Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Menaklukkan Induk Sulur Spiritual


__ADS_3

Yamla yang berwujud seekor ular putih kecil mau tidak mau menatap burung kecil itu. Dia menjulurkan lidahnya beberapa kali. "Wuming, bisakah aku memakan burung kecil itu? Tampaknya sangat lezat."


Wuming langsung menggelengkan kepala. "Jangan, jika kamu memakannya, Kaisar Alam Baka akan kehilangan pertunjukan."


"Oh, sayang sekali." Yamla merasa kesal sesaat.


Burung kolibri biru keringat dingin sejenak dan diam-diam menjauh dari mereka. Ia merasa tidak nyaman saat Yamla menatapnya seperti melihat mangsa di kegelapan.


Mungkin saat ini, Kaisar Alam Baka juga berdoa agar burung kolibri biru tidak menjadi santapan ular di sana.


Kembali lagi ke sisi Xiu Jimei saat ini.


Di depan mereka, induk sulur roh hutan bagian dalam terlihat cukup lebat. Bahkan ada beberapa sulur berbunga besar yang bisa menelan mangsa tanpa meludahkan tulang.


Ketika tanaman roh itu mengetahui kedatangan manusia, ada rasa semangat yang besar. Di mata bunga pemakan daging, mereka adalah makanannya. Sedangkan di mata sulur-sulur roh berbagai jenis, kedatangan mereka dianggap musuh.


Karena manusia kultivator itu telah berhasil menemukan sarang induk sulur roh, keagresifan nya meningkat.


Cip Cip tanpa sadar merinding. Dia meminta Wang Xuyue untuk naik ke punggungnya.


"Tuan, kamu bisa menyerang mereka dari punggungku." Cip Cip agak penakut tapi bukan berarti dia tidak memiliki kekuatan.


Wang Xuyue mengikuti apa yang dikatakan binatang kontraktualnya. Dia duduk di punggung Cip Cip. Tak lama setelah itu, tanpa aba-aba sedangkan apapun, semua sulur roh yang tidak membeku langsung menyerang mereka.


Bunga-bunga pemakan daging berusaha untuk menangkap para manusia itu. Tapi Xiu Jikai dengan mudah memotong kelopaknya sedikit demi sedikit. Ia juga menggunakan kultivasi ras iblis untuk membunuh beberapa sulur bunga yang diam-diam menyerang.


Hasil serangan Xiu Jikai membuat sulur roh yang menyerang langsung layu dan menghitam, kemudian mati tanpa tumbuh kembali.


Xiu Jimei melihat semua orang bertarung, akhirnya melihat akar induk sulur roh. Dia berpikir, di mana harta yang disembunyikan oleh induk sulur roh.


"Apakah Mei'er ingin mencari hartanya?" tanya Ming Zise.


"Ya. Di mana kira-kira induk sulur roh menyimpan harta yang dijaganya?" Xiu Jimei menyentuh dagunya sambil berpikir.

__ADS_1


Ming Zise menatap akar induk sulur roh. "Kemungkinan besar di bawah tanah akar," tebaknya.


"Di bawah tanah? Apakah harta yang dijaganya bukan sejenis tanaman?" Xiu Jimei bingung.


Ming Zise tidak menjawab dan hanya tersenyum. Ia seperti sedang sengaja membiarkan Xiu Jimei merasakan rasa misterinya. Mereka akan tahu setelah menggali tanah.


Xiu Jimei siap pergi menghampiri akar induk sulur roh untuk menggali tanah di sekitarnya. Tapi Ming Zise menghentikan niatnya.


"Hah? Bukankah kamu berkata bahwa harta yang dijaga sulur roh ada di bawah tanah?"


"Memang, tapi Mei'er tidak perlu mendekati akar induk. Kita bisa menggali tanah dari sini," jawabnya.


"Gali tanah? Apakah di bawah tanah ada ruang bawah tanah?" Xiu Jimei terkejut.


Ming Zise terkekeh. "Yah, anggap saja begitu."


Xiu Jimei langsung bergumam. "Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal?"


Karena di bawah tanah ada gua yang dibuat oleh sulur roh untuk menyimpan harta, Xiu Jimei hanya tinggal menggali tanah di dekatnya. Ia menggunakan kekuatannya untuk membuat lubang. Tak butuh waktu lama, Xiu Jimei dan Ming Zise bisa melihat ada ruang bawah tanah.


Xiu Jikai menghampirinya. "Apa yang kamu lakukan?"


"Cari harta akar induk sulur roh. Ming Ming berkata kemungkinan besar harta yang dijaganya ada di bawah tanah."


"Harta apa yang dijaganya hingga berada di bawah tanah?" tanyanya.


"Kita akan tahu setelah mencari tahu." Xiu Jimei langsung turun dan menggunakan penerangan batu spiritual.


Ming Zise dan Xiu Jikai juga turun. Namun sepertinya akar induk sulur roh tahu bahwa tempat tersembunyinya telah dimasuki ras manusia. Serangan mereka menjadi lebih agresif.


Di bawah tanah, Xiu Jimei melihat akar-akar sulur roh menggantung di langit-langit. Ternyata akar sulur roh bisa menembus kedalaman tanah yang cukup dalam.


"Apa yang bersinar itu?" Xiu Jimei menyipitkan mata. Ia menghampiri sesuatu yang bersinar tak jauh di depan.

__ADS_1


Tapi sebelum dia bisa melihat lebih dekat, tiba-tiba saja ruang bawah tanah itu bergetar dan puluhan akar sulur roh langsung menyerangnya.


Xiu Jimei menghindar. Xiu Jikai seketika membantu melindungi adiknya dari serangan akar sulur roh. Serangan akar sulur roh sangat agresif hingga Xiu Jikai hampir kewalahan menghadapinya.


Akhirnya mereka yakin jika sesuatu yang bercahaya di antara gundukan akar sulur roh adalah harta. Tapi mereka belum yakin benda apa yang bercahaya itu.


Xiu Jimei berusaha untuk mendekati gundukan akar induk sulur roh, namun cukup sulit. Akar-akar sulur roh akan tahu jika musuh mendekat sehingga menunjukkan perlawanan yang besar.


Namun Xiu Jimei tidak menyerah. Ia akhirnya menggunakan pedang naga esnya untuk membekukan akar-akar itu. Dengan begitu, dia bisa mendekati benda yang bercahaya di depannya.


Ming Zise membawa Xiu Jimei mendekat tanpa mengalami kesulitan sedikitpun. Keduanya menggunakan teleportasi jarak dekat. Akar-akar sulur roh tampaknya tidak memiliki kesadaran diri untuk melawan, hanya bertugas untuk melindungi benda yang bercahaya.


"Benda apa ini sebenarnya?" Xiu Jimei menyingkirkan akar-akar yang mengelilingi harta yang dijaga induk sulur roh.


Saat akar-akar disingkirkan, dia terkejut. Tak terkecuali Ming Zise. Ternyata, sesuatu yang bercahaya itu merupakan jenis tanaman roh. Lebih tepatnya, cahaya itu berasal dari bunga melati.


Selain itu bunga melati yang bercahaya menguarkan energi spiritual. Ternyata bunga melati tersebut membuat semua tanaman roh tidak kehabisan energi spiritual.


"Bunga melati jenis apa ini?" tanya Xiu Jimei pada Ming Zise.


"Jika tidak salah, ini adalah bunga melati dewa. Bunga ini harusnya tidak tumbuh di Dunia Langit. Kemungkinan besar benih bunga melati dewa tak sengaja jatuh ke Dunia Langit dan berhasil tumbuh," jelasnya.


"Bunga roh dari Alam Para Dewa?" Xiu Jimei terkejut. "Tidak heran jika energi spiritual yang terkandung sangat besar dan murni."


"Ya, memang. Tapi sangat disayangkan jika sekarang sudah tercemar oleh energi spiritual Dunia-Langit sehingga energi spiritual nya tidak lagi semurni aslinya." Ming Zise menggelengkan kepala.


"Jadi kenapa akar induk sulur roh Hutan Alam Baka menjaga bunga ini?"


Jika diperhatikan dengan baik, akar bunga melati dewa terjerat oleh akar induk sulur roh. Dan sumber energi spiritual sulur roh berasal dari bunga ini. Anehnya lagi, bunga melati dewa tidak bisa dideteksi oleh kultivator mana pun.


Saat malam itu, Lu Mian, Shishi dan Shasha diperintahkan oleh Ning Siyu untuk mengacau Hutan Alam Baka dan membunuh Xiu Jimei. Mereka tidak mengetahui keberadaan bunga ini.


Ming Zise memeriksanya dengan cermat. "Seharusnya karena akar induk sulur roh sudah lemah atau tidak lagi memiliki kekuatan sehingga bergantung pada bunga melati dewa. Tidak heran jika sulur-sulur roh di hutan ini selalu beregenerasi dengan cepat."

__ADS_1


"Jadi, jika bunga ini diambil, akar induk sulur roh akan mati bukan?" Xiu Jikai baru saja selesai mengurus akar induk sulur roh yang menyerangnya. Dia juga mendengar apa yang dibicarakan keduanya.


__ADS_2