
Tentu saja saat ini Xiu Jimei seta yang lainnya sedang menunggu Yan Yujie dan keduanya kembali. Namun di saat asyik menunggu seraya makan jagung bakar, suara teriakan Yan Yujie membuat yang lainnya penasaran.
Xiu Jimei menaikkan sebelah alisnya, menggigit jagung bakar yang telah diolesi margarin, rasanya gurih dan empuk. Dia akhirnya bisa melihat batang hidung Yan Yujie serta keduanya, berlari ke arah mereka untuk meminta bantuan.
“Ada apa dengan mereka?” tanya Fu Yanchi berdiri dan memperhatikan apa yang membuat mereka berlari begitu cepat.
Sayup-sayup, mereka mendengar dengungan yang cukup membuat bulu kuduk merinding. Bertanya-tanya suara itu berasal dari mana, akhirnya mereka bisa melihat kawanan tawon pembunuh terbang mengejar Yan Yujie, Jia Lishan serta Wang Xuyue. bahkan harimau putih roh kuno juga tak luput dikejar oleh tawon itu.
“Bagaimana bisa mereka dikejar tawon saat kembali? Apakah mereka memprovokasi sarang mereka?” Xuan Xing curiga.
Yan Yujie akhirnya berteriak pada mereka untuk meminta bantuan. “Xiaomei, tolong aku …!”
“…” Xiu Jimei masih asyik makan jagung bakar.
Setelah Yan Yujie serta keduanya kembali dengan selamat, Xiu Jimei akhirnya berdiri dan membuang jagung yang telah habis. Tawon pembunuh itu berusaha untuk menyengat siapapun dari mereka.
Ada ratusan tawon pembunuh yang muncul saat ini. Xiu Jimei tidak takut sama sekali. Tawon pembunuh ini lebih besar daripada lebah. Mereka ganas dan agresif.
Yan Yujie bersembunyi di belakang Xiu Jikai. Sedangkan Wang Xuyue serta Jia Lishan bersembunyi di antara yang lain. Sebelum tawon pembunuh itu menyengat mereka tanpa pandang bulu, Xiu Jimei sudah membentuk api hitam di ujung jarinya.
"Walaupun tawon pembunuh tidak enak dimakan, tapi juga enak untuk dibakar," katanya seraya tersenyum.
"...??!!" Para tawon pembunuh akhirnya tidak mendekat lebih lanjut. Mereka melihat api hitam di ujung jari telunjuk Xiu Jimei, mau tidak mau mundur ragu-ragu.
Para tawon pembunuh jelas tidak suka dengan api terutama api hitam yang sangat panas. Siapa ya g tahu jika xiu Jimei memiliki api seganas itu di tangannya.
Sebelum para tawon bereaksi, Xiu Jimei sudah meniup api hitam di ujung jari telunjuknya. Api yang ditiup menjadi lebih besar, menyembur ke arah kawanan tawon layaknya api yang menjilat.
Sekilas, Xiu Jimei terlihat sedang membuat pertunjukan sirkus yang cukup bagus. Namun siapapun dapat mengetahui jika api hitam bukan mainan.
Para tawon pembunuh semulanya sangat berani, kini berusaha suntuk menyelamatkan diri. Bahkan sebagai mereka segera menceburkan diri ke air sungai untuk memadamkan api yang membakar sayap atau ekor runcing mereka.
__ADS_1
Gadis manusia itu hanyalah bencana! Jelas neraka menyadari jika Xiu Jimei harus dijauhi. Aura di tubuh gadis itu sangat mengerikan. Tapi Meraka terlalu sombong dsn memakan buah kesombongannya sendiri.
Tak lama setelah itu, suasana kembali damai. Xiu Jimei meniup ujung jari telunjuknya. Api hitam pun padam.
"Ternyata hanya sekawanan tawon penakut. Mereka takut api," ujarnya pada Xiu Jimei.
"..." Aku bahkan tidak memikirkannya, batin Yan Yujie sedikit malu.
Jia Lishan dan Wang Xuyue menghela napas lega.
"Omong-omong, kenapa kalian begitu lama dan memprovokasi tawon pembunuh segala? Apakah kalian melakukan sesuatu?" Fu Yiyuan sangat penasaran.
Yan Yujie menyeka keringat di dahinya dan menurunkan anak beruang putih roh kuno. "Aku berniat untuk memetik mangga matang, tempatnya cukup jauh dari sini. Tapi ada sarang tawon di pohon mangga, aku tak sengaja merusaknya."
"Sungguh, ke manapun kamu pergi, pasti ada kesialan yang selalu menimpa." Kin Wenqian menggelengkan kepala.
"..." Yan Yujie sepertinya membutuhkan beberapa jimat lagi.
"Jangan khawatir, aku akan belajar membuat jimat di masa depan untuk menangkal kesialanmu. Dengan jimatku, Dewa Kesialan pasti akan berpikir dua kali untuk menembak."
Ming Zise terkekeh dan tidak mengatakan apa-apa. Sepertinya dia akan melihat pertunjukan Dewa Kesialan yang sudah lama diberkahi oleh kesialan para targetnya.
Yan Yujie tentu saja senang. Dengan jimat buatan Xiu Jimei, bahkan jika itu jelek, pasti sangat efektif bukan?
"Karena ada mangga di sekitar sini, mari petik dan makan." Xiu Jimei juga tertarik.
Akhirnya Ming Zise berbicara kali ini. "Biarkan Wuming yang memetiknya. Dia lebih cepat. Ini juga mulai gelap."
"... Baiklah kalau begitu."
......................
__ADS_1
Akhirnya, Wuming pun pergi ke tempat di mana pohon mangga yang dimaksud berada. Dia melihat pohon mangga yang cukup tinggi, buahnya ranum dsn sangat menggoda. Tapi dia tidak tertarik dengan mangga. Hanya saja Yamla sebagia wanita suka makan buah-buahan atau sesuatu yang manis.
Wuming memutar bola matanya. Apa yang tidak disukai wanita. Siluman ular yang satu ini bahkan suka buah juga. Apakah rasa daging sudah hambar di mulutnya?
"Sarang tawon itu masih ada. Hati-hati agar tidak disengat," kata Yamla tapi dia enggan untuk mengubah tubuhnya menjadi manusia.
"Ini hanya tawon biasa di mataku. Ingatkah, tawon Alam Para Dewa lebih ganas." Wuming akhirnya naik dan memetik beberapa mangga yang telah menguning.
Ada beberapa tawon pembunuh yang ingin menyernag Wuming. Namun pria itu menyentil para tawon dengan mudah hingga semua tawon itu pingsan dan terkapar di bawah pohon.
"..." Yamla yang melihatnya merasa kasihan dengan para tawon. Benar saja, tawon Dunia Langit ini bukan apa-apa di mata penghuni Alam Para Dewa.
Setelah memetik mangga, Wuming kembali ke tempat tuannya berada.
Melihat semua mangga yang besar yang harum itu membuat mereka ngiler. Yan Yujie sudah lama ingin makan mangga. Dia tak perlu menawari yang lain untuk makan. Makan saja jika mau.
Xiu Jimei juga mengambil satu lalu Ming Zise mengupasnya dengan mudah. Menyisihkan biji mangga yang mengganggu lalu potong-potong di atas piring. Xiu Jimei hanya perlu menggunakan garpu untuk memakannya.
Para anjing lajang di sekitarnya merasa iri. Mereka perlu mengupas dan menyayat satu demi satu buah mangga yang lembut dan manis. Tapi Xiu Jimei hanya tinggal makan. Dia diperlukan bak ratu yang luar biasa.
Xiu Jikai sedikit cemburu. Dia juga mengupas mangga untuk dimakan adiknya. Dengan begitu, Ming Zise tidak akan pamer kasih sayang di depannya lagi.
Yamla sudah bergaung dengan mereka. Walaupun dia berwujud ular putih kecil, mereka tidak takut. Kecuali kelompok Fu Yiyuan yang sedikit terkejut awalnya.
"Wuming, kupas mangga itu untukku." Yamla memerintah Wuming yang saat ini duduk di sampingnya.
"Kenapa kamu tidak mengupasnya sendiri? Bukankah kamu bisa menelan utuh mangga itu dan cerna dalam perut kecilmu?" Wuming mencibir di balik maskernya.
Yamla menjulurkan lidahnya beberapa kali dan kesal terhadap perkataannya. "Jika ular ini punya tangan dan kaki, mungkin sudah mengupas kulit wajahmu sejak awal!"
"..." Di mana dirinya menyinggung ular itu? Dia hanya berbicara tentang fakta. Lagi pula, ular mana yang suka makan buah mangga?
__ADS_1