Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Meninggalkan Pegunungan Mati


__ADS_3

Jin Long enggan untuk memberikan hartanya tapi masih harus menempati janji. Dia tak sengaja melihat Ming Zise yang terlihat tenang sepanjang waktu, mau tidak mau mengerang di hatinya. Orang yang lebih kuat justru diam sepanjang waktu.


Akhirnya Jin Long mengajak Xiu Jimei pergi ke ruang peristirahatannya dan membiarkan gadis itu memilih benda yang disukainya. Xiu Jimei tidak serakah. Setelah mengambil beberapa harta, dia keluar dari tempat tersebut.


Tapi Jin Long masih sakit hati. Benda yang diambil gadis itu justru berupa guci lagi. Mungkinkah dia harus menelan semua harta ke dalam perutnya agar tidak dicuri lagi di masa yang akan datang?


Siapa tahu di masa depan, anak gadis itu akan datang lagi untuk melakukan hal yang sama.


"Kenapa hidupku begitu sengsara? Apakah karena aku terlalu serakah sebelumnya?" gumam Jin Long yang kini dalam wujud naga kecil. Dia mengobrak-abrik semua harta yang ada di ruang lingkaran totem.


Untungnya, meski benda berharga paling mahal sudah terbang ke tangan Xiu Jimei, dia masih memiliki beberapa mutiara malam kuno yang bisa bersinar saat berada dalam gelap.


"Satu, dua , tiga empat, sepuluh, lima belas, dua pul— eh?!" Jin Long yang menghitung semua muraiara malam kuno terkejut. Dia menghitungnya lagi dari awal dan ada yang kurang.


Mutiara malam kuno hilang satu!


"Ke mana hilangnya? Kenapa tidak ada?" Jin Long mencari dengan teliti di setiap sudut. Mungkin benda itu menggelinding ke suatu tempat yang tersembunyi.


......................


Meninggal Jin Long yang sedang bingung mencari mutiara malam kuno yang hilang satu, Xiu Jimei sudah kembali dengan berbagai harta dan membagikannya pada semua orang. Dia hanya mengambil guci dan sebuah bola kecil putih yang mengeluarkan cahaya.


Mereka tampaknya merasa jika bola kecil yang bercahaya itu sangat membius mata.


"Benda apa ini? Apakah Jin Long masih memiliki benda seperti ini?" Jia Lishan mengerutkan kening.

__ADS_1


Guru pendamping kelompok Huang Fu Shi menjawab, "Naga suka mengumpulkan benda yang berkilau, baik berharga atau tidak, asal menyenangkan mata."


Akhirnya Ming Zise mengambil bola putih kecil yang bercahaya itu. "Ini adalah mutiara malam kuno dari masa seribu tahun yang lalu. Dulunya dimiliki oleh kerang laut roh. Konon, hanya ada dua puluh mutiara malam kuno di daratan ini," jelasnya.


"Ah? Sangat berharga?" Xiu Jimei seperti baru menyesali sesuatu.


"Ya dan tidak. Tergantung selera orang yang menginginkannya." Ming Zise tidak memiliki keinginan untuk memiliki mutiara kecil ini.


"Bagaimana menurut Guru?" Xiu Jimei menanyakan pendapatnya.


"Bagi Guru ini biasa saja. Jika Xiao Mei ingin mutiara malam yang banyak, Guru akan mengambilnya saat kembali nanti."


"Tentu saja! Aku ingin menggantungnya di langit-langit kamar seperti bintang di langit."


Ming Zise terkejut, lalu terkekeh setelah membayangkan nya. Jika Mei'er nya menginginkan bintang-bintang di langit, dia mungkin tidak akan mampu memetiknya. Tapi masih bisa membuat mutiara malam menjadi bintang-bintang di kamarnya.


Untung saja mereka tidak menemukan kelainan keduanya dan menyimpan harta dengan baik.


"Lalu bagaimana kita bisa memperbaiki lingkaran totem yang rusak ini?" Meng Meng melihat lingkaran totem yang sudah rusak.


Jin Long berkata, mereka harus memperbaikinya sebelum meninggalkan pegunungan mati.


Ming Zise tentu tidak akan menunda waktu mereka. Dia ingin segera pergi dari pegunungan mati dan membuat Xiu Jimei istirahat dengan baik. Dia tak bisa membiarkan bintang phoenix nya kelelahan.


"Jangan khawatir tentang itu, seseorang secara kami akan memperbaikinya."

__ADS_1


"Siapa?" Meng Meng menatap Ming Zise dengan antusias.


"Intinya seseorang. Itu tidak akan melanggar aturan karena bukan bagian dari ujian."


Dua guru pendamping lainnya juga mengangguk. Ya, benar juga, tidak akan melanggar aturan ujian.


Mereka akhirnya segera meninggalkan pegunungan mati dengan bantuan Ming Zise. Karena tugas yang diberikan sudah diselesaikan, mereka akhirnya bisa bersantai. Tugas ini membutuhkan beberapa hari perjalanan tapi membutuhkan satu hari untuk mendapatkan hasil. Setidaknya sepadan.


Sementara mereka pergi, ada orang yang lebih menderita saat ini. Wuming dan Yamla ditinggal di pegunungan mati demi memperbaiki lingkaran totem yang rusak.


Yamla dalam wujud ular putih kecil tidak mau membantu Wuming dan terus melingkari leher laki-laki itu.


"Wuming, apakah tuan kita sudah terhasut oleh cinta bintang phoenix nya?" tanya Yamla langsung menjulurkan lidah ularnya.


"Siapa yang tahu! Kenapa kamu tidak tanya pada tuan?!" Wuming kesal.


"Jika aku bertanya lebih banyak, tuan akan menjadikanku sup ular siluman di masa depan."


"..." Kamu tahu itu di hatimu, batin Wuming.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah meninggalkan pegunungan mati, semua murid kelelahan dan ingin mencari tempat untuk istirahat. Jauh dari tempat penginapan atau pemukiman warga, mereka hanya bisa membuat tenda di bibir hutan.


Xiu Jimei sendiri menguap beberapa kali saat berada di perjalanan. Ming Zise ingin menggendongnya dan membiarkan gadis itu tidur di punggungnya. Tapi ada banyak orang, dia tidak bisa bertindak gegabah.

__ADS_1


Setelah membangun tenda, Xiu Jimei bahkan langsung masuk dan tidur. Dia terlalu lelah hari ini.


__ADS_2