Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Menunggu Hari Esok


__ADS_3

Di Negara Shui, alam sekuler saat ini, keadaan di istana kekaisaran sedikit buruk. Terutama saat Zhongkui dibawa pergi oleh Luo Chan. Kaisar Shui menjadi tidak bahagia untuk waktu yang lama. Tapi dia juga tidak bisa berbuat lebih jauh lagi. Kekuatan klan penyihir, Kaisar Shui tahu yang terbaik.


Xiu Jikai sudah kembali beberapa saat yang lalu dan memberi tahu kaisar tentang masalah tersebut. kali ini Kaisar Shui menyadari jika masalahnya lebih serius. Apa yang dilakukan klan penyihir hingga Zhongkui berkata hanya perlu menunggunya beberapa hari lagi?


“Kira-kira apa yang diinginkan mereka?” Kaisar Shui telah bergumam berulang kali, duduk di kursi kebesarannya lalu bangkit dan berjalan mondar-mandir. Terus seperti itu hingga kaisar lupa tentang bawahannya sendiri.


Xiu Jikai sepertinya tidak terlalu peduli. “Apapun yang kamu pikirkan, lebih baik untuk menyelesaikan persiapan bersama dari pada menunggu bencana mendekat.”


Ia hanya menunggu adiknya saat ini. mungkin akan segera ada berita dari Alam Para Dewa. Tak lama kemudian, Xiu Jimei kembali dengan tangan kosong. Ia menceritakan apa yang baru saja dibahas dengan Dewa Perang.


“Dewa Perang berkata jika kemungkinan besar masalah ini berkaitan dengan Alam Neraka. Aku baru saja melihat sejarah yang akan datang dalam dunia peperangan di dunia. Dan apa yang kami lihat masih di negara yang sama, berhubungan dengan penyihir yang bekerja sama dengan Alam Neraka,” jelas Xiu Jimei, jarang terlihat serius di hari-hari biasa.


“Jadi?” Xiu Jikai mengerutkan kening.


“Dewa Perang meminta kami untuk membantu sebisa mungkin dan mencegah Alam Neraka menguasai alam sekuler. Dia akan berdiskusi dengan Dewa Pencipta Alam Para Dewa.”


“Benar-benar merepotkan,” gumam laki-laki itu sedikit kesal.


“Kakak, menurutku ini menyenangkan.”


“Kamu hanya ingin bermain di alam sekuler lebih lama.”

__ADS_1


“…” Xiu Jimei enggan mengakuinya.


Pembicaraan menarik kakak beradik itu membuat Kaisar Shui kebingungan. Dewa Perang apa? Dewa pencipta apa? Kenapa dia tidak tahu tentang hal ini? bisakah para dewa berdiskusi dengan manusia begitu mudah?


Untungnya Kaisar Shui tidak mau berbicara banyak tentang masalah tersebut.


“Lalu, apakah bencana ini serius? Klan penyihir bersiap membuat gelombang?”


“Ya.” Xiu Jimei mengangguk. “Bersiap-siaplah untuk berperang kali ini. Bukan hanya negara ini saja, kemungkinan besar negara lain juga akan diserang oleh mereka. Jangan sampai … kalian dikalahkan oleh makhluk Alam Neraka. Jika itu, manusia hanya akan tinggal nama.”


Para perdana menteri penasaran dengan makhluk Alam Neraka yang dimaksud. “Seperti apa makhluk Alam Neraka itu?”


“Berkepala binatang? Apakah mereka siluman?”


“Bukan … mungkin setengah siluman. Aku juga tidak tahu pasti tentang masalah ini. Namun ras siluman berbeda lagi. Siluman menjelma menjadi manusia seutuhnya dan terkadang hanya menunjukkan ekor atau telinga. Tapi makhluk Alam Neraka ini perawakan manusia dan kepalanya utuh binatang.”


Semua orang tegang dan hampir berkeringat dingin. “Kalau begitu, bagaimana cara mengatasi semua ini? Klan penyihir bahkan dikalahkan mereka?”


Meskipun Xiu Jimei merasa jika pertanyaan mereka tidak harus dijawab, tapi situasi kali ini genting. Mau tidak mau dia memberitahukan tentang masalah tersebut.


“Diperkirakan klan penyihir bekerja sama dengan Alam Neraka. Tapi mereka tidak tahu jika penghuni Alam Neraka bukan sekutu yang setia, hanya menjadikan klan penyihir sebagai pion untuk memasuki gerbang dunia manusia alam sekuler."

__ADS_1


Atau yang lebih mengerikannya lagi, klan penyihir tidak tahu siapa yang mereka undang. Apapun itu, dampaknya tetap buruk.


Masalah ini, Xiu Jimei tidak bisa membantu lebih banyak. Dia hanya perlu tahu apa yang akan terjadi setelah beberapa hari berlalu nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada malam harinya, Xiu Jimei dan Xiu Jikai bisa merasakan perubahan di langit. Terutama energi spiritual asing yang mulai menyebar perlahan-lahan. Keduanya juga sedikit merasakan hawa panas. Sayangnya, energi spiritual panas yang asing ini hanya bisa dirasakan oleh kultivator yang telah mencspai ranah.


"Kakak, apakah kamu merasa jika energi spiritual yang bocor di udara ini tidak asing?" Xiu Jimei yang hendak tidur tiba-tiba segar kembali.


"Ya. Kami harusnya tahu lebih banyak." Xiu Jikai meliriknya.


"Hawa panas Alam Neraka. Aku pernah ke perbatasan Alam Neraka sebelumnya dan tahu seperti apa panasnya di sana."


"Gerbang Alam Neraka harusnya sudah terbuka."


"Kalau begitu ayo kita pergi dsn lihat. Mungkin kita bisa mengacaukannya." Xiu Jimei ingin tahu di mana gerbang samping Alam Neraka terbuka.


"Tidak. Tidurlah dan cari tahu besok. Lagi pula besok belum waktunya. Masih ada kesempatan untuk melihat." Xiu Jikai menolak. Dia terlalu malas untuk berurusan dengan manusia alam sekuler.


Xiu Jimei ingin pergi sendiri tapi rasanya tidak mungkin. Karena Xiu Jikai berkata besok, maka dia akan istirahat di kamar halaman kosong lainnya. Xiu Jimei juga sudah mengantuk. Jadi dia pergi tidur.

__ADS_1


__ADS_2