Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Mengalami Kecelakaan


__ADS_3

Xiu Jimei selalu merasa tidak nyaman di hatinya seolah-olah ada sesuatu yang akan terjadi. Ia selalu merasa jika Ning Siyu tidak tenang saat ini dan mungkin merencanakan sesuatu yang besar.


Tapi enam negeri Dunia Langit sudah dilindungi oleh array milik Han Yuye. Seharusnya saat ini Ning Siyu sedang memikirkan cara untuk mengganggunya lagi bukan?


Tiba-tiba saja nafsu makan gadis itu menghilang. Ekspresi ceroboh di wajah Xiu Jimei tergantikan oleh keseriusan yang dalam. Setidaknya hampir sama dengan wajah lumpuh (tak berekspresi) Xiu Jikai.


"Kenapa kamu memikirkannya? Jika dia tidak menyerah, kamu juga tidak lemah," jawab Xiu Jikai menenangkannya.


Jika memang benar Ning Siyu sedang merencanakan sesuatu untuk melukai adiknya, maka jangan salahkan dia untuk menghancurkan Alam Neraka.


Xiu Jimei menghela napas tidak berdaya. Bisakah dia menjalani kehidupan yang tenang seperti seratus tahun terakhir? Tampaknya setelah ia mengenal Ming Zise, Ning Siyu mulai membencinya hingga ke tulang.


Haruskah ia menyalahkan Ming Zise? Sepertinya tidak. Lagi pula keduanya terikat oleh takdir. Bisakah dia menyalahkan Dewa Jodoh atas kehendaknya?


Pagi tadi, Ming Zise sudah kembali ke Alam Para Dewa untuk menyelesaikan urusannya. Wuming dan Yamla juga mengikuti pria itu. Tidak tahu apa yang terjadi, Ming Zise sepertinya terburu-buru.


Alam Neraka dan Alam Para Dewa secara terang-terangan bermusuhan sejak lama. Dan kali ini mantan ratu Alam Neraka kembali. Ditambah mantan Dewa Bencana —Lu Zheng menjadi Raja Alam Neraka. Keduanya menginginkan esensi delapan dewa-dewi di tubuh Xiu Jimei.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya, Xiu Jimei dan Xiu Jikai kembali ke Istana Golden Lotus, Ming Zise sudah menunggunya. Pria itu tidak langsung mengutarakan maksud kedatangannya. Tapi dilihat dari ekspresinya saja, Xiu Jimei sudah tahu jika sesuatu benar-benar terjadi di Alam Para Dewa.


"Ming Ming, apakah ada masalah di sana?" tanya Xiu Jimei.


"Bukan masalah besar. Mari bicara setelah kamu kenyang." Ming Zise tidak terburu-buru. Dia melayani Xiu Jimei dengan baik di meja makan.


Xiu Jimei hanya bisa makan malam lebih dulu dan menyeret Ming Zise ke ruangan lain untuk bicara. Xiu Jikai hanya bisa mengikutinya dengan tenang seraya mengambil sepiring kue kering untuk camilan.


"Ming Ming, katakan sekarang. Apa yang terjadi?" Xiu Jimei begitu tidak sabar.


Ming Zise menghela napas tidak berdaya dan menggelengkan kepala sebentar. "Bukan masalah besar. Ini hanya Dewa Pencipta Dunia Langit yang terluka cukup parah," jawabnya.

__ADS_1


"Han Yuye mengalami kecelakaan?" Xiu Jikai mengerutkan kening.


"Ya, dia lengah dan berhasil dilukai oleh Ning Siyu yang menyelinap ke Alam Para Dewa." Memikirkan ini, wajah Ming Zise sedikit menggelap.


"Ada apa dengan Ning Siyu ini? Kenapa tiba-tiba menyerangnya?" Xiu Jimei juga terkejut.


Menyerang Han Yuye, ini sama sekali bukan gaya Ning Siyu bukan?


"Han Yuye telah membuat pelindung di enam negeri Dunia Langit. Ning Siyu tak bisa melakukan kekacauan apapun di Dunia Langit saat ini sehingga dia memulainya dengan Han Yuye," jelas pria itu.


"Pada akhirnya, apakah ini masih karena aku?" Xiu Jimei merasa tidak nyaman di hatinya.


Ming Zise menggelengkan kepala. "Jangan menyalahkan diri sendiri. Sejak awal, Han Yuye memang ingin melindungi Dunia Langit. Lagi pula ini dunia yang diciptakannya. Bisakah penghuni Alam Neraka mengacaukannya?"


Walau Han Yuye menyukai Xiu Jimei dan memberikan apa saja yang disukai gadis itu, tidak mungkin akan bertindak sembrono. Di sisi lain, Han Yuye ingin melindungi Xiu Jimei. Tapi di sisi lain juga, semua demi keselamatan penghuni Dunia Langit.


Hanya untuk membuat array pelindung dari tujuh pagoda dua puluh lantai, Han Yuye telah menguras setengah energi spiritualnya. Ditambah dengan serangan diam-diam Ning Siyu, Han Yuye hampir saja kehilangan banyak vitalitasnya.


"Bisakah aku membantu?" Xiu Jimei mengajukan diri.


"Aku tidak berbohong padamu. Esensi delapan dewa-dewi mungkin bisa membuat kondisi Han Yuye membaik. Karena itulah aku datang," jawab Ming Zise.


Bintang phoenix nya luar biasa. Esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya kemungkinan besar mampu membuat kondisi Han Yuye menjadi lebih stabil. Dewa-dewi lainnya jelas ingin meminta ini padanya tapi ragu. Lagi pula Ming Zise masih disegani di Alam Para Dewa meski sudah tidak lagi menjadi dewa tertinggi.


Tanpa ada yang berani membicarakannya, Ming Zise tentu saja akan datang pada Xiu Jimei.


"Kalau begitu aku akan mencobanya. Bisakah kita pergi sekarang?"


"Jangan terburu-buru. Kita bisa pergi besok."


Biarkan beberapa dewa cemas di sana tapi ia tak bisa membuat bintang phoenix nya terburu-buru. Kondisi Han Yuye tidak berada dalam bahaya hidup dan mati. Apa yang harus dicemaskan?

__ADS_1


......................


Keesokan paginya, Xiu Jimei, Xiu Jikai dan Ming Zise pergi ke Alam Para Dewa untuk melihat kondisi Han Yuye. Di Istana Dewa Pencipta Dunia Langit, Dewa Obat jelas sudah menstabilkan kondisi Han Yuye.


Walaupun Han Yuye masih koma, tapi vitalitasnya telah pulih sedikit demi sedikit. Meskipun begitu, Han Yuye masih belum sadarkan diri.


Ning Siyu menyerang titik fatal tubuh Han Yuye, mengakibatkan fondasi energi spiritual di tubuhnya kacau. Pada akhirnya, Han Yuye hanya bisa melindungi dirinya sendiri.


"Kalian akhirnya tiba," kata Dewa Obat.


Xiu Jimei melihat sosok Han Yuye berbaring di tempat tidurnya. Seperti orang yang tertidur pula, Han Yuye memiliki wajah damai. Jika diperhatikan lebih hati-hati, kulit pria itu sedikit pucat dan energi spiritual di tubuhnya telah lama kacau.


"Bagaimana dengan keadaannya sekarang?" tanya Xiu Jimei.


Dewa Obat tampak tidak berdaya. "Masih sama seperti sebelumnya. Putri, dewa ini tidak akan berbohong. Esensi delapan dewa-dewi akan sangat bermanfaat bagi tubuhnya. Jika tidak keberatan, tolong beri satu tetes esensi untuk memperbaiki tubuh Dewa Pencipta Dunia Langit," jelasnya tanpa ragu tapi sedikit malu. Lagi pula, Ming Zise ada di samping gadis itu saat ini.


"Tujuanku datang ke sini memang untuk itu. Tapi tidak gratis." Xiu Jimei mulai bertransaksi.


"Jangan khawatir, apapun yang diinginkan sang putri, selama dewa ini mampu memenuhinya, tidak masalah."


"Kalau begitu, kamu bisa menukarnya dengan tanaman herbal."


"..." Entah kenapa, Dewa Obat merasakan firasat buruk akan segera datang padanya.


"Dewa Obat pasti memiliki banyak tanaman herbal sebagai ramuan. Kalau begitu, mungkin bisa memberiku beberapa."


Walaupun Dewa Obat enggan memberikan tanaman herbal pada orang lain, setidaknya tidak akan menjadi sampah ketika tiba di tangan Xiu Jimei.


"Tidak masalah. Selama Han Yuye bangun, tanaman herbal yang kamu inginkan tidak akan lari."


"Bagus! Kesepakatan."

__ADS_1


"..." Dewa Obat sepertinya baru saja masuk dalam jebakan gadis itu.


__ADS_2