Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Ular Hijau Roh Kuno yang Terlempar Dari Dunia Langit


__ADS_3

Xiu Jimei tersenyum saat ini, menyimpan kembali pedangnya dengan baik saat tahu pihak lain hanyalah seekor ular yang tidak berdaya. Dia mulai mengeluarkan belati tajam yang bisa memotong daun di udara. Ini cocok, pikirnya.


"Yang tadi itu ilusi mimpi buruk?" Xiu Jimei merasa keheranan.


"Tentu saja." Ular hijau roh kuno tahu dia bertemu seorang master yang hebat, jadi tidak langsung menyerang.


"Tapi kenapa aku tidak merasakan mimpi buruk apapun. Aku justru bermimpi indah dengan guruku!" Xiu Jimei menuduhnya.


"..." Ini kesalahan yang tidak bisa kuyakini saat ini, batin si ular hijau roh kuno yang kebingungan juga.


Ular hijau roh kuno bahkan membelalak saat melihat sosok ilusi Ming Zise masih ada di belakang Xiu Jimei.


"Tidak mungkin! Kamu hanya ilusi yang kuciptakan untuk menggoda gadis itu, kenapa kamu masih di sini?" tanyanya pada Ming Zise.


Ular hijau roh kuno sedikit panik. Entah kenapa, tatapan Ming Zise agak jahat padanya. Mungkinkah senjata bisa memakan tuannya sendiri?


Xiu Jimei seharusnya menyadari jika sosok Ming Zise yang dia perkirakan palsu itu menghilang. Tapi kenapa masih berdiri di sana seperti sebelumnya?


"Guru?" Xiu Jimei memastikan lagi.


Ming Zise benar-benar tersenyum padanya, merasa jika Xiu Jimei ini sangat lucu saat bertingkah bodoh.


"Kenapa Xiao Mei menatap Guru seperti itu? Apakah masih ingin ciuman?" tanyanya datar.


"..." Xiu Jimei dan ular hijau roh kuno tertegun, saling bertatapan dan kemudian terkejut.


Ming Zise tidak palsu!


Ular hijau roh kuno bahkan yang paling terkejut saat ini. "Kamu ... Kamu ... Kamu bukan ilusi? Bagaimana mungkin? Aku jelas menciptakan ilusi mu tadi," katanya.


Ming Zise tersenyum dingin pada ular itu dan menghampiri Xiu Jimei, mengelus kepalanya yang lembut.


"Di dunia ini, tidak ada satu makhluk pun yang mampu meniru diriku."


Saat melihat ular hijau roh kuno, mata Ming Zise seperti memancarkan sedikit cahaya keemasan. Ular hijau roh kuno tiba-tiba saja mereka sakit kepala. Dia mendesis hebat. Tak lama, kepalanya membentur pohon di dekatnya hingga tumbang.


Xiu Jimei terkejut. Tidak tahu apa yang terjadi pada ular bodoh itu. Di hanya menatap Ming Zise. Mungkinkah gurunya ini melakukan sesuatu pada ular hijau roh kuno?


"Bukan apa-apa, dia hanya sakit kepala mendadak," ujar Ming Zise meyakinkan Xiu Jimei.

__ADS_1


"..." Percaya hantu! Batin Xiu Jimei tidak percaya sedikitpun.


Tak lama setelah itu, ular hijau roh kuno tumbang di depan mereka dengan kepala pusing beberapa keliling. Lidahnya menjulur ke samping seolah-olah akan pingsan.


Melihat kedua orang di depannya, ular hijau roh kuno kini menggigil. Terutama saat melihat Ming Zise. Kekuatan tadi bukan sembarang energi spiritual. Ini jelas kekuatan para dewa.


"Kamu ..." Ular hijau roh kuno masih linglung. Tapi dia sudah mengurungkan niatnya untuk memakan mereka.


Ular hijau roh kuno sudah mendapati Xiu Jimei menyentuh tubuhnya beberapa kali, memijatnya hingga memeriksa sisiknya dengan belati. Tidak tahu apa yang akan dilakukannya.


Binatang melata yang masih pusing itu hanya menunggu apa yang ingin dilakukan Xiu Jimei.


"Kulitnya sangat bagus dan terawat. Guru, aku ingin mengulitinya," kata Xiu Jimei saat merasa jika kualitas sisik ular pada kulitnya itu luar biasa.


"Kalau begitu ambilah. Ular ini juga tidak berguna."


"..." Ular hijau roh kuno merasa tersinggung. Tapi kemudian terkejut. "Apa??! Kamu ingin menguliti ku? Apakah kamu masih manusia?" tanyanya pada Xiu Jimei.


Kenapa tiba-tiba dia merasa bahwa kematiannya akan tiba?


"Justru karena aku manusia, aku ingin kulitmu untuk dijadikan kerajinan."


"Sepertinya kamu bukan dari alam sekuler?" Xiu Jimei mengalihkan topik. Dia tidak menyayat kulit ular itu dan malah bertanya tentang kehidupan pribadi.


Ular hijau roh kuno yang tidak lagi merasakan pusing pun mengangkat kepalanya dan mengangguk.


Ia sebenarnya berasal dari Dunia Langit. Lebih tepatnya dari Dunia Kecil Array Kuno. Saat Dunia Langit melakukan penyatuan enam dunia, Dunia Kecil Array Kuno memiliki sedikit kerusakan. Sehingga ular hijau roh kuno tanpa sadar terisap ke celah kerusakan tersebut yang dia yakini sebagai portal.


"Maksudmu, pada saat penyatuan enam dunia, portal menuju alam lain rusak?" Xiu Jimei menyimpulkan.


"Sepertinya begitu."


"Pasti selain kamu, ada binatang roh kuno lainnya yang datang ke alam sekuler?"


"Seharusnya." Ular hijau roh kuno juga tidak tahu. Saat terlempar dari Dunia Langit, dia sudah berada di hutan ini.


Xiu Jimei dan Ming Zise terdiam cukup lama. Memikirkan masalah ini. Jika itu benar, maka keseimbangan alam sekuler telah terganggu sejak seratus tahun terkahir. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.


Belum lagi, binatang roh kuno bukan sesuatu yang bisa bersahabat dengan manusia atau kultivator lain. Jika dimanfaatkan untuk sesuatu yang tidak benar, hasilnya akan merepotkan. Bencana lain mungkin akan datang di masa depan.

__ADS_1


"Kalau begitu aku harus melaporkan ini pada Bai Huazhi. Biarkan dia mengurusnya." Xiu Jimei sudah memiliki rencana.


"Memang harus seperti itu. Biarkan Wuming saja yang pergi."


"Apakah tidak apa-apa?"


"Ini bukan bagian dari ujian, jadi tidak apa-apa."


"..." Wuming yang ada di kegelapan pun sudah tahu maksud tuannya jadi segera pergi ke Dunia Kecil Array Kuno.


Sementara itu, Xiu Jimei mencari teman-temannya yang disembunyikan oleh ular hijau roh kuno.


"Mereka ada di dalam gua itu," kata ular hijau roh kuno seraya melihat ke arah gua yang cukup besar.


Di hutan hujan seperti ini, terdapat gua untuk berteduh saja sudah cukup. Karena saat ini, hujan sudah turun. Ular hijau roh kuno yang berbadan besar kini mengecilkan tubuhnya agar tidak menakuti mereka.


Saat datang ke gua, Wang Xuyue serta yang lainnya masih dalam keadaan tertidur. Tapi Xiu Jimi tidak melihat keberadaan kakaknya.


"Kakakku tidak ada," katanya.


Ular hijau roh kuno tidak terkejut. Namun dia sedikit panik. "Dia ... Dia tidak ada saat aku memindahkan teman-temanmu ke gua ini. Aku bersumpah, aku tidak memakannya."


"Kamu bahkan tidak akan mampu memakan kakakku. Yang ada, kamu akan dimakan kakakku," kata Xiu Jimei acuh tak acuh.


Jangan bercanda, jika kakaknya dimakan ular bodoh ini, ayahnya akan datang dan memotong kepala ular untuk dijadikan sup.


"..." Bisakah kamu tidak berlebihan? Pikir si ular agak ketakutan.


"Lalu ke mana kakakku pergi?" Xiu Jimei mencoba mencari tahu melalui ikatan batin.


Untunglah, kakaknya tidak mengalami kecelakaan. Dia setidaknya ada di sekitar sini. Tak lama setelah itu, sosok Xiu Jikai kembali sambil membawa potongan kayu bakar. Tubuhnya sedikit basah karena air hujan.


Melihat seekor ular hijau roh kuno kecil yang berada di dekat teman-temannya, Xiu Jikai sudah mengeluarkan pedang dan hendak memotong kepala ular.


"Jangan potong aku, jangan potong aku! Aku tidak jahat!" Ular hijau roh kuno segera menyusut ke sisi lain.


"Jika kamu tidak jahat, kamu tidak akan menyebabkan bencana seperti ini!" Xiu Jikai sama sekali tidak lemah lembut seperti Xiu Jimei saat berbicara.


"Aku ... Aku tidak! Sungguh! Kamu bisa bertanya padanya." Ular hijau roh kuno menunjuk Xiu Jimei dengan ekornya.

__ADS_1


__ADS_2