
Xiu Jimei menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan. Dia berbicara tentang kan penyihir di alam sekuler. Dewa Perang mendengar ceritanya dengan serius.
"Jadi kamu berpikir jika masalah ini tercatat di buku dewa perangku?" tebaknya.
"Ya, siapa tahu saja bukan? Cepat buka dan periksa!"
Dewa Perang tidak memiliki alasan lain untuk menolak. Siapa yang berani menolaknya? Bahkan Dewa Pencipta Alam Para Dewa saja harus mengikuti kemauannya. Xiu Jimei jarang datang ke Alam Para Dewa di masa lalu. Kecuali setelah hubungannya dengan Ming Zise terungkap, gadis itu sangat rajin untuk datang.
"Baiklah kalau begitu. Ikut denganku."
Buku sejarah pertikaian manusia ada di ruang belajarnya. Buku itu tidak dirahasiakan. Lagi pula, Dewa Perang selalu mengurusnya dengan baik.
Sesampainya di ruang belajar, Dewa Perang membaca sebuah mantra dan buku yang dimaksud muncul di atas meja belajarnya, melayang dan selimuti oleh semacam energi spiritual.
Ketika Dewa Perang menyentuhnya, buku itu tidak menolak. Dia menyerahkan buku itu pada Xiu Jimei.
"Kamu bisa mencarinya sendiri."
__ADS_1
Dewa Perang tidak tertarik dengan urusan manusia di alam sekuler. Dia hanya bertugas menjadi dewa dari seluruh peperangan di dunia, tapi tidak memiliki urusan ikut campur dalam masalah peperangan negara kecil.
Xiu Jimei juga tidak mau merepotkan Dewa Perang. Dia mencarinya sendiri, membolak-balik isi buku dengan serius. Di dalam buku tersebut memang terdapat beberapa catatan sejarah peperangan besar di alam sekuler maupun alam sekunder. Bukan hanya itu, tapi juga mencatat beberapa peperangan yang akan terjadi di masa depan.
Dewa Perang tidak khawatir Xiu Jimei akan membocorkan isi buku. Lagi pula, tidak ada yang bisa mengubah isi buku kecuali Dewa Pencipta Alam Semesta.
Setelah mencari untuk waktu yang lama, Xiu Jimei akhirnya terpaku pada sebuah gambaran perang yang ditampilkan oleh buku peperangan. Tidak banyak gambar yang diperlihatkan, namun Xiu Jimei sepertinya mengenali salah satu gambaran yang diperlihatkan.
“Simbol apa ini?” tanyanya pada Dewa perang.
Pria itu melihatnya dengan saksama. “Ini adalah simbol bendera Alam Neraka. Apakah ada yang salah dengan itu?” jawabnya tenang lalu tertegun dan ekspresinya menjadi serius. “Tunggu! Di mana kamu melihat ini?”
Dari awal hingga akhir, gambaran peperangan yang terlihat di halaman buku terkait dengan alam sekuler. Masalahnya, bendera Alam Neraka berkibar di sekuler dan memerangi semua umat manusia dari negara ke negara lain. Bukan hanya itu, tapi juga menggambarkan kemenangan yang pasti dan manusia dimusnahkan.
Melihat gambaran itu, Dewa Perang tiba-tiba saja berwajah pucat hingga kakinya lemas dan ingin berlutut. Ia sepertinya terlalu mengabaikan masalah tersebut hingga tak sadar jika bencana besar bisa mengganggu ketenangan tiga alam. Dunia manusia, dunia langit dan dunia bawah merupakan tiga alam yang penting bagi semua kehidupan. Tiga alam ini seperti pilar yang saling menopang satu sama lain, menjaga kedamaian.
“Dewa Perang, apa yang terjadi?” tanya Xiu Jimei merasa bingung dengan ekspresinya yang tiba-tiba saja ketahuan selingkuh oleh istri utama.
__ADS_1
Dewa Perang menenangkan diri dan mengucapkan terima kasih apda Xiu Jimei dengan penuh ketulusan. “Jika bukan karena kamu, mungkin aku sudah lama dihukum oleh Dewa Pencipta Alam Para Dewa karena kelalaianku sendiri. Kamu benar-benar bintang keberuntungan kami,” jelasnya.
“…??!”
Xiu Jimei bingung dengan nada bicara Dewa Perang yang tiba-tiba saja berubah lembut. Layaknya seorang ayah memanjakan anak perempuannya.
“Kamu berkata datang untuk melihat apakah peperangan kecil di Negara Shui tercatat di buku atau tidak?” Dewa Perang memastikannya lagi.
“Ya. Apakah ada?”
“Seharusnya peperangan ini yang kamu maksud. Lokasinya tepat dan masalahnya hampir mirip seperti yang kamu ceritakan. Kali ini orang-orang di alam sekuler akan berperang dengan klan penyihir. Tapi masalahnya, bendera Alam Neraka muncul dalam gambar peperangan kali ini. pasti ada hubungannya dengan Alam Neraka.”
Jika itu benar, maka Dewa Perang harus pergi untuk melaporkan masalah tersebut. dia tidak bisa membiarkan kultivator Alam Neraka turun ke daratan alam sekuler untuk membuat masalah. Dia khawatir jika Ning Siyu atau Lu Zheng membuat masalah dan mengincar alam sekuler.
“Putri, kamu bisa kembali sekarang. Aku akan pergi untuk melaporkan tersebut pada Dewa Pencipta Alam Para Dewa.” Pria itu bersiap untuk pergi.
Xiu Jimei segera bertanya sebelum Dewa Perang meninggalkan ruang belajar. “Eh, lalu bagaimana denganku? Apakah bisa aku ikut campur dalam urusan di alam sekuler ini?” tanyanya.
__ADS_1
“Pergilah dan kacaukan sebisa mungkin. Jika sesuatu semakin tidak terkendali, kami akan bertindak.” Dewa Perang menjawab dengan tergesa-gesa lalu menghilang dari pandangan gadis itu.
“…” Xiu Jimei yang masih agak bingung mau tidak mau hanya bisa kembali ke alam sekuler dan menemukan kakaknya.