Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Akhir Lin Yue


__ADS_3

Lu Zheng mengetahui hal ini berkat mata-mata yang masih ada di Alam Para Dewa. Ada portal teleportasi spiritual di Alam Para Dewa. Dan ternyata masih satu induk dengan portal teleportasi spiritual milik klan penyihir.


"Katamu ada portal teleportasi yang sama? Bagaimana bisa ini terjadi?" Lu Zheng kebingungan.


Apa yang sebenarnya terjadi dengan portal teleportasi klan penyihir sehingga menghasilkannya dua lubang portal teleportasi? Lu Zheng menyesal karena sebelumnya dia tidak mengutus seseorang untuk berjaga-jaga di sana. Sekarang dia hanya bisa bertaruh.


Sebagian pasukan Alam Neraka telah memasuki portal teleportasi spiritual. Dan di Alam Para Dewa, pasukan khusus tertentu juga telah turun. Lu Zheng sepertinya mulai memahami jika konspirasi nya telah terungkap.


Siapa yang memiliki kemampuan untuk melakukannya? Dia yakin Dewa Perang saja tidak akan mampu melakukannya sejauh itu. Yang dia pikirkan hanyalah Xiu Jimei, sang pewaris esensi delapan dewa-dewi. Tapi bisakah gadis manusia itu melakukannya? Bukankah itu lelucon?


"Karena semuanya sudah seperti ini, maka lanjutkan saja. Di alam sekuler, kekuatan ditekan setengahnya. Ini tidak terlalu baik." Lu Zheng memerintah anak buahnya untuk membuat pengaturan baru. Sementara dia akan turun untuk memimpin.


Ning Siyu ditugaskan untuk menjaga Alam Neraka. Lagi pula dia adalah ratu di masa lalu dan menjadi ratu lagi di masa kini. Meski tidak puas dengan Lu Zheng, tidak ada piliha lain selain bekerja sama.


Lu Zheng berniat untuk menangkap Xiu Jimei. Dia menginginkan esensi delapan dewa-dewi di tubuh gadis itu. Dengan esensi delapan dewa-dewi, Lu Zheng bukan hanya bisa berkultivasi hingga menjadi ketiadaan (dewa di atas dewa), tapi ia juga bisa membangun kerajaan baru yang lebih baik di Alam Neraka. Kemudian ia bisa merebut Alam Para Dewa.


Pikiran Lu Zheng yang tidak bisa ditebak tapi setidaknya mirip dengan keinginan Ning Siyu untuk menjadi kuat. Bedanya, Ning Siyu telah jatuh hati pada Ming Zise.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Alam Para Dewa, Dewa Perang akan memimpin pasukan menuju alam sekuler. Dia telah mendapatkan perintah dari Dewa Pencipta Alam Para Dewa untuk melindungi manusia alam sekuler dari pembantaian makhluk Alam Neraka.


"Apa semua pasukan telah pergi?" tanya Dewa Perang.

__ADS_1


"Semuanya sudah pergi. Apakah kamu ingin bekerja sama dengan Dunia Langit? Pasukan Dunia Langit tidak buruk," jawab dewa lainnya.


"Seribu pasukan Alam Para Dewa mungkin tidak cukup, tentu saja kirim pasukan dari Dunia Langit dan Istana Langit. Lagi pula, tidak terlalu baik jika terlalu mencolok. Nasib bisa diubah tapi takdir tidak bisa diubah, ini merepotkan." Dewa Perang sakit kepala saat memikirkannya.


Berpikir dia bisa tenang untuk sementara waktu, namun kenyataannya tidak bisa begitu. Dia mungkin terlalu santai akhir-akhir ini sehingga masalah besar pun tidak diketahui. Jika bukan karena Xiu Jimei, ia mungkin tidak akan tahu sama sekali. Lalu menunggu alam sekuler dikuasai penghuni Alam Neraka, betapa ngerinya masa depan?


Ketika Istana Langit dan semua kaisar Dunia Langit mendapatkan perintah, mereka pun masing-masing mengirim seribu pasukan. Portal teleportasi spiritual dibuka oleh Alam Para Dewa sehingga tidak sulit untuk mengirim pasukan dalam jumlah banyak.


.... . . . . . . . . . ....


Sementara itu di alam sekuler, kabut kemerahan yang menyelimuti hampir satu benua telah dikuasai oleh iblis Alam Neraka. Semua binatang roh yang terjebak dalam kabut atau berkeliaran tidak tentu arah langsung dibunuh oleh mereka.


Lin Yue terjebak di wilayah istana klan penyihir. Dia melarikan diri dari kejaran Ye Jue. Tapi kakinya terasa berat saat berlari seolah-olah ada sesuatu yang menahannya.


Lin Yue yang banjir keringat akhirnya tidak tahan lagi dan berhenti. Napas nya tersengal-sengal. Ketika ia menoleh ke belakang, Ye Jue ternyata masih mengincarnya. Pria itu berjalan santai seraya menunjukkan senyum manis. Tapi di matanya, itu adalah senyum penuh aura membunuh.


Jika Luo Chan bisa dibunuh dengan santai, apa lagi dirinya. Jadi Lin Yue memikirkan jalan hidupnya sendiri. Tapi sayangnya Ye Jue tidak mengingat kasih sayangnya sama sekali. Dia terkekeh saat tiba di depan wanita itu.


"Tidur bersama? Kita tidak pernah tidur bersama. Apakah wanita sepertimu layak? Jangan menodai tubuhku," ucapnya.


"Tidak mungkin! Jelas kita tidur bersama malam itu? Kamu dan aku melakukannya. Kenapa kamu menyangkalnya?" Lin Yue tidak percaya sama sekali. Dia tidak salah ingat.


"Kita tidak benar-benar tidur bersama. Itu hanya mimpi yang aku ciptakan seperti nyata seolah-olah kamu dan aku melakukannya. Kamu hanya melakukannya dalam ilusi."

__ADS_1


Lin Yue berwajah pucat dan menggelengkan kepalanya berulang kali. "Tidak, kamu pasti berbohong padaku!"


Ye Jue tidak peduli sama sekali dan tertawa. Tatapannya menjadi lebih dingin. Waktunya sudah hampir habis. Ia menghitung waktu di mana Lin Yue akan berakhir hari ini. Kematian tidak bisa dihindari.


Ia membaca sebuah mantra yang tidak diketahui oleh Lin Yue. Lalu sebuah lingkaran totem bercahaya tertentu muncul dari bawah kakinya dan meluas.


"Berterima kasih lah padaku karena aku akan membantumu meringankan hukuman di alam bawah nanti." Ye Jue menyayat salah satu pipi Lin Yue hingga darah menodai pedangnya.


Lin Yue merasakan sakit dan pedih di pipinya tapi tidak berdaya. Ia melihat jika Ye Jue melakukan cara yang sama seperti sebelumnya, menjilat darahnya. Pada saat itu, deretan tulisan asing yang ada di tubuh Ye Jue kembali bercahaya.


Tentu saja Lin Yue menebak jika kemungkinan besar Ye Jue akan membunuhnya. Ia hanya berderai air mata. Tidak tahu kenapa, dia hanya ingin menangis. Apakah dia benar-benar mengambil jalan yang salah selama ini?


"Apakah kamu mengingat para dewa sekarang? Sayangnya, terlambat untuk bertobat. Kamu harus membayar dosa-dosa mu di dunia bawah." Ye Jue akhirnya menusuk dada wanita itu tanpa ragu-ragu sedikitpun.


Pedang itu tembus hingga ke punggungnya dan darah langsung menetes dari ujung pedang menuju lingkaran totem di bawahnya. Lin Yue akhirnya menghembuskan napas terakhir dengan mata terbelalak, menatap Ye Jue dengan ngeri.


Tak jauh dari sana, Xiu Jimei sepertinya melihat samar-samar jika ada rantai yang menjebak jiwa Lin Yue keluar dari raganya. Lalu ada sosok berjubah hitam dan berjubah putih misterius di sisi kanan-kiri Lin Yue.


Sayang sekali Xiu Jimei hanya bisa melihat nya samar-samar. Dia mengucek kedua matanya dan memastikan apakah itu benar atau cuma halusinasinya saja. Apakah ketidakkekalan hitam dan putih itu ada di alam bawah?


"Apa yang kamu lihat?" tanya Ye Jue yang telah kembali ke penampilannya yang semula, lembut dan terlihat seperti wajah putih kecil.


Xiu Jimei terkejut sejenak dan menarik kembali pikirannya yang aneh. "Oh, tidak apa-apa. Aku hanya merasa melihat sesuatu. Apakah sosok hitam dan putih yang menjaga gerbang alam bawah memang ada?" tanyanya dengan santai.

__ADS_1


Ye Jue menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum. "Apakah kamu melihat mereka?"


"Sepertinya begitu," jawabnya jujur.


__ADS_2