
Ketika phoenix api raksasa muncul di lautan tak bernama, sebenarnya sudah menarik perhatian sebagian kultivator kuat di alam sekuler. Namun Xiu Jimei sebisa mungkin meminimalkan kebocoran aura Tuit Tuit.
Sedangkan untuk Shuilong, dia tidak peduli sama sekali. Melihat aura ganas Tuit Tuit, Shuilong tidak sempat menghindar dan langsung merasakan panasnya api dari tubuh phoenix.
Perlahan, air laut di sekitarnya seperti mengeluarkan uap layaknya air panas yang dimasak dalam panci. Shuilong sedikit melebarkan matanya. Tidak percaya. Sangat tidak mungkin! Tubuhnya seperti ditekan oleh sesuatu.
Tuit Tuit mengeluarkan bunyi yang nyaring hingga menggema di lautan tersebut. Energi spiritual di tubuhnya pecah dan menyebarkan hawa panas yang luar biasa. Xiu Jimei sendiri langsung menyeka keringatnya.
"Sangat kuat!" Dia memuji.
"Tentu saja. Phoenix adalah salah satu binatang mitos yang sejajar dengan klan naga. Mereka tidak lemah. Tapi sayangnya keturunan mereka sudah tidak banyak. Entah selamat atau tidak, keturunan klan phoenix bersembunyi dari dunia," jelas Whitely.
"Menghindar!" Xiu Jikai tiba-tiba saja berteriak.
Xiu Jimei dan Whitely yang tengah mengobrol terkejut dan seketika menghilang dari tempat semula. Rupanya Tuit Tuit yang berwujud phoenix raksasa telah menyemburkan api jingga kemerahan yang sangat panas. Bukan sembarangan api, tentu saja api roh phoenix yang terkenal mampu membakar sebuah kota.
Shuilong merupakan naga air. Dia sengaja membuat banyak pertahanan air laut untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Tapi api phoenix sangat panas hingga dia tak bisa bertahan lama dengan wujudnya dan kembali pecah menjadi air.
Tuit Tuit terus menyemburkan apinya ke permukaan laut sehingga Shuilong sulit untuk membentuk wujudnya kembali.
"Shuilong, jangan bersembunyi!" Tuit Tuit tidak bisa mempertahankan wujudnya lebih lama lagi. Dia ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat.
Shuilong tentu tahu dan dia juga sangat marah. Kali ini, dia menggunakan air laut untuk membentuk wujudnya lagi. Namun kali ini, Shuilong juga melakukan perubahan beberapa bagian tubuhnya. Bukan hanya lebih besar tapi juga dipenuhi sisik biru keputihan seperti es.
Tanduk Shuilong agak panjang dan matanya sedikit keemasan. Berhadap-hadapan dengan Tuit Tuit, Shuilong tidak takut. Justru keduanya seperti kembali ke masa ratusan tahun lalu.
__ADS_1
"Shuilong, sepertinya kamu ingin kehilangan tandukmu kali ini. Maka aku akan memenuhimu," kata Tuit Tuit dalam wujud phoenix api.
Setelah ratusan tahun berlalu dan Shuilong masih tak banyak berubah. Untungnya tempat mereka bertarung saat ini dekat dengan pantai tak berpenghuni.
"Hah, Ziyura, jika phoenix dan naga bisa kawin, aku akan menculikmu ke dalam klan!" ejek Shuilong.
"Tak tahu malu!" Tuit Tuit tidak ingin mendengar leluconnya dan mulai menyembah kembali.
Kali ini Xiu Jimei membantu menyuntikkan energi spiritual ke tubuh Tuit Tuit agar bisa mempertahankan wujudnya lebih lama. Burung phoenix itu tahu jika tuannya telah membantu menyuntikkan energi spiritual sehingga dia lebih percaya diri.
Shuilong dan Tuit Tuit terlibat pertarungan sengit di tengah lautan. Keduanya saling menyemburkan air dan api secara bersamaan lalu juga terbang lebih tinggi untuk memudahkan keduanya bertarung.
Air laut bergelombang hebat layaknya badai akan muncul. Awan gelap berkumpulnya sedikit tapi tidak memicu bencana yang lebih besar. Namun Xiu Jimei yakin jika gelombang di tengah lautan ini akan memicu adanya tsunami ringan.
Di sisi lain ia merasa bersalah karena cukup egois hanya demi pertarungan Tuit Tuit dan Shuilong.
"Begitu cepat?" Xiu Jikai terkejut.
"Pihak lain masih memiliki kultivasi yang lumayan. Sekelompok senior kultivator."
"Kalau begitu ...." Xiu Jimei melihat Tuit Tuit yang masih melawan Shuilong. "Tuit Tuit, ada yang datang, selesaikan cepat dan kita harus pergi."
Tuit Tuit mendengar itu dan segera melihat manusia di kejauhan. Memang tak bisa dibiarkan. Setidaknya, setidaknya, dia tak bisa membiarkan kultivator alam sekuler melihat dirinya dengan baik.
Phoenix selalu menjadi binatang mitos di alam sekuler. Siapapun yang melihatnya pasti akan mengira bukan lagi mitos tapi keberadaan yang pasti. Tuit Tuit tidak mau menghancurkan kepercayaan mereka dan segera menyelesaikan masalah dengan Shuilong.
__ADS_1
Naga air itu tidak berdaya setelah Tuit Tuit naik ke level dua. Bahkan dia juga tak bisa muncul di alam sekuler sebagai naga. Jadi saat tahu ada manusia, dia hanya dengan enggan mundur dan menyatu dengan air laut yang luas. Sementara Xiu Jimei, Xiu Jikai dan Whitely segera membuat portal spiritual. Mereka juga pergi.
Sebelumnya, Whitely menggunakan kemampuannya untuk membuat pandangan pihak lain sedikit kabur. Dengan begitu, mereka tidak yakin dengan apa yang dilihatnya.
Ketika sekelompok kultivator tiba di lokasi yang diberitahukan oleh seorang ahli peramal, mereka tidak menemukan apapun. Bahkan tidak ds puing-puingnya sama sekali.
"Di mana pertarungan itu? Bukankah peramal bilang di tengah lautan ini terdapat naga dan phoenix yang bertarung dan membawa bencana bagi dunia?" Salah seorang yang memimpin orang berkata dengan nada yang tidak ramah.
Salah satu kultivator senior juga mengerutkan kening. “Peramal berkata jika tempatnya ada di sini, sesuai dengan kompas yang diberikan peramal.”
Jadi, bagaimana mungkin ada kesalahan? Tapi mereka benar-benar tidak melihat apapun. Namun saat mereka melakukan perjalanan ke sini, seperti ada kabut yang menghalangi mata mereka. Mungkin naga dan phoenix ada di sini tapi tidak bisa dilihat dengan jelas.
Lagi pula, naga dan phoenix merupakan binatang mitos bagi mereka dan tidak mudah untuk ditemukan. Tidak tahu apa alasan peramal untuk menemukan naga dan phoenix sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun menurut peramal, keberadaan mereka bisa menandakan baik dan buruknya bagi negara.
“Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Yang lainnya juga tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba saja angin laut bertiup kencang hingga membuat permukaan air bergelombang hebat. Mereka yang berusaha menjaga kapal tetap stabil seketika mengubah ekspresi wajahnya.
“Badai! Badai akan datang!” teriak salah satu dari mereka. “Cepat, putar perahu kembali!” Ia berteriak panik.
Mereka segera memutar perahu dengan kekuatan gabungan dan langsung melaju kencang meninggalkan tengah laut. Namun air laut yang bergelombang membuat mereka sedikit kewalahan. Jika ceroboh sedikit saja, perahu bisa terbalik.
Belum lagi ombak yang tiba-tiba muncul membuat perahu sulit untuk dikendalikan. Mereka saling berteriak untuk mengendalikan perahu dan membuat array pelindung lebih dulu. Mereka belum menyadari jika di bawah perahu, Shuilong berenang dengan tenang. Dia sendiri yang menciptakan badai.
Jika para kultivator tua itu jatuh ke laut, maka dia bisa memakannya sekaligus. Orang yang meninggal tidak akan membocorkan rahasia. Sekarang dirinya bahkan telah diincar oleh sekelompok kultivator peramal. Sungguh menyebalkan. Dia menciptakan gelombang yang lebih besar.
__ADS_1
Di dalam ruang spiritual bawaan, Xiu Jimei serta yang lainnya menyaksikan badai menerpa perahu besar yang dikendalikan oleh sekelompok kultivator alam sekuler.
“Shuilong ini sungguh tidak berperasaan. Sepertinya yang benar untuk membunuhnya nanti,” kata Xiu Jimei.