
Beruang cokelat bersiap untuk menyerang binatang roh yang berani menyerangnya. Namun saat menoleh untuk menunjukkan sisi buasnya, beruang cokelat itu membelalakkan matanya dan tertegun. Binatang roh yang menghalanginya jelas lebih besar darinya dan juga tampak buah.
Anak beruang putih roh kuno yang kini menjadi dewasa jelas penuh dengan niat membunuh, menunjukkan taring-taringnya yang tajam. Dia menekan beruang cokelat yang jelas ukuran tubuhnya saja tidak sebanding dengannya.
Awalnya beruang cokelat itu marah tapi kini menjadi ketakutan. Ada rasa takut alami saat menghadapi beruang putih di depannya.
“Beruang roh kuno?!” Beruang cokelat itu tiba-tiba saja ingin meminta pengampunan. Dari mana beruang roh kuno ini muncul?
Kemudian Yan Yujie yang melihat kelakuan anak beruang roh kuno, mau tidak mau menghela napas. “Beruang kecil, lepaskan dia,” katanya memberi perintah.
Anak beruang putih roh kuno tidak mau mendengarkannya dan terus menekan tubuh beruang cokelat. Dia menatap Xiu Jimei lalu menderam ke langit lagi. Tidak ada yang bisa memerintah nya kecuali Xiu Jimei saat ini.
Yan Yujie mau tidak mau menjerit di hatinya. Ini adalah binatang roh kontraktualnya. Bagaimana mungkin meminta izin pada Xiu Jimei alih-alih pada dirinya? Yan Yujie ingin menangis tapi tidak bisa. Dia adalah raja hantu yang akan berkuasa di masa depan. Jika dia bahkan tidak bisa mengendalikan binatang roh kontraktualnya, bukankah lelucon?
Dia melihat Xiu Jimei memperhatikannya. Seolah-olah tidak tahu apa-apa. Yan Yujie tahu jika Xiu Jimei ingin dirinya sendiri yang mengurus masalah anak beruang roh kuno.
Mau tidak mau, Yan Yujie langsung mengendalikan energi spiritual kontraktual di tubuhnya untuk menjalin ikatan dengan anak beruang roh kuno yang kini menekan beruang cokelat.
"Anak beruang, ayo lepaskan dia. Dengarkan majikanmu," katanya lagi, kali ini sedikit menggertakkan gigi.
Pikiran anak beruang putih roh kuno sedikit bingung lalu menyadari jika tuannya memberi perintah. Dia segera melepaskan beruang cokelat setelah memberinya tatapan penuh pembunuhan.
"..." Jangan khawatir, beruang ini masih ingin hidup seribu tahun lagi, batin beruang cokelat.
__ADS_1
Dia diam-diam merinding hingga bulu-bulu nya berdiri semua. Padahal ini bukan musim dingin. Anak beruang putih roh kuno kembali ke wujud anak-anak. Dia berlari ke arah Yan Yujie dan memeluk betisnya. Yan Yujie menghela napas dan mengambil anak beruang putih layaknya anaknya sendiri.
Beruang cokelat yang tadi marah benar-benar terdiam kali ini. Dia menciutkan lehernya dan menatap mereka. Berdo’a saja jika para manusia itu tidak berniat untuk menangkapnya.
Xiu Jimei masih menanyakan hal yang sama padanya dan meminta beruang cokelat untuk menunjukkan harta yang dijaga. Walaupun beruang cokelat itu enggan, di masih ingin hidup lebih lama lagi.
“Kalau begitu ikut aku. Tempatnya agak jauh dari sini,” kata beruang roh itu seraya mengajak mereka ke suatu tempat
Mereka mengikuti beruang cokelat. Jalan yang dilalui semakin sempit dan hanya dipenuhi oleh semak-semak tinggi yang harus dipotong dulu.
“Kenapa begitu jauh dan semakin gelap. Beruang bodoh, apakah kamu mencoba untuk menipu kami?” tuduh Wang Xuyue.
“Tentu saja tidak! Harta jenis apa yang begitu mudah ditemukan? Bukankah itu lelucon?”
“Selama itu tidak tersembunyi di organ dalammu.” Wang Xuyue mencibir.
Sementara Xiu Jimei memperhatikan tubuh beruang cokelat dan mulai berpikir jika hati, kulit berbulu beruang serta jantungnya sangat berharga. Untungnya Xiu Jimei tidak mengatakan apapun di depan beruang cokelat itu. Dia khawatir si beruang roh menjadi ketakutan dan lari lagi.
Tak lama setelah itu, mereka tiba di sebuah tempat yang benar-benar terpencil. Banyak pepohonan besar di sekeliling mereka sehingga cahaya matahari terhalang rindangnya pohon. Beruang cokelat itu ternyata mengajak mereka ke sebuah tebing batu.
Tebing batu dipenuhi oleh lumut, akar-akar pohon serta sulur yang rimbun. Tapi mereka juga melihat beberapa tanaman dengan tanaman semak berbuah ungu kehitaman yang terlihat agak mencolok. Tanaman semak itu ada di tebing batu dan sulit untuk diambil.
Bukan hanya itu, mereka juga menemukan sebuah gua di tebing dan tampaknya menjadi tempat di mana beruang cokelat tinggal.
__ADS_1
“Apakah kalian lihat buah itu?” tanya beruang cokelat.
“Bluberi tumbuh di sini? apakah itu hartanya?” tanya Jia Lishan.
Beruang roh mengangguk. “Itu memang harta yang kujaga. Tapi harta yang paling penting ada di dalam gua. Buah bluberi itu hanya hiasan di mataku. Jika kalian suka, ambil saja ….”
Sebelum beruang cokelat selesai bicara, Xiu Jimei sudah pergi untul memanen buah ungu kehitaman itu. buah bluberi memiliki rasa yang asam manis, sangat enak. Apa lagi jika dimakan dingin di waktu siang hari yang panas. Pada akhirnya, Xiu Jimei memanen semua buah itu tanpa tersisa.
“…” Beruang cokelat itu tidak yakin apakah Xiu Jimei ini rakus atau memang suka mengoleksi barang.
Beruang cokelat roh bisa memanjat tebing tanpa kesulitan. Sedangkan yang lain menggunakan ilmu tenaga dalam untuk bisa memanjat tebing dan tiba di bibir gua batu. Xiu Jimei sudah ada di sana lebih dulu.
“Ternyata gua ini cukup besar.” Xiu Jikai melihat ke dalam gua yang terlihat bersih dan nyaman. Berbeda dengan kebiasaan binatang yang tinggal tanpa mementingkan kebersihan. Ternyata beruang roh ini masih suka kebersihan.
Ada beberapa keranjang anyaman daun kelapa. Isinya ternyata madu yang masih bersama sarangnya. Beruang itu tidak berbohong tentang madu yang akan diberikan jika membantunya lepas dari Xiu Jimei.
“Kita bisa menginap di sini untuk melanjutkan perjalanan besok,” ujar Kin Wenqian seraya menyingkirkan beberapa semut roh yang tak sengaja lewat. Semut itu mengomel padanya karena hampir saja menginjaknya.
Jika Kin Wenqian tidak mengerti bahasa binatang, mungkin semut roh itu bisa berumur pendek karena mati terinjak. Teman-temannya yang lain tidak bisa mengerti bahasa binatang sehingga mengabaikan tindakan Kin Wenqian saat memindahkan semut roh ke tempat yang aman.
Yang lainnya juga setuju untuk menginap di gua. Tapi beruang cokelat roh tidak menginginkan mereka tinggal di guanya. Ini bukan sesuatu yang beruang itu bayangkan sejak awal. Jadi kenapa sekarang sekelompok manusia itu ingin menginap di tempatnya.
Beruang roh itu ingin menolak. Namun saat Xiu Jimei sudah mengeluarkan beberapa kemasan ikan tuna, dia terdiam. Dia juga suka makan ikan. Mungkin membiarkan mereka tinggal di sini dan makan, dia juga bisa makan gratis hari ini.
__ADS_1
Xiu Jimei memang sengaja mengeluarkan ikan untuk menyuap beruang bodoh itu. tapi sebelum itu, dia ingin tahu harta apa yang tersembunyi di gua ini.
“Kalian bisa pergi sendiri dan melihatnya. Ada sebuah pohon ceri di dalam sana dan itu bukan pohon ceri biasa.” Beruang roh itu menerima ikan yang diberikan Xiu Jimei dan membiarkan mereka menjelajahi kedalaman gua.