Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Tujuan Alam Neraka


__ADS_3

Seorang wanita berambut putih terbaring lemas di tempat tidur. Wajahnya agak pucat dan penuh keringat. Tongluo memperhatikan ibunya yang belum sadarkan diri saat ini setelah menerima perawatan dari Xiu Jimei dan Dewa Obat.


Melihat kondisi wanita jelmaan siluman rubah putih, Dewa Obat mengangguk. "Dia akan segera siuman. Jangan khawatir, semuanya baik-baik saja. Dia hanya perlu istirahat untuk memulihkan diri di masa depan."


Tongluo dan iblisbrubah merah api menghela napas lega. Memang tak lama kemudian, wanita di tempat tidur itu siuman. Merasakan jiwanya lagi, siluman rubah putih merasa dirinya masih hidup saat ini. Ternyata bukan mimpi.


"Bu, bagaimana perasaanmu?" tanya Tongluo.


"Tongtong ..." Wanita siluman rubah putih mencoba untuk duduk bersandar. "Ibu baik-baik saja. Tubuhku merasa jauh lebih baik saat ini," jelasnya. Lalu segera berterima kasih pada Xiu Jimei dan Dewa Obat.


Melihat jika istrinya telah pulih saat ini, iblis rubah merah api akhirnya bisa mengangkat batu besar di hatinya. Setelah memastikan jika istrinya baik-baik saja, iblis rubah merah api akhirnya bersedia untuk menceritakan semuanya dari awal.


Namun pembicaraan ini agak rahasia sehingga tidak sembarangan tempat cocok untuk bercerita. Mereka akhirnya mengobrol di salah satu ruangan rahasia Istana Dewa Binatang.


Meskipun berat untuk menceritakan semua yang diketahuinya tentang Alam Neraka, namun ia sudah berjanji. Lagi pula, ia juga telah berkhianat dari Alam Neraka dan memilih hidup bersama istrinya di perbatasan dua alam yang berbahaya. Namun itulah satu-satunya cara.


Setelah bercerita panjang lebar, iblis rubah merah api merasa hatinya lebih damai dan lega. Mungkin karena telah memendam sesuatu sepanjang waktu. Setelah mengatakan semuanya, hatinya pun damai.

__ADS_1


"Jadi, apa tujuan mereka?"


Rubah merah api berkedip beberapa kali dan tidak langsung menjawab. Kemudian ia menebak satu hal yang pasti.


"Walaupun aku kurang yakin apa yang mereka inginkan, sejauh ini, mengumpulkan energi spiritual dan menyimpannya dalam wadah khusus adalah tujuan Ning Siyu. Aku tebak, harusnya untuk menguasai Alam Para Dewa dan membuat alam sekuler menjadi cabang kerajaan mereka."


Xiu Jimei, Dewa Binatang serta Dewa Obat terkejut setelah mendengar pernyataan tersebut. Bukankah tujuannya masih sama, yaitu mencoba untuk merebut Alam Para Dewa? Namun ... berpikir untuk merebut Alam sekuler dan memanen semua energi spiritual adalah sesuatu yang aneh.


Ning Siyu mengincar energi spiritual dari pohon keabadian yang selama ini semua penghuni Alam Para Dewa bergantung. Pohon keabadian sempat terluka parah dan agak layu setelah perang ribuan tahun lalu. Setelah disembuhkan Xiu Jimei, vitalitasnya kembali melesat. Saat ini, pohon keabadian telah menganggap Xiu Jimei sebagai sumber utama hidupnya.


"Membutuhkan banyak energi spiritual, seharusnya bukan untuk memperkuat diri sendiri. Kenapa aku merasa bahwa Alam Neraka sedang menciptakan sesuatu." Xiu Jimei menebak.


Rubah merah api juga berpikir lebih jauh. Kemudian teringat dengan sesuatu yang sebenarnya sepele.


"Oh, aku baru ingat!" Kedua telinga rubah itu berdiri tegak. "Alam Neraka kami juga memiliki cerita legenda jika ribuan tahun lalu sebelum Alam Neraka diciptakan, ada satu makhluk yang berhasil ditaklukkan oleh leluhur. Aku tidak tahu makhluk apa yang dimaksud namun harusnya makhluk itu sangat mengerikan."


"Leluhur Alam Neraka? Bukankah Ning Siyu adalah ratu Alam Neraka selama ini? Apakah masih ada leluhur selain dia?"

__ADS_1


Xiu Jimei menfir ajika Ning Siyu sama dengan Dewa Pencipta Alam Para Dewa. Rupanya masih ada cerita lain.


Rubah merah api menghela napas. "Aku belum lahir pada masa itu. Namun orang tuaku pernah berkata jika leluhur Alam Neraka tidak sengaja mengalami kecelakaan hingga sistem Alam Neraka berubah."


"Mungkinkah kecelakaan rak disengaja leluhur Alam Neraka karena makhluk yang mengerikan ini?" tebak Xiu Jimei lagi.


Dewa Obat dan Dewa Binatang melirik Xiu Jimei dengan keterkejutan. Gadis itu memiliki banyak hal, batin keduanya.


Rubah merah api mengangguk. "Ya. Dikatakan bahwa leluhur dan makhluk mengerikan itu sama-sama terluka. Namun pada akhirnya makhluk itu berhasil tersegel di suatu tempat dan tidak ada yang bisa menemukannya. Leluhur juga akhirnya mendapatkan Alam Neraka yang diciptakan, membuat pasukan dan menetapkan beberapa pengaturan, lalu meninggal. Meski demikian, ia masih dihormati sampai sekarang."


"Aku jadi penasaran dengan makhluk yang kamu ceritakan itu," gumam Xiu Jimei. "Jadi intinya, makhluk itu membutuhkan banyak energi spiritual untuk membangkitkannya?"


"Ya."


"Dari mana Ning Siyu tahu tentang hal ini?"


"Mungkin karena dia menemukan beberapa rahasia tentang makhluk itu."

__ADS_1


"Ning Siyu mengincar esensi delapan dewa-dewi di tubuhku. Belum lagi ada Lu Zheng yang membantunya. Ini merepotkan. Aku tidak mungkin menang melawan mantan dewa bencana seperti Lu Zheng bukan?"


__ADS_2