Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Bayangan Naga Perak


__ADS_3

Jin Long tidak ingin dirangsang lebih jauh dan mengganti topik lain. Dia ingin langsung fokus pada pertarungan karena waktunya tidak banyak. Xiu Jimei sudah siap sejak awal. Jin Long akhirnya menjanjikan permintaan Xiu Jimei tadi.


“Jangan banyak bicara. Aku menunggumu untuk menundukkan kepalaku,” ucap Jin Long sombong.


“Kamu menunggu saja!”


Xiu Jimei menyeringai. Dia tidak mengambil persiapan lebih dulu dan langsung melompat ke arah Jin Long dengan kecepatan penuh.


Kepergiannya membuat embusan angin yang cukup besar dan energi spiritual langsung menguar dari embusan angin tersebut. Orang-orang yang ada di belakangnya tak bisa menahan diri untuk berdiri, hampir saja terpental ke belakang.


Mereka berwajah pucat. Xiu Jikai sudah terbiasa dengan tekanan energi spiritual seperti itu. Ming Zise bahkan tidak terpengaruh sama sekali.


“Dia … benar-benar kuat. Aku merasa jika dilawan olehnya, mungkin akan pingsan hanya dengan sekali tamparan,” kata Lei Mo sedikit gemetar.


“Mungkin aku akan hancur detik itu juga,” ujar yang lainnya.


Mereka melihat Xiu Jimei di ketinggian sedang melawan Jin Long dengan tangan kosong yang penuh dengan energi spiritual.


Jin Long tidak banyak melakukan perlawanan dan membiarkan gadis itu bergerak. Di masa lalu, Fu Chan Yin melawannya karena berada di bawah pengaruh racun dingin. Tapi kali ini Xiu Jimei dalam keadaan sadar dan sepenuhnya penuh dengan rencana matang.


Gadis itu melakukan berbagai serangan terhadap Jin Long. Kali ini, Jin Long sedikit waspada.


“Nak, kamu tidak buruk,” katanya masih tenang.

__ADS_1


Kali ini Jin Long melakukan serangan balik. Menyemburkan api ke arah gadis itu dan bergerak sedikit. Xiu Jimei memblokirnya dengan perisai spiritual dan array tahan api. Lalu dia menggumamkan sebuah mantra pendek dan suara gemuruh di langit lebih jelas.


Awan gelap di atas pegunungan mati menjadi lebih kental dan membuat pusaran searah jarum jam dan raungan terdengar dari balik awan gelap.


Jin Long menyipitkan mata. Dia pikir Xiu Jimei akan menggunakan elemen petir untuk melawannya. Tapi sepertinya memiliki rencana lain.


“Gadis, kamu hanya memiliki waktu yang singkat,” katanya memperingati.


Dia tidak berbohong. Waktunya terbatas.


“Jangan khawatir, tidak akan mengecewakanmu.”


Xiu Jimei melayang di depan Jin Long. Raungan yang ada di pusaran awan gelap di langit pun kini mulai menunjukkan wujudnya, sebuah bayangan naga perak raksasa turun perlahan dari pusaran awan gelap.


Bayangan naga perak itu mungkin tampak tidak nyata, namun Jin Long yang melihatnya langsung melebarkan mata.


Di tepian lingkaran totem yang kini masih menyala, Xiu Jikai memutar bola matanya dan memilih mencari tempat untuk duduk dan makan sesuatu. Dia bahkan sudah membentuk array untuk melindungi dirinya sendiri.


“Sungguh menunjukkan kesombongan. Hanya untuk melawan naga tua itu, kenapa menyia-nyiakan energi,” gumamnya seraya mengupas kulit pisang dan makan dengan tenang.


“Kenapa kamu memasang array?” tanya Yan Yujie bingung.


Xiu Jikai masih menunjukkan ketidakpeduliannya. “Jika kalian tidak ingin mati, lebih baik buat perlindungan lebih awal.”

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak bilang sejak awal dan berlindung sendiri? Cepat buka dan biarkan aku masuk!” Yan Yujie memukul array yang melindungi sekitar Xiu Jikai.


“…” Kenapa dia harus memiliki kakak sepupu yang bodoh? Batin Xiu Jikai.


Ming Zise akhirnya membuat array untuk semua orang meski tidak tahu apa yang akan dilakukan Xiu Jimei saat ini.


Bayangan naga perak yang muncul dari pusaran awan gelap kini menuju ke arah Xiu Jimei dan melingkarinya dengan hati-hati. Kepalanya menghadapi Jin Long dan menatapnya dengan mata putih bercahaya.


Xiu Jimei sepertinya sedang bersiap-siap melakukan sesuatu hingga Jin Long lebih waspada lagi. Gadis itu melayang lebih tinggi lagi dan mengumpulkan energi spiritual di telapak tangannya. Perlahan, bola energi spiritual putih terbentuk di telapak tangan gadis itu.


“Jin Long, kamu akan kalah kali ini,” katanya.


“Sungguh percaya diri!” Jin Long masih tenang tapi hatinya membunyikan lonceng bahaya.


Xiu Jimei menyeringai. “Telan ini!” katanya pada bayangan naga perak.


Bayangan naga perak segera melahap bola energi putih yang dilemparkan lalu segera bergegas ke arah Jin Long sambil membuka mulutnya dan melemparkan bola energi itu ke arahnya.


Jin Long berpikir jika dia masih mampu menahan serangan bola energi putih tersebut. Tapi saat melihat jika bayangan naga perak juga menabrak dirinya, hawa dingin langsung membuat tubuhnya sedikit gemetar.


Embusan angin tercipta dan berputar di sekitarnya saat ledakan besar terjadi. Jin Long meraung dan tubuhnya seperti kaku. Merasakan aura Xiu Jichen dari bayangan naga perak itu, Jin Long sepertinya tidak berdaya.


Tuhan tahu bahwa dia tak mungkin bisa melampaui kemampuan para dewa-dewi atau mantan dewa.

__ADS_1


Sekarang tubuhnya seperti dibelit oleh bayangan naga perak.


“Kamu curang!” Jin Long berteriak marah.


__ADS_2