Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Elang Gunung


__ADS_3

Xiu Jikai juga terkejut melihat adiknya memperlihatkan tanduk. Seharusnya bukan tanpa alasan. Ming Zise membawanya menemui Dewi Kehidupan. Seharusnya sudah ada jawaban yang pasti.


"Duduklah dan ceritakan perlahan," kata Xiu Jikai dengan cepat membiarkan adiknya duduk di sisinya.


Ming Zise tidak memiliki waktu untuk mengobrol dengan mereka. Setalah mengantarkan Xiu Jimei kembali, dia pergi mengurus masalah lain.


"Dewi Kehidupan berkata jika dengan memunculkan tanduk, energi spiritual yang sempat bocor dari tubuhku akan terkunci. Jadi aku melakukannya," jelas Xiu Jimei ketika memasuki rumah bersama saudara kembarnya.


"Apakah hanya itu?"


"Tentu saja tidak. Coba tebak siapa yang kulihat?" Xiu Jimei memiliki cahya di matanya sehingga Xiu Jikai tidak berani untuk menolaknya.


"Siapa?" tanya Xiu Jikai.


"Ini Dewi Kehidupan yang sangat mirip dengan mendiang nenek!"


"Mendiang nenek? Apakah kamu yakin?"


Xiu Jimei mengangguk berulang kali dan membawa makanan ringan untuk mereka. Xiu Jikai tidak tahu seperti rupa Dewi Kehidupan. Namun jika adiknya yang cerita, pasti tidak akan salah.


Ternyata nenek mereka masih memiliki hubungan seperti itu dengan Dewi Kehidupan. Karena tidak mau berlebihan dalam menjadi neneknya si kembar, Dewi Kehidupan tidak pernah menunjukkan diri pada siapapun. Terutama pada keluarga Mye dan keluarga Fu.

__ADS_1


"Karena Dewi Kehidupan berkata demikian, maka lebih baik untuk tidak cerita tentang hal tersebut pada ibu atau kakek kita. Lebih baik biarkan saja seperti itu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan," jelas Xiu Jikai setelah Xiu Jimei cerita.


Xiu Jimei mengerutkan kening. Memang benar dia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan sehingga memilih untuk tutup mulut. Ibunya mungkin akan menangis ketika mendengar tentang kisah hidup nenek lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada keesokan paginya, Xiu Jimei muncul di ladang dengan dua tanduk di kepalanya. Hal ini tidak melanggar aturan sama sekali karena tanduk itu muncul secara alami.


Dengan kemunculan tanduk naga di kepala gadis itu, beberapa peserta ujian menjadi lebih segan terhadapnya. Mereka tidak menyangka jika Xiu Jimei masih akan menunjukkan tanduk pada mereka.


Alasannya sangat sederhana. Xiu Jimei sedikit tidak bisa mengendalikan energi spiritual di tubuhnya. Terkadang membuat tumbuhan atau tanaman yang ditanamkan tumbuh menggila dalam semalam.


Xiu Jimei menjadi lebih percaya diri ketika turun ke ladang untuk menanam jahe dan kencur spiritual.


"Ya, aku merasa dengan jelas jika tubuhku tidak seberat sebelumnya. Ini sangat sangat nyaman."


Untuk membuktikannya, Xiu Jimei sengaja menanam jahe dan kencur spiritual lebih banyak dari yang lain. Lalu tunggu keesokan paginya. Jika tumbuhan jahe dan kencur tumbuh menggila, maka metodenya gagal.


Namun siapa yang sangka jika hasilnya ternyata positif. Metode yang dikatakan Dewi Kehidupan ternyata tepat sasaran. Dengan memunculkan tanduk selama melakukan aktivitas, sepertinya akan menelan penyebaran aura esensi delapan dewa-dewi dari tubuhnya.


Setelah tinggal di desa obat cukup lama, kelompok Xiu Jimei akhirnya menyelesaikan tugas. Mereka meninggalkan desa obat pada hari berikutnya lagi dan pergi ke tempat berikutnya.

__ADS_1


Tempat yang mereka datangi kali ini merupakan sebuah tepat yang cukup berbahaya dan terjal. Mereka diminta untuk mengambil telur elang gunung spiritual.


"Ini tebing! Aku tidak tahu jika tugas seperti ini juga disetujui!" Wang Xuyue sangat marah.


Mereka melihat tebing di gunung itu. Lalu ada beberapa sarang burung elang yang dibuat di antara gua tebing. Elang gunung spiritual sangat besar dan merupakan rajanya hewan udara. Semua elang kecil bahkan takut pada jenis elang gunung.


Xiu Jimei menatap curiga pada gulungan tugas. "Kenapa kita harus mencari telur elang gunung dan mengambilnya?"


"Mungkin salah satu panitia kekurangan elang ini dan menjadikannya peliharaan?" Xuan Xing menebak.


"Binatang peliharaan apa yang mengharuskan elang gunung? Bukankah terlalu ekstrem?" Kin Wenqian menggelengkan kepala.


Jia Lishan mendesah tidak berdaya. "Nah apapun itu, tugas ini kita harus menyelesaikannya lebih dulu. Sekarang bagian cara kita turun dengan selamat dan mencapai gua emang gunung?"


"Elang jantan biasanya akan mencari mangsa lebih dulu dan elang betina menjaga sarang. Lalu ketika elang jantan kembali, elang betina bergiliran untuk berburu. Tampaknya tidak ada waktu untuk mengambilnya secara diam-diam," jelas Yan Yujie yang kebetulan menjadi tercerahkan hari ini.


"Kalau begitu minta saja pada ibu elang," kata Xiu Jimei seenaknya.


Tak lama kemudian, Xiu Jimei mendapat tamparan ringan di pundaknya. Ternyata Xiu Jikai yang melakukannya. Gadis itu sedikit meringis dan menatap kakaknya penuh tuduhan.


Sudut mulut Xiu Jikai berkedut. Dia tersenyum tapi tidak tersenyum padanya. "Kamu sangat mudah mengatakannya. Katakanlah ya, minta telur pada ibu elang gunung. Kamu tidak takut langsung menjadi santapannya setelah itu?"

__ADS_1


Elang gunung setinggi orang dewasa. Bahkan lebih tinggi. Mereka membuat sarang di pegunungan atau gunung dengan gua bebatuan di tebing. Atau mencari pohon kuno tinggi untuk membuat sarang.


Xiu Jimei mengerti jika metode nya ini terlalu konyol.


__ADS_2