
Dewa Pencipta Alam Para Dewa tidak memuaskan rasa ingin tahu Lu Zheng. Namun dia bisa memastikan jika Xiu Jimei sudah berhasil melawan kekuatan dari esensi delapan dewa-dewi. Bahkan penyatuan itu bukan hanya berhasil, namun juga sumber energi yang sangat besar.
Dengan adanya Xiu Jimei, energi spiritual di udara meningkat. Ini menguntungkan penghuni Alam Para Dewa tapi merugikan pasukan Alam Neraka.
Lu Zheng menyipitkan mata ke arah cahaya yang muncul dari Istana Dewa Pencipta Alam Para Dewa. Lalu kemudian terdengar suara phoenix menggema.
Sebuah cahaya jingga kemerahan melesat ke langit hingga awan gelap di sekitarnya tersingkir tanpa ragu.
Cahaya jingga kemerahan itu cukup silau dan semua penghuni bisa merasakan hawa panas.
"Ini, ini phoenix! Ini panas api phoenix!" Dewa Binatang tak bisa menahan diri untuk bertarung dengan salah satu jenderal Alam Neraka.
Dewa binatang dalam wujud merak biru saat ini, merasa jika suara phoenix ini sangat familiar. Kenapa suara ini sangat dia rindukan?
Ketika cahaya jingga kemerahan yang melesat ke langit langsung membentuk seekor phoenix api yang indah, semuanya terkesima untuk waktu yang lama. Tanpa menghiraukan panas api, Dewa Binatang tak bisa menahan rasa senangnya yang luar biasa.
"Dewi Binatang! Ini istri masa depanku!" Dewa Binatang sangat percaya diri saat mengatakan ini. Sangat tidak tahu malu.
Beberapa dewa dan dewi tidak tahu harus berkata apa. Mereka menatap Dewa Binatang dengan aneh. Istri masa depan apa? Dewi Binatang apa? Mereka semua bingung.
Namun tampilan phoenix api saat ini sungguh tidak asing bagi mereka. Hingga akhirnya ingat jika dulu, seorang wanita sebenarnya berpura-pura menjadi dewa binatang dan akhirnya mendapatkan hukuman Alam Para Dewa.
Phoenix tetaplah phoenix. Terlahir kembali dari abu, itulah legendanya. Sekarang melihat Tuit Tuit yang tampak megah dengan tampilannya, banyak dewa-dewi terkesima.
"Dia lebih cocok menjadi Dewi Binatang bukan?" Salah satu dewa berkata apa adanya.
"Benar!"
Mereka khawatir Dewa Binatang akan marah tentang ini. Tapi kenyataannya tidak masa sekali. Dia justru mengembangkan ekor indahnya seperti merak jantan yang sedang menarik perhatian betina untuk kawin.
__ADS_1
"Aku rela menyerahkan takhta ku sebagai dewa untuknya. Kembalilah menjadi Dewi Binatang dan aku melayanimu, dewiku!" teriak Dewa Binatang.
Tapi jelas phoenix dan merak berbeda. Sudut mulut semua orang berkedut kecil. Bahkan Tuit Tuit yang telah sepenuhnya mengetahui situasinya saat ini, mau tidak mau menyemprot Dewa Binatang dengan api jingga kemerahannya.
Sungguh tidak tahu malu. Di saat seperti ini, burung merak itu masih sempat menggodanya.
Dewa Binatang tidak marah atau menghindar. Dia menerima semburan api dengan suka rela hingga bulu-bulu nya menjadi agak kehitaman.
"Ini semburan api cinta!" teriaknya lagi.
Beberapa dewa akhirnya tak tahan dan ingin menyumpal mulut burung merak biru tua itu. Tapi ini hanya ada di pikiran mereka. Dewa Bintang tertawa nyaring hingga bersemangat untuk membunuh pasukan Alam Neraka yang menyerangnya.
"Demi dewiku! Aku akan membunuh kalian dengan sepenuh hati." Tiba-tiba saja gerakan Dewa Binatang menjadi lebih halus dan mahir daripada sebelumnya.
Apakah kekuatan cinta begitu luar biasa? Semua dewa-dewi menyaksikannya dengan ekspresi berbeda.
Tuit Tuit terbang dengan arogan dan membakar semua pasukan Alam Neraka yang mengganggu. Lu Zheng melihat phoenix itu, mau tidak mau menyipitkan mata.
Ukurannya yang besar dan terbang seperti matahari mengelilingi alam semesta, membuat pasukan Alam Neraka sedikit tidak percaya diri.
Lu Zheng memperkirakan jika phoenix itu muncul, maka Xiu Jimei mungkin akan segera muncul. Tapi di mana gadis itu sekarang?
Tentu saja Tuit Tuit keluar lebih awal karena tubuhnya telah berada di tahap puncak kultivasi. Ketika itu terjadi, dia harus melepaskan sebagai energi spiritualnya agar tubuhnya tidak meledak. Oleh karena itu, dia langsung menyemburkan banyak api untuk mengurangi energi spiritual yang berlebihan dalam tubuhnya.
Setelah Tuit Tuit lebih tenang, sosoknya perlahan memudar dan api jingga kemerahan yang membungkus seluruh tubuh perlahan membentuk gumpalan. Kemudian, sosok wanita cantik dengan gaun merah menyala membius semua mata.
Beberapa dewa dan dewi akhirnya mengenalinya. Wanita itu dulu menyamar menjadi pria dan menjadi Dewa Binatang. Sekarang tanpa penyamaran apapun, Tuit Tuit sangat cantik.
“Lama tidak bertemu,” kata Tuit Tuit pada mereka semua, terutama Dewa Pencipta Alam Para Dewa.
__ADS_1
Suaranya masih sama seperti tahun itu. Tak ada yang berubah sama sekali. Tanpa diduga, Dewa Binatang terbang ke arah Tuit Tuit dengan perasaan gembira.
“Dewiku, akhirnya kamu terlahir kembali dari abu. Aku sangat senang.” Dewa Binatang hendak mencium kaki Tuit Tuit.
Namun Tuit Tuit kesal dengannya dan menendang merak biru tua itu dengan cara yang anggun. Merak itu terpental cukup jauh namun tidak marah sama sekali. Tuit Tuit sendiri tidak peduli dengannya saat ini. Dia sedang menunggu Xiu Jimei keluar.
Gadis itu juga harusnya telah menyelesaikan kultivasinya. Tapi tidak tahu kenapa, Xiu Jimei masih bertahan di sana dan menunggu sesuatu.
“Di mana Xiaomei?” tanya Dewi Kehidupan.
Tuit Tuit menggelengkan kepala. “Sepertinya dia sedang menyiapkan sesuatu.”
Yang lain mengerutkan kening. Hingga akhirnya tak lama setelah itu, Alam Para Dewa diguncang gempa yang cukup kuat. Suhu udara berubah sedikit lebih dingin dan energi spiritual juga meningkat secara tidak normal.
Belum sempat para dewa-dewi terkejut dengan lonjakan energi spiritual yang sangat melimpah hingga hampir muntah darah, tiba-tiba saja krisis terjadi. Energi spiritual yang ada di udara langsung menyusut sedikit demi sedikit dan terkumpul ke satu titik.
Semua dewa-dewi serta pasukan Alam Neraka menyaksikan jika energi spiritual itu berkumpul ke tempat di mana Xiu Jimei berkultivasi.
“Mungkinkah gadis itu kehilangan kendali?” tebak Dewa Binatang.
“Harusnya tidak. Tapi jika dibiarkan terus seperti ini, kita semua tak bisa memulihkan energi,” jawab dewa lainnya.
Dewa Pencipta Alam Para Dewa mengerutkan kening. Bahkan pohon keabadian merasakan sesuatu yang berubah tapi masih tetap santai.
“Ini seperti membersihkan energi spiritual dewa dan mengolahnya menjadi lebih murni.” Suara anak kecil terdengar dari arah pohon keabadian.
Ketika mendengar itu, Lu Zheng sendiri merasakan firasat buruk di hatinya. Xiu Jimei mungkin mencoba menyaring semua energi spiritual dewa dan menyebarkan energi spiritual yang lebih murni. Jika dibiarkan seperti ini, maka dewa-dewi akan mengalami peningkatan kultivasi berkali-kali lipat.
Lu Zheng tak bisa membiarkan hal itu terjadi. Dia sendiri yang harus mendominasi dua alam. Maka esensi delapan dewa-dewi itu adalah miliknya. Hanya dia yang layak mendapatkannya.
__ADS_1
Ketika Lu Zheng hendak pergi ke arah Xiu Jimei berada, ledakan energi spiritual yang sangat kuat muncul dari arah Istana Dewa Pencipta Alam Para Dewa. Ledakan energi spiritual itu membuat embusan angin yang sangat kuat.
“Terlambat!” gumam Lu Zheng terlambat menyadarinya.