Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Jodoh Xiu Jikai


__ADS_3

Di Alam Para Dewa, Istana Dewa Jodoh


Dewa Jodoh sedang menjodohkan jutaan makhluk melalui buku takdir. Tiba-tiba saja bersin saat ini. Hidungnya gatal dan bersin beberapa kali lagi. Entah kenapa dia seperti tidak enak badan sekarang.


"Apakah aku sakit?" gumamnya.


Dewa Jodoh yang sudah lanjut usia itu menatap buku takdir dan secara otomatis, lembaran buku takdir yang melayang di depannya segera berpindah ke halaman tertentu. Lalu dia melihat sebuah tulisan berwarna emas.


Dewa Jodoh menyesap teh bunga persiknya yang harum. Lalu dia meminta pelayan untuk menyiapkan sup bunga teratai untuk menghangatkan tenggorokannya.


Dia sibuk memperhatikan lembaran buku takdir. Awalnya Dewa Jodoh mengira jika itu hanyalah manusia kecil yang baru saja menemukan jodohnya di dunia. Tapi saat melihat nama Xiu Jikai tertulis di halaman tersebut.


"Apaaa??!" Dewa Jodoh tiba-tiba saja menyemburkan air the yang baru saja memasuki mulutnya. Lalu terbatuk beberapa kali.


Membelalakkan mata dan melempar cangkir teh ke sembarang arah, Dewa Jodoh membuka matanya lebar-lebar untuk melihat dengan baik nama yang tertera di halaman buku takdir.


Xiu Jikai! Tidak salah ini, ini anak laki-laki mantan dewa iblis?


Khawatir Dewa Jodoh membuat kesalahan, dia segera melihat apa yang terjadi saat ini di luar Alam para Dewa. Bagaimana bisa laki-laki yang akan menjadi raja iblis berikutnya memiliki jodoh begitu cepat? Apakah tidak salah?


Dalam penglihatannya, Dewa Jodoh melihat jika saat ini Xiu Jikai sedang membujuk seekor rubah merah ras iblis di Dunia Bawah. Iblis rumah merah ekor sembilan, anak dari raja kegelapan saat ini, Mo Yue.


Dewa Jodoh merasa pikirannya kosong. Keturunan naga murni setengah manusia ini akan menikahi rubah ekor sembilan?


Apakah dunia sudah kacau?


"Tidak! Tidak! Aku harus segera pergi menemui Dewi Takdir untuk mengonfirmasi."


Dewa Jodoh segera menutup lembaran buku jodoh dan pergi ke halaman. Dia menaiki seekor angsa putih raksasa sebagai tunggangan dan menuju ke wilayah Dewi Takdir berada.


Sesampainya di Istana Dewi Takdir, Dewa Jodoh jelas masih panik dan bingung.


Saat ini, seorang wanita dewasa berpakaian layaknya peri duduk di gazebo sambil memainkan guqin. Ada beberapa gadis pelayan cantik menemaninya. Tirai kasa di yang terpasang di tiang gazebo berkibar lembut tertipu oleh angin.

__ADS_1


Melodi lembut dari guqin membuat Burung-burung kecil roh dewa hinggap di sekitar dan menikmati musik merdu tersebut.


Hingga akhirnya teriakan Dewa Jodoh membuat Dewi Takdir menghentikan gerakannya.


"Dewi Dewi, apakah kamu bercanda denganku??!" teriak pria tua itu.


Sudut mulut Dewi Takdir berkedut lalu mengerutkan kening. Pelayan yang ada di sekitar segera mundur beberapa langkah dan membungkuk pada Dewa Jodoh.


"Ada apa? Datang dan berteriak tidak jelas. Apa lagi yang ini kamu tuduhkan padaku?"


Dewa Jodoh ini selalu datang ke istananya setiap kali ada sesuatu yang menyangkut dengan takdir. Dia hanya mengurus takdir semua makhluk, bukan percintaan mereka. Tapi Dewa Jodoh ini jelas datang dan menuduhnya bermain tangan sesuka hati.


"Jangan pura-pura tidak tahu! Kamu yang menakdirkan anak mantan dewa iblis dengan iblis rubah ekor sembilan? Apakah otakmu dimakan anjing?" Dewa Jodoh marah tidak jelas.


Akhirnya Dewi Takdir juga memiliki harga diri, dia memukul kepala pria tua itu dengan guqin kesayangannya. Dewa Jodoh mengerang kesakitan dan baru sadar jika dirinya membuat wanita cantik itu marah. Dia khawatir Dewi Takdir membuat beberapa takdir baik menjadi buruk, terutama tentang dirinya.


"Kamu anjingnya!" Dewi Takdir mencibir.


"Tidak, tidak! Maksudku, apakah kamu mengatur takdir untuk Xiu Jikai?" tanya pria tua itu lebih ramah dan baik hati.


"Aku hanya menentukan jika takdirnya adalah bertemu dengan seseorang yang ditakdirkan menghangatkan hatinya, memiliki hidup yang baik dan melewati kesulitan bersama dengan pasangannya. Setelah kesulitan maka mekarlah kebahagiaan Dewi Takdir membaca ulang apa yang pernah ditulisnya. Lalu menatap Dewa Jodoh. Apa yang salah dengan menikahi rubah?"


Tidak, tidak ada yang salah. Berarti ini bukan salahmu, batin Dewa Jodoh.


"Jika dia sudah menemukan jodohnya itu bagus. Lagi pula, tidak buruk." Dewi Takdir lebih tenang.


Dewa Jodoh ingin menangis saat ini.


Jelas kamu tidak mempermasalahkannya. Tapi aku akan berada dalam masalah. Ayah anak itu jelas bukan vegetarian, batin Dewa Jodoh lagi.


"Lagi pula, Bukankah itu bagus? Hidup anak mantan dewa iblis tidak akan kesepian di masa depan. Dia jelas akan melindungi istri kecilnya," kata Dewi Takdir.


"Tapi bagaimana jika Mantan Dewa Iblis Xiu Jichen muncul dan menentangnya?"

__ADS_1


"Itu urusanmu sebagai dewa jodoh, bukan masalah bagiku." Dewi Takdir acuh tak acuh.


Kamu punya dendam kesumat denganku kan? Batinnya lagi tidak beruntung hari ini.


Namun Dewi Takdir juga memeriksa takdir dari kembaran Xiu Jikai saat ini. Tapi anehnya nama Xiu Jimei tidak muncul sama sekali.


Bahkan saat dia mencoba untuk berusaha memasukkan nama Xiu Jimei ke buku takdir, yang ada, buku takdir sedikit bergetar dan hampir saja hancur. Lalu sebuah cahaya melesat ke arah Dewi Takdir dan menyerangnya.


"Ahhh!" Dewi Takdir refleks menutup matanya akibat silau dan buku takdirnya langsung menghilang.


Dewa Jodoh terkejut. "Ada apa denganmu?"


Wajah Dewi Takdir pucat saat ini. Dia hampir saja buta. Setelah menenangkan diri, Dewi Takdir menggelengkan kepala.


'Takdir dan nasib Xiu Jimei aneh. Kenapa aku tidak bisa melihatnya?"


"Apakah kamu baru saja mencoba melihat takdirnya?"


Dewi Takdir mengangguk.


"Dia memang aneh, ada kabut yang selalu menghalangi rahasia kehidupannya di masa depan. Dengan kata lain, dia bisa membuat jalannya sendiri," jelas Dewa Jodoh serius.


"Lalu bagaimana kamu membuat jodoh untuknya?"


Pria tua itu menggelengkan kepala. "Bukan aku yang membuat jodoh untuknya, tapi ini mantan dewa tertinggi yang berjodoh dengannya. Kamu juga tahu, Ming Zise baru saja bangun dari tidur panjangnya seratus tahun lalu."


Lebih tepatnya, Ming Zise bangun dari tidur panjangnya di Istana Minglan, satu tahun sebelum Xiu Jimei lahir. Pada saat itu, Dewa Jodoh mengira jika Han Yuye sebagai dewa pencipta Dunia Langit akan berjodoh dengan anak perempuan Fu Chan Yin. Tapi takdir tuhan berkata lain.


Ketika si kembar lahir ke dunia, jodoh Ming Zise ditentukan dan Han Yuye tidak berdaya. Pada akhirnya Han Yuye harus menerima takdirnya sebagai orang kesepian lagi. Belum lagi, Pangeran Agung Zishu juga menyukai Xiu Jimei, hanya bisa mundur saat tahu gadis itu berjodoh dengan Ming Zise.


Belum lagi, Ming Zise adalah mantan dewa tertinggi berusia lima ribu tahun yang tidak pernah dekat dengan wanita atau dewi manapun.


Saat diketahui jika bintang phoenix-nya adalah Xiu Jimei, Dewa Jodoh hanya bisa membuat pengaturan sesuai dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"Gadis itu memiliki esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya bukan?" tebak Dewi Takdir.


__ADS_2