
"Apa saja yang disediakan oleh penginapan ini?" tanya Xiu Jikai.
Pelayan hantu itu sangat antusias dan segera melaporkan semua jenis hidangan yang mereka miliki.
"Ada ular hantu bakar dengan saus tinta gurita, cumi hantu bakar atau udang hantu goreng dengan sambal pedas manis, nasi goreng belatung yang kaya gizi, sup ikan hantu atau ada juga acar buah apel hitam."
"..." Xiu Jimei serta teman-temannya bengong saat ini.
Apakah semua ini masih bisa disebut makanan? Pikirnya.
"Kami adalah manusia," kata Kin Wenqian.
Pelayan hantu itu akhirnya terkejut. Dia buta wajah sejak awal dan tidak bisa membedakan manusia dan hantu.
"Kalau begitu, kami menyiapkan hidangan untuk ras manusia. Jangan khawatir, itu tidak akan mengecewakan kalian," kata pelayan hantu itu langsung tersenyum dan melarikan diri.
Setelah pintu ditutup, mereka merasa tidak berdaya. "Apakah itu makanan untuk ras hantu atau pakan ternak?" canda Yan Yujie.
"Lupakan saja. Jangan menyinggung mereka," kata Ming Zise.
Menunggu kurang dari setengah jam, akhirnya pesanan mereka datang. Ada dua pelayan yang membawa nampan cukup besar dan meletakkannya di atas meja besar di tengah-tengah kamar.
Saat mereka melihat hidangan yang disajikan, Wang Xuyue dan Jia Lishan hampir berteriak.
"Sangat besar!" Keduanya berkata bersamaan.
Aroma yang kaya rasa langsung menguar di ruangan tersebut. Seekor ayam sebesar kalkun tampak kuning keemasan setelah dilakukan penggorengan yang merata. Dan baru saja diangkat dari wajan besar.
"Ayam?" Mereka berkata serentak.
__ADS_1
Pelayan hantu yang bertugas sebagai asisten koki pun mengangguk pada para tamu manusia. "Benar, ini adalah ayam roh yang biasa kami tangkap di perbatasan Dunia Langit. Biasanya ada bintang roh yang tersesat dan memasuki wilayah Dunia Hantu, jadi tim pemburu biasanya membawa semua binatang itu untuk dijual pada pada ras manusia," jelasnya. "Ini adalah satu-satunya hidangan di tempat kami. Kami harap kalian tidak kecewa," imbuhnya.
Mereka segera menggelengkan kepala. Sama sekali tidak kecewa. Setelah mereka pergi, Xiu Jimei sudah memegang pisau untuk memotong daging. Dia juga meracik beberapa saus pelengkap yang enak, lalu membakar ayamnya lagi dengan rempah-rempah kaya rasa.
Kamar itu tiba-tiba saja penuh dengan aroma makanan.
Ketika daging ayam dipotong, uap panas masih mengepul. Saat dicicipi, dagingnya empuk dan matang hingga ke tulang. Ditambah saus pedas asam manis yang gurih, lebih enak lagi.
Setelah makan, mereka beristirahat sebentar untuk mencerna makanan yang baru saja memasuki perut.
"Daging ayam goreng itu sangat enak. Aku tidak menyangka para hantu juga bisa memasak seperti itu," komentar Yan Yujie.
"Yah, kita kalah dengan para hantu." Kin Wenqian mengangguk.
"..." Yan Yujie yang tidak bisa memasak akhirnya mengeluh dalam hatinya. Seandainya aku bisa memasak seenak masakan Xiao Mei, batinnya.
Xiu Jikai memiliki perasaan yang saling terhubung dengan Xiu Jimei. Dia merasa jika suhu tubuh adiknya menurun.
"Mei'er, apa yang terjadi denganmu?" tanyanya pelan.
Xiu Jimei mengerutkan kening. "Tidak apa-apa, hanya merasa tidak nyaman saja," katanya.
Xiu Jikai memeriksa dahi adiknya yang benar-benar kedinginan. "Kamu dingin seperti ini. Apakah ada yang salah dengan makanannya?"
Gadis itu menggelengkan kepala.
Yang lainnya juga menyadari jika ada sesuatu yang salah dengan tubuh gadis itu. Mereka meminta Ming Zise untuk mencari tahu apa yang terjadi. Pada akhirnya setelah mencari informasi dari beberapa pelayan, minyak goreng yang digunakan di sini mengandung energi spiritual Yin.
Sedangkan Xiu Jimei tidak cocok dengan aura Yin sejak awal. Mereka bahkan tidak menyadarinya.
__ADS_1
"Tapi aku tidak merasa ada yang salah dengan tubuhku? Apakah energi spiritual Yin sangat berbahaya?" Wang Xuyue sedikit terkejut, memeriksa dirinya sendiri, tapi masih aman.
Xiu Jikai menggelengkan kepala. Dia merasa kasihan dengan adiknya. "Dia memiliki energi spiritual murni di tubuhnya yang tidak bisa terkontaminasi dengan energi Yin yang kotor. Tubuhnya akan menolak energi spiritual tersebut jika sampai masuk secara berlebihan," jelasnya.
"Ternyata seperti itu."
"Jika Mei'er terkena energi spiritual Yin dalam skala kecil, dia pasti akan mudah lapar." Xiu Jikai menjelaskan lagi.
Kin Wenqian bahkan terkejut. "Inikah alasan kenapa Xiao Mei selalu mengeluh lapar di saat-saat tertentu?"
Xiu Jikai mengangguk.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Yan Yujie khawatir.
Ming Zise akhirnya angkat bicara. "Dia akan baik-baik saja besok. Ini hanya kontradiksi kecil di tubuhnya. Antibodi gadis ini tidak lemah. Jangan khawatir. Hanya saja, Mei'er tidak bisa makan masakan Dunia Hantu lagi."
Dengan kata lain, Xiu Jimei hanya bisa masak makanan manusia tanpa mengandung energi spiritual Yin lainnya. Ini dilakukan agar tidak ada hal-hal seperti ini terjadi lagi.
Lingkungan Dunia Hantu tidak cocok untuk gadis itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada keesokan paginya.
Xiu Jimei pulih seperti biasa dan di merenggangkan tubuhnya setelah kedinginan sepanjang malam. Ming Zise sesekali akan memeriksa tubuhnya saat dia tertidur. Xiu Jimei bisa melihatnya samar-samar semalam karena tidak bisa tidur nyenyak.
Saat bangun, Ming Zise sudah membuat bubur ayam untuknya. Semua teman-temannya bisa menikmatinya juga.
"Ke mana kita akan memulai penjelajahan kali ini? Cabang tugas belum diumumkan," kata Xuan Xing sudah mengecek gulungan daftar tugas ujian tapi belum ada berita apapun.
__ADS_1