
Intinya, Kakek Meng hanya bisa percaya atau tidak percaya jika bintang berbulu putih itu bukankah anak anjing tapi anak beruang. Tidak heran bisa menangkap ikan dengan mudah.
Setelah memakan semua ikan panggang, mereka memutuskan untuk melanjutkan pencarian tanaman herbal yang tertunda. Xiu Jimei menemukan beberapa jamur spiritual beracun di salah satu batang pohon yang tumbang.
Pepohonan di hutan tersebut cukup besar dan banyak yang tumbang karena perkelahian binatang roh atau pertarungan kultivator di masa lalu. Terkadang sebagian pohon yang telah berusia lebih dari seratus tahun memiliki energi elemen kayu yang kaya. Tak jarang juga akan menjadi racun.
Contohnya jamur spiritual beracun yang tumbuh di batang pohon tersebut. warna jamur itu lebih gelap dan mengeluarkan aroma yang agak menyengat. Jika menghirup aroma jamur spiritual beracun cukup lama, maka korbannya akan berhalusinasi dan jatuh dalam mimpi tanpa akhir.
Xiu Jimei memetik semua jamur itu tanpa ada yang tersisa. Sebenarnya cukup berbahaya jika binatang roh datang ke sini untuk mencari buruan segar.
“Apakah jamur itu bisa dijadikan racun halusinasi?” tanya Xuan Xing.
Kakek Meng mengangguk. “Bahkan bisa lebih kuat dari itu. Jika diolah oleh seorang alkemis tingkat tinggi, jamur beracun ini bukan hanya memberikan halusinasi atau ilusi tapi juga menjadi racun bunga tidur.”
Racun bunga tidur bisa membuat orang jatuh dalam tidur dan bermimpi indah tanpa henti hingga semakin lama seperti kenyataan dan akhirnya tidak mau bangun dari mimpi itu. Jika hal itu terjadi, maka penderitanya akan meninggal. Atau setidaknya terjebak selamanya dalam mimpi sampai ada teknik yang mampu membangunkannya kembali.
Hanya saja racun seperti itu jarang dibuat oleh alkemis obat atau racun manapun, kecuali para kultivator jahat. Belum lagi harga untuk racun tersebut sangatlah mahal karena belum ada penawarnya sama sekali. Tapi … Kakek Meng melirik Xiu Jimei. Bisakah gadis itu membuat racun dan penawar dari racun bunga tidur?
Xiu Jimei tidak tahu pikiran pria tua itu. Ia menyimpan jamur spiritual beracun itu ke keranjang yang dibawanya.
“Aku akan membuat racun yang lebih bagus lagi nanti. Tunggu saja,” katanya.
Wang Xuyue curiga dengan senyum gadis itu. “Racun apa yang kamu maksud?”
“Kamu akan tahu nanti dan kalian harus mencobanya. Jangan khawatir, aku akan menjamin nyawa kalian tetap di tempatnya.”
__ADS_1
“…” Wang Xuyue dan kawan-kawan tertegun sebentar. Tidak, terima kasih, batin mereka.
Mereka menghabiskan waktu di hutan hingga langit menjadi jingga. Tanpa terasa waktu telah banyak berlalu. Mereka berniat untuk bermalam di hutan kali ini, namun ternyata lokasi desa obat sudah sangat dekat.
Kakek Meng membawa mereka semua ke sana dengan teknik teleportasi. Setibanya di pintu masuk utama di desa tersebut, beberapa kelompok ujian lainnya juga sudah tiba sejak awal. Termasuk kelompok Huang Fu Shi, bersama Shin Yalong, Lei Yuan dan Fu Yiyuan.
“Kalian akhirnya tiba. Kupikir kalian tidak akan tiba hari ini,” kata Lei Yuan seraya meletakkan ember berisi air. Dia baru saja pergi ke sungai untuk mengambil air.
“Kapan kalian tiba?” tanya Jia Lishan.
Huang Fu Shi mengerutkan kening. “Kami tiba siang tadi dan langsung ditugaskan.”
Lei Yuan ingin mengeluh tapi tidak bisa. Sejak awal datang, para senior alkemis dan guru dan penduduk setempat bekerja sama untuk memberikan tugas pada mereka. Bukan hanya membantu mereka menyiram tanaman herbal, tapi juga belajar untuk mengetahui semua jenis herbal dan racun. Ia hampir mual ketika melihat buku tebal yang harus dipelajari.
Kakek Meng segera mengajak kelompok Xiu Jimei ke salah satu rumah penduduk yang memiliki banyak kamar. Rumah salah satu penduduk yang dipilih itu cukup kokoh, halamannya luas dan semua perabotannya sangatlah sederhana.
“Malam ini, istirahat dan besok datanglah ke gedung alkimia.” Kakek Meng pamit pada pemilik rumah dan pergi.
Kelompok Xiu Jimei telah pergi ke kamar yang disiapkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya, kelompok Xiu Jimei pergi ke gedung alkimia setelah sarapan selesai. Kakek Meng ternyata ada di ruangan penelitian pribadinya. Tapi karena ruangan itu tidak bisa dimasuki oleh orang lain, maka mereka menunggu di halaman.
Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan suara ledakan pada salah satu ruangan yang ada tak jauh dari sana. Asap hitam mengepul dari celah pintu, jendela dan atap. Ketika pintu dibuka agak kasar, dua orang keluar dengan tubuh penuh jelaga.
__ADS_1
Tanpa diduga Xiu Jimei akan bertemu dengan Bai Shiyu sang raja racun kuno. Pria tua itu batuk-batuk seraya mengibaskan tangannya untuk menyingkirkan asap hitam yang ada di sekitarnya. Sedangkan yang ada di sampingnya tak lain adalah Poppy, Kaisar Bunga Racun.
“Apa yang keduanya lakukan hingga ledakan terjadi?” Yan Yujie merasa jika penampilan keduanya sangatlah menghibur.
Xiu Jimei mengeluarkan sebotol yogurt dari ruang spiritual bawaannya dan menyesapnya dengan santai. “Apa lagi selain meledakkan tungku alkimia,” jawabnya.
Wang Xuyue sedikit merinding. “Apakah begitu mengerikan saat gagal meracik bahan herbal?”
“Sepertinya tidak juga, tergantung obat atau racun apa yang akan dibuat. Semakin tinggi jenis obat atau racun yang dibuat, kemungkinan besar untuk gagal juga cukup tinggi. Bahkan jika obat atau racun berhasil dibuat, belum tentu kandungan spiritualnya murni. Jika masih ada kotoran herbal atau bubuk ampasnya yang tertinggal, maka khasiatnya juga beda,” tutur Xiu Jimei.
“Ternyata menjadi alkemis itu merepotkan,” gumam Wang Xuyue.
Xiu Jikai mengangguk setuju. Tapi dia menambahkan. “Walaupun begitu, para alkemis adalah yang paling kaya. Pil atau racun yang mereka jual akan terjual dengan harga tinggi di pelelangan.”
Hanya satu masalah bagi para alkemis, mereka pasti akan diincar oleh beberapa pihak demi beberapa tujuan. Jika para alkemis bersinggungan dengan salah satu pihak yang lebih kuat, nasib mereka biasanya buruk.
Sementara itu, Xiu Jimei juga seorang alkemis dan kekuatannya telah terlihat di sekte. Tapi pihak-pihak yang selalu mencari bakat-bakat langka dari kalangan alkemis tidak pernah berani datang pada adiknya. Saat mendengar nama Xiu Jimei sebagai alkemis tingkat tinggi, mereka lebih suka memutar jalan ketimbang bertemu dengannya.
Poppy dan Bai Shiyu belum menyadari adanya kelompok Xiu Jimei. Mereka berdua sibuk memadamkan api yang mulai membakar ruangan itu.
“Apakah kalian butuh bantuan?” tanya Xuan Xing.
Bai Shiyu tidak memperhatikan siapa yang bertanya dan sibuk mengumpulkan air yang ada tak jauh dari halaman. Untungnya setiap halaman akan memiliki kolam kecil dengan air jernih berasal dari mata air pegunungan.
“Bantulah, cepat!” Bai Shiyu sedikit tidak sabar.
__ADS_1
Xuan Xing menggunakan elemen esnya untuk membekukan semua permukaan ruangan. Hawa dingin semakin terasa. Belum lagi ini memasuki musim gugur. Melihat lapisan es yang akhirnya memadamkan semua api, Bai Shiyu dan Poppy menyadari ada yang salah.