik lagi. Ini seperti itik yang menjadi angsa atau burung pipit yang ingin menjadi burung phoenix.


Semua wanita suka pria tampan tak terkecuali burung betina. Hanya saja merak berbeda dengan phoenix. Belum lagi saat ini Tuit Tuit adalah binatang suci ilahi kuno. Rasa cinta itu tidak akan pernah ada. Tapi … meski dia bisa melanggar aturan, identitasnya sebagai binatang suci roh ilahi kuno akan hilang dan dia akan menjadi binatang roh biasa.


Ketika Dewa Binatang kembali mendapatkan wujud manusianya, Yuu dan Sin tertegun. Namun tiba-tiba saja keduanya segera berlutut dan menundukkan kepala seolah-olah takut padanya. Wang Xuyue serta sisanya kebingungan. Kenapa keduanya berlutut?


Bukan hanya itu, Cip Cip, anak beruang roh kuno serta para semut roh api juga menunjukkan seakan-akan mereka itu berlutut ke arah Dewa Binatang.

__ADS_1


“Ah? Ada apa ini dan siapa dia? Kenapa Cip Cip tunduk untuknya?” Wang Xuyue memecahkan keheningan.


Xuan Xing juga penasaran tapi tidak banyak bicara. Jia Lishan juga sama. Lei Mo berulang kali ingin mengatakan sesuatu tapi tidak ada satu pun kata yang terucap. Terutama para semut roh api yang sebelumnya gelisah dan ingin menyerang mereka, kini tidak berani sama sekali.


Xiu Jimei tidak peduli dengan seberapa terkenalnya Dewa Binatang saat ini. Dia butuh tidur untuk melakukan aktivitas lain besok.


“Apa lagi yang kamu tunggu? Cepat urus!” Xiu Jimei memelototinya.


Dewa Binatang menghela napas tidak berdaya dan meminta mereka untuk tidak lagi menyembahnya. Sin dan Yuyu sedikit pucat. Siapa yang menyangka akan bertemu dengan dewanya para binatang berada di tempat yang sama dengan mereka.


“Mewakili ras duyung, kami memberi hormat pada Dewa Binatang,” ucap Sin sangat sopan.


“Bangunlah dan jangan pedulikan untuk saat ini.” Dewa Binatang harus segera mengurus masalah semut roh api agar gadis itu tidak mengambil tindakan untuk merugikannya.


Alasan kenapa mereka menyerang Yan Yujie hanya karena aura yin dari tubuh manusia itu mengancam mereka. Dikarenakan Yan Yujie adalah raja hantu, tentu saja tidak akan bisa lepas dari yang namanya aura gelap dan napas jiwa orang mati.


Dewa Binatang menatap semut roh api yang ada dia sekitarnya. "Kembalilah ke tempat kalian dan jangan hiraukan manusia-manusia ini. Aku akan menjaga mereka agar tidak mengganggu sarang kalian."


Para semut roh api tidak berani membantah dan langsung berkompromi. Mereka semua membubarkan diri secepatnya. Hanya butuh kurang dari sepuluh detik, semua semut roh api remah menghilang dari pandangan mereka.


Kecepatan semut roh api benar-benar luar biasa. Wang Xuyue serta yang lainnya tidak bisa berkata-kata lagi setalah melihat kejadian tersebut.


Xiu Jimei melihat situasi tenang kembali dsn dia menguap. "Baiklah, kembali tidur dan mari kita berburu besok," katanya.


"Berburu?" Yan Yujie memikirkan seekor rusa yang terkena anak panah di pantatnya. Sepertinya menyenangkan. Dia kembali mengubah penampilannya seperti Yan Yujie yang biasa.

__ADS_1


Ming Zise menatap Dewa Binatang seperti menyalahkan sesuatu, lalu mengikuti Xiu Jimei ke dalam tenda.


"..." Apa lagi salahku kali ini? Dewa Binatang sedikit tidak nyaman dengan tatapan Ming Zise. Pasangan itu sama-sama tak tahu malu, pikirnya.


Sementara yang lain penasaran dengan Dewa Binatang. Mereka tidak takut atau canggung, tapi sangat antusias. Benar atau tidaknya tentang dewa binatang, mereka tidak peduli. Namun yang pasti, Cip Cip dan harimau putih roh kuno tidak lagi sekadar sebelumnya.


Dewa binatang kembali ke wujud merak biru tua nya untuk menghemat tenaga. Dia melirik harimau putih roh kuno dan Cip Cip yang menatapnya dengan heran.


"Kenapa? Apakah kamu masih tidak percaya jika aku adalah dewa binatang?" tanyanya sedikit kesal.


"Aku masih kurang yakin tapi juga yakin. Kenapa tiba-tiba aku membungkuk padamu? Pasti ada sihir!" Harimau putih roh kuno seperti mendapatkan kembali kewarasannya setelah Dewa Binatang mengambil wujud meraknya.


Merak biru tua itu memutar bola matanya dan kesal hingga jambulnya terangkat tinggi. Sekumpulan binatang bodoh! Batinnya.


"Jika kamu dewa, bisakah kamu mengubahku menjadi angsa?" tanya Cip Cip penuh harap.


Merak biru tua langsung tertawa saat melihat Cip Cip—si ayam roh kuno besar. Setelah puas tertawa sebentar, dia ingin mencibir tapi paruhnya tak mampu melakukan itu.


"Poohhh! Kamu ingin jadi angsa? Sejak kapan ayam bisa menjadi angsa? Aku bahkan lebih cantik daripada seekor angsa!" Merak biru tua tertawa lagi.


"Kalau begitu ... kamu bisa mengubahku menjadi merak juga." Cip Cip tidak menyerah.


"Tidak bisa. Aku hanya dewa Alam Para Dewa, bukan Tuhan."


Benar-benar seekor ayam. Pikiran semua ayam memang tidak ada yang sehat, batin merak biru tua. Dia tertawa lagi hingga membuat Cip Cip ingin menendangnya saat ini. Jika bukan karena fakta bahwa merak biru tua itu adalah dewa binatang, dia pasti sudah menendangnya sejauh mungkin.

__ADS_1


__ADS_2