
Saat ini, Xiu Jikai memang sibuk di Dunia Bawah. Dia mengambil wujud naga hitamnya yang sesekali berubah menjadi putih dan keabu-abuan. Di ekornya terdapat seekor rubah perwujudan dari Mo Yue. Rubah itu pingsan dan tampaknya sangat tak berdaya sampai detik terakhir pertarungan.
Jika Xiu Jikai terlambat dapat, Mo Yue mungkin sudah dibunuh oleh mata-mata Alam Neraka. Menurut Xiu Jikai, semuanya sama seperti dalam mimpi. Adegannya tak ada yang berubah. Ini membuatnya merasa jika mimpi itu adalah pertanda.
Oleh karena itu, Xiu Jikai tidak mau semuanya seperti dalam mimpi sehingga memutuskan untuk melakukan rencana lain yang berlawanan dengan mimpi. Dengan begitu, hasilnya juga akan lebih memuaskan.
Setelah membunuh semua mata-mata Alam Neraka, Xiu Jikai kembali ke wujud manusianya dan membawa Mo Yue ke Istana raja Kegelapan.
“Panggil tabib dan periksa Mo Yue,” katanya pada salah satu bawahan.
Bawahan itu pergi dan memanggil tabib istana. Mo Yue yang masih berada dalam wujud rubah diperiksa dengan hati-hati.
“Yang Mulia, Putri Mo telah menghabiskan banyak energi spiritual dan tidak mungkin berubah menjadi manusia untuk jangka waktu yang cukup lama,” ucap Tabib Istana apa adanya.
Xiu Jikai mengerutkan kening. “Apakah tidak ada cara lain?”
Tabib Istana tampak bingung dan ragu. Namun Xiu Jikai mendesaknya. Akhirnya, Tabib Istana mengatakan cara yang bisa membuat Mo Yue kembali mengambil wujud manusia.
“Yang Mulia hanya perlu menggunakan beberapa tetes darah untuk diminum Putri Mo, tapi …” Tabib Istana tidak yakin dengan kesukaan Xiu Jikai pada Mo Yue.
“Tapi apa?” Xiu Jikai seperti merasakan firasat buruk tentang ini.
“Tapi dengan begitu, Putri Mo telah menjadi milik Yang Mulia, istri ….”
Apa lagi yang tak bisa dipahami Xiu Jikai saat ini. Sudut mulutnya berkedut. Menggunakan darahnya sendiri untuk menyembuhkan Mo Yue tapi sekaligus mengenalinya sebagai istri. Tampaknya setelah menggunakan darahnya, ikatan akan terjadi.
__ADS_1
Tapi Mo Yue adalah iblis rubah. Bisakah menahan kekuatan wujud naganya? Namun ia ingat jika ibunya adalah manusia dan ayahnya merupakan iblis ras naga. Keduanya menikah dan baik-baik saja hingga sekarang. Mungkin tak ada salahnya.
Akhirnya dia mengambil keputusan. “Kalau begitu lakukan saja.”
Xiu Jikai sekarang memikirkan mimpinya lagi. Ia hanya memimpikan tentang dirinya saja saat itu dan tidak tahu bagaimana kondisi Xiu Jimei. Saat ini, ia berharap bisa pergi ke Dunia Langit dan membantu yang lain. Tapi mendapatkan peringatan ayahnya, dia menyerah lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Alam Para Dewa saat ini, semua dewa dan pasukannya bertarung melawan pasukan Alam Neraka. Peperangan yang sangat sengit itu dipimpin oleh Dewa Perang. Dewa Pencipta Alam Para Dewa melindungi pohon keabadian dari serangan beruntun Lu Zheng.
Pohon keadaan telah berulang kali menyalurkan banyak energi spiritual pada semua pasukan dan binatang roh dewa yang bertarung. Tak terkecuali Tongluo dan Yidao. Meski begitu, pohon keabadian lebih baik saat ini daripada kondisi sebelumnya.
“Lu Zheng, kenapa kamu harus mengambil jalan yang salah? Bukankah tidak ada salahnya menjadi dewa?” tanya Dewa Pencipta Alam Para Dewa.
Sekarang dewa iblis mungkin digantikan dengan yang lain. Namun tak ada yang bisa melupakan Dewa Iblis Xiu Jichen di masa lalu hingga sekarang. Walaupun Xiu Jichen sudah menjadi raja neraka di Dunia Langit, kekuatannya tak pernah surut.
Ini membuat Lu Zheng berpikir tak ada salahnya menjadi iblis dan membuat teritori sendiri. Bukankah dia akan menjadi lebih kuat dengan kultivasi kegelapan?
“Sepertinya kamu salah paham akan satu hal. Xiu Jichen menjadi dewa iblis sebelumnya untuk mengendalikan wilayah kegelapan dan melonjaknya populasi bangsa iblis di seluruh dunia. Tapi kamu justru membudidayakan mereka.”
Lu Zheng hanya menganggap ucapan Dewa Pencipta Alam Para Dewa sebagai omong kosong belaka.
Langit Alam Para Dewa penuh dengan awan gelap saat ini dan gemuruh ada di mana-mana. Karena terjadi kekacauan di Alam Para Dewa, jelas alam sekuler juga terpengaruh. Bukan hanya terjadi hujan deras dan angin kencang, cuaca sangat tidak menentu dari waktu ke waktu.
Ras manusia alam sekuler merasa dewa sedang marah hingga banyak dari mereka berbondong-bondong untuk berdo’a dan meminta pengampunan. Di mana para dewa memperhatikan mereka saat ini? Jelas mereka sendiri sedang kacau sekarang.
__ADS_1
Sementara itu, Ning Siyu sendiri sibuk mengamati bola array mimpi yang berisi Ming Zise. Dia tidak sabar untuk hiss bersama pria ini. Awalnya dia berharap untuk memiliki mimpi indah dengannya. Tapi sisa yang tahu, Ming Zise sama sekali tidak memiliki pikiran apapun.
Ini membuat Ning Siyu sangat marah. "Kenapa?! Kenapa aku bahkan tak bisa memasuki pikiranku sama sekali? Kenapa kamu tidak bermimpi sama sekali?! Tidakkah kamu merindukanku? Aku ingin hidup berdua denganmu, bahkan jika itu hanyalah mimpi!" teriaknya.
Ia masih berada di Alam Neraka saat ini. Urusan Alam Para Dewa diserahkak pada Lu Zheng. Meski dia tahu Xiu Jichen kembali, harusnya sibuk di Dunia Langit. Ia tidak terburu-buru untuk pergi.
Ning Siyu berada di dalam bola array mimpi. Ming Zise dalam posisi bersila dan memejamkan mata, tampak tenang dan tidak mendengar apapun. Ia seperti patung nyata yang dipahat oleh surga dan langit.
Ning Siyu memeluknya dari belakang. "Ming Zise, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Bahkan jika kamu melukaiku di masa lalu dan menghancurkan sebagian Alam Neraka, aku tidak marah lagi. Tolong, biarkan aku memasuki mimpimu," bisiknya.
Namun Ming Zise sama sekali tidak mendengar apapun saat ini. Seolah-olah tidak tahu jika dirinya jatuh dalam array mimpi.
Sedangkan di sisi Lu Zheng dan Dewa Pencipta Alam Para Dewa saat ini, pohon keabadian tampak sedikit tidak berdaya. Akar dan sulur bergerak perlahan seolah-olah siap untuk menyuntikkan energi spiritual lagi.
Lu Zheng dan Dewa Pencipta Alam Para Dewa berdebat Stau sama lain seraya bertarung dengan penuh semangat. Tentu saja pertarungan dewa dan iblis tidak kecil. Jika keduanya bertatung di alam sekuler, kemungkinan besar kehancuran ada di mana-mana.
Lu Zheng menggunakan pedang sedangkan Dewa Pencipta Alam Para Dewa mengungkapkan tongkat kebanggaannya. Keduanya sama-sama unggul dalam bertarung. Apa lagi perihal energi spiritual.
Tapi tiba-tiba saja, sebuah cahaya yang menyilaukan muncul dari istana Dewa Pencipta Alam Para Dewa. Cahaya itu menguarkan aura yang sangat kuat hingga membuat kedua belah pihak penasaran.
Dewa Pencipta Alam Para Dewa tersenyum lega. "Gadis itu tampaknya telah berhasil. Ini bagus."
"Apa maksudmu?" Lu Zheng menyipitkan mata.
Berita tentang Xiu Jimei yang menyatukan esensi delapan dewa-dewi dengan tubuhnya diblokir dari dunia luar. Tak terkecuali dari Alam Neraka. Tidak heran jika Lu Zheng sendiri tidak tahu.
__ADS_1