
Setelah tinggal di Istana Dewa Pencipta Dunia Langit selama sehari, Xiu Jimei akhirnya pergi ke tempat di mana Istana Minglan berada.
Jaraknya cukup jauh dari kediaman Han Yuye. Xiu Jimei menggunakan teleportasi jarak dekat selama beberapa kali hingga akhirnya sampai di sana diam-diam.
Istana Minglan yang ada di depannya sama seperti istana yang pernah dia lihat dalam mimpi. Di mana Ming Zise selalu menariknya ke dalam istana itu untuk berselingkuh diam-diam.
"Istana ini sungguh indah," kata Tuit Tuit.
"Benar." Xiu Jimei mengangguk.
Mungkin semua istana para dewa dan dewi sangat indah. Alam Para Dewa tidak miskin.
Ketika Xiu Jimei datang ke sana diam-diam, dia bisa melihat seekor angsa putih roh dewa yang biasanya digunakan sebagai tunggangan. Sepertinya ini milik seseorang yang datang berkunjung ke Istana Minglan.
"Ning Siyu, kamu harus sadar diri. Fantasi mu terlalu berlebihan. Sampai kapanpun, Xiu Jimei adalah satu-satunya wanitaku." Suara dingin itu terdengar.
"Kenapa harus dia? Aku hanya ingin menjadi selirmu, itu tidak masalah. Tidak bisakah kamu memenuhi keinginanku? Zise, aku sudah jatuh cinta padamu sejak lama tapi kenapa kamu tidak mau memandangku?" Suara seorang wanita yang tampak marah, menggema di salah satu ruangan.
"Kita tidak berjodoh," kata pria itu lemah.
Xiu Jimei yang tak sengaja mendengar nya akhirnya tahu jika suara itu milik Ming Zise dan Ning Siyu. Mereka ada di satu ruangan yang sama. Tapi tidak tahu ruangan apa.
__ADS_1
Suara pertengkaran mereka bahkan bisa didengar oleh pelayan. Tampaknya sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi orang-orang di istana ini.
Seberapa sering Ning Siyu datang ke Istana Minglan dan mengejar Ming Zise?
"Aku tidak peduli! Aku hanya ingin menjadi selirmu. Tolong pertimbangan aku. Aku berjanji tidak akan bertengkar dengan Xiu Jimei. Kamu bebas dengannya. Aku hanya akan menjadi selir yang jujur di istanamu," kata Ning Siyu memohon.
Wanita, ketika pikirannya penuh dengan cinta, sikap nya sedikit diturunkan. Mereka akan menjilat dan berlutut atas nama cinta. Tidak lagi memedulikan harga diri.
Ning Siyu telah dibutakan oleh cinta pada Ming Zise dan bahkan tidak lagi peduli dengan statusnya sebagai Dewi Kecantikan. Dia hanya ingin bersama pria itu.
"Ning Siyu, aku tidak bisa." Ming Zise pasti akan menolaknya. Wajahnya menjadi gelap saat ini.
Saat Xiu Jimei mendengar ini di luar, hatinya penuh kemarahan. Dia tidak menduga jika Ning Siyu akan begitu tak tahu malu untuk bekerja sama dengan Dunia Hantu.
Tidak bisakah dia memberikan pelajaran pada Ning Siyu itu? Dia sangat ingin menamparnya.
Xiu Jimei menggunakan mata tembus pandang nya untuk melihat apa yang terjadi dalam ruangan. Dia melihat Ning Siyu memeluk Ming Zise dengan erat dan terus berceloteh.
Tampaknya Ming Zise sabar dengannya meski ekspresinya tidak baik. Entah apa yang ada di pikiran Ming Zise saat ini, namun ada keraguan dalam bertindak.
Ming Zise tidak menyingkirkan Ning Siyu yang memeluknya, membuat Xiu Jimei bahkan lebih marah. Dia cemburu saat melihat ini dan berpikir jika Ming Zise mungkin mempertimbangkan Ning Siyu sebagai selirnya.
__ADS_1
Di Dunia Langit, Ming Zise akan memperlakukannya dengan baik sebagai bintang phoenix. Tapi ketika kembali ke Alam Para Dewa, pria itu akan tinggal bersama Ning Siyu.
Apakah Ming Zise tertarik dengan kecantikan Ning Siyu?
"Ning Siyu, jangan seperti ini. Aku tidak bisa melakukannya." Akhirnya Ming Zise melepas pelukan wanita itu dan meminta pelayan untuk membawanya keluar.
"Tidak! Aku tidak mau! Aku ingin tinggal di sini dan menjadi selirmu!" Ning Siyu keras kepala. "Jika kamu tidak mengabulkan keinginanku, aku pasti akan mengganggu Xiu Jimei dan membantu raja hantu untuk membunuh Yan Yujie. Aku tidak akan membuat hidup kalian tenang!"
"Ning Siyu!" Kali ini Ming Zise kehilangan kesabarannya dan menampar tubuh wanita itu dengan energi spiritual.
Ning Siyu tidak siap dan akhirnya membentur daun pintu. Ada darah yang merembes dari sudut mulutnya.
"Zise, kamu ...."
Ming Zise menatapnya dengan tajam. "Ini kali terakhirnya aku memperingatkan mu! Jangan ikut campur dalam urusan dunia lain. Kamu harus tahu posisi dan tugasmu! Jika tidak, aku hanya bisa memberikan posisimu pada yang cocok untuk menjadi dewi kecantikan!"
Ning Siyu gemetar. Dia tahu jika kali ini Ming Zise serius dengan kata-katanya. Selama seminggu terakhir, dia telah berjuang untuk mendapatkan hati pria itu. Tapi gagal dan gagal lagi.
Ming Zise lebih berhati-hati daripada yang dia duga. Dia bahkan tak bisa naik ke tempat tidurnya.
Mengetahui jika Ming Zise dan Xiu Jimei sudah tidur bersama, Ning Siyu bahkan lebih cemburu. Dan kebenciannya terhadap Xiu Jimei bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.
__ADS_1