Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Ning Siyu Turun Ke Alam Sekuler


__ADS_3

Yamla juga tahu jika segelnya dihancurkan, Ning Siyu akan mengetahuinya. Tapi jika ingin membuktikan, maka Yamla lebih suka menghadapi Ning Siyu secara langsung. Biarkan wanita itu muncul di depan tuannya dan mengakui perbuatannya di masa lalu.


Ming Zise tidak khawatir seperti Wuming. Dia langsung melepaskan segel yang mengurung Yamla di tempat ini. Saat segel itu dilepaskan, kabut putih yang menyelimuti Lembah Hantu pun menghilang.


Lembah tampak seperti tempat biasa yang jarang terjamah manusia. Namun banyak tulang belulang manusia saat ini yang membuat Yamla merasa bersalah.


"Aku akan mengampunimu sekali. Tapi tidak lain kali." Ming Zise sudah tahu seluk beluk masalahnya. Dan itu ada pada Ning Siyu.


"Terima kasih Tuan!" Yamla senang.


"Di masa depan, kamu harus melindungi Xiu Jimei diam-diam."


"Siapa itu Xiu Jimei?" Yamla kebingungan.


"Calon Nyonya." Wuming membantu tuannya menjawab. "Gadis yang bertanya padamu sebelumnya."


"..." Yamla teringat dengan gadis yang bertanya dengan santai sebelumnya. Apakah gadis berwajah datar itu? Apakah dia?


"Ning Siyu pasti akan datang padamu sekarang. Aku akan melihat dari jauh dan kamu harus membuktikan jika dialah yang menjebakmu. Jika tidak, kamu tidak perlu menjelaskan apapun lagi," kata Ming Zise mengambil pencegahan.


Yamla tahu tuannya masih ingin bukti dan mengangguk padanya. Lalu Ming Zise dan Wuming menghilang dari hadapannya dan berada di suatu tempat untuk memperhatikan.


Memang tak berapa lama kemudian, sosok Ning Siyu datang dengan menunggangi angsa putih yang sangat spiritual. Dia mendarat di tepi lembah dengan tatapan jijik. Gaun merah mudanya sedikit kotor saat terkena tanah berlumpur di sekitarnya. Sungguh tempat yang tidak bersih!


Menginjakkan kaki di alam sekuler yang rendah ini, dia tampak sedang menginjak lumpur.


Ning Siyu merasakan aura Yamla telah bebas dari lembah ini dan mulai memasang array agar Yamla tidak melarikan diri.


"Yamla, aku tidak tahu jika kamu berani mematahkan segel setelah sekian lama terkurung di sini. Sepertinya kamu telah menelan banyak mangsa untuk memperkuat diri," ujar Ning Siyu. Dia yakin Yamla mampu mendengarnya.


Tak lama, seekor ular putih raksasa muncul tak jauh dari keberadaan Ning Siyu, menatapnya dengan penuh kemarahan. Ular putih raksasa itu menjulurkan lidahnya berulang kali sebelum akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.


"Sudah sekian lama kamu mengurungku di sini. Mau sampai kamu menahanku? Dewi Kecantikan, kamu sama sekali tidak bisa membunuhku. Cepat atau lambat, tuan akan datang menemukanku." Yamla setengah berteriak.

__ADS_1


Ning Siyu awalnya memiliki ekspresi yang tidak menyenangkan. Memikirkan Ming Zise yang saat ini berada di alam sekuler menjadi guru pendamping, dia khawatir akan menemukan Yamla.


"Jangan khawatir tentang itu. Lagi pula, di matanya, kamu hanyalah pengkhianat. Siapa yang menyuruhmu memiliki wajah cantik itu. Di Alam Para Dewa, tidak ada wanita mana pun yang bisa menandingi kecantikan ku! Kamu tidak bisa dekat dengan Zise. Dia adalah milikku!"


"Ning Siyu! Kamu serakah! Apakah kamu tidak takut hukum dewa?" Yamla sungguh tidak menduga jika Ning Siyu sangat terobsesi dengan kecantikan.


"Hukum dewa? Aku tidak melakukan kesalahan apapun yang merugikan orang lain. Aku menjalankan tugasku. Tapi meskipun aku adalah dewi kecantikan, tidak ada yang bisa menandingi kecantikan ku."


Yamla tidak mengatakan apa-apa lagi dan membiarkan Ning Siyu mengatakan segalanya.


"Sekarang kamu berani melepaskan segelku. Aku tidak akan membiarkanmu kembali ke Alam Para Dewa. Kamu lebih cocok tinggal di tempat rendah seperti ini sebagai siluman ular yang merayu banyak pria yang tersesat. Zise pasti tidak akan membawamu kembali di masa depan setelah kamu menjadi wanita yang kotor." Ning Siyu tertawa sedikit dan sudah membayangkan seluruh rencana berada di bawah kendalinya.


Yamla tidak menduga jika pikiran Ning Siyu tidak pernah berubah. Selalu berpikir jika dirinya merayu Ming Zise. "Dewi Kecantikan, para dewa memiliki takdirnya sendiri. Tuanku mungkin bukan jodohmu."


"Diam!" Ekspresi Ning Siyu langsung tidak senang saat Yamla mengatakan ini. Dia merasa tersindir karena dewa jodoh telah menetapkan bintang phoenix Ming Zise, seorang gadis kecil dari Dunia Langit.


Kemudian, Ning Siyu mengubah ekspresi kejamnya menjadi senyum yang menawan. "Setelah mengurusmu, aku akan mengurus gadis kecil di samping Zise. Tidak ada yang lebih cocok untuk Zise selain aku!"


Ning Siyu menahan dirinya dan menyipitkan mata. Gadis yang datang itu, Xiu Jimei! Gadis yang paling dibenci Ning Siyu saat ini karena berani merayu Ming Zise.


Xiu Jimei tidak memedulikan Ning Siyu dan hanya fokus pada Yamla yang kini berwujud ular putih raksasa.


"Kecantikan, di mana guru? Kenapa kamu masih di sini?" tanya Xiu Jimei polos.


"..." Yamla tidak menduga jika Xiu Jimei akan datang.


Bahkan Ning Siyu tidak menyadari jika Xiu Jimei mampu menerobos array pembatas yang mengurung seisi lembah. Bagaimana dia bisa masuk? Pikirnya.


Tapi siapa yang dipanggil guru olehnya? Mungkinkah Ming Zise? Tapi tidak mungkin.


Ning Siyu mencoba untuk menyangkal spekulasi di hatinya.


"Oh, siapa yang memelihara angsa putih itu? Sangat cantik!" Xiu Jimei melihat seekor angsa putih dengan mahkota berlian di kepalanya, menatap Xiu Jimei dengan kesombongan tapi tidak merasa jijik.

__ADS_1


"..." Bukankah seharusnya bertanya pada wanita di samping angsa? Kenapa bertanya tentang angsanya? Batin Yamla sungguh tidak terduga.


Yamla mengira jika Xiu Jimei ini memiliki sedikit kelainan pada pola pikirnya yang polos dan tidak terduga.


Tiba-tiba saja angsa putih roh dewa terbang ke sisi Xiu Jimei dan mendarat di kepala ular putih raksasa. Angsa putih itu tampaknya suka dengan Xiu Jimei dan merentangkan leher panjangnya untuk minta belaian.


"Wah, bulunya sangat halus dan tubuhnya empuk. Dagingnya pasti gemuk dan penuh lemak." Xiu Jimei memuji setelah mengelus dan memijat sedikit tubuh angsa.


"..." Angsa putih roh dewa berpikir jika Xiu Jimei ingin membuatnya menjadi makanan. Aku bukan makanan, pikirnya.


Angsa putih suka dengan aura di tubuh Xiu Jimei. Jadi dia terbang ke sisinya alih-alih mematuhi Ning Siyu.


"Kamu sangat berani menyentuh hewan peliharaan ku!" Ning Siyu marah dan tidak menyangka jika angsa putih roh dewa yang selalu menjadi tunggangannya akan pergi ke sisi Xiu Jimei.


Akhirnya Xiu Jimei menyadari satu orang lain yang belum dikonfirmasi identitasnya. "Maaf, aku lupa. Siapa kamu?" tanyanya.


Ning Siyu ingin muntah darah. Gadis itu pasti sengaja bukan?!


Bahkan Wuming yang berada di atas dahan cukup jauh dari sana hampir saja tergelincir. Jika tidak ingat dengan tuannya yang ada di sisi lain, dia mungkin sudah jatuh kesakitan.


Xiu Jimei ini sungguh berani mengabaikan dewi kecantikan. Bisakah dia melawannya?


"Tuan?" Wuming sedikit merendah suaranya agar tidak terdengar oleh mereka.


Ming Zise yang bersandar di batang pohon sudah lama memejamkan mata untuk mengamati. Tapi ketika Xiu Jimei datang, dia membuka matanya. Tapi tidak ada kepanikan apapun.


"Biarkan Xiao Mei bermain. Mungkin aku tidak perlu turun tangan nanti," katanya. Cepat atau lambat, Xiu Jimei akan tahu dari mana dirinya berasal.


"..." Tuan, tidakkah khawatir dewi kecantikan akan melukai calon nyonya? Batin Wuming.


...****************...


NB: Novel Rahasia Istri CEO kini berubah nama menjadi Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

__ADS_1


__ADS_2