
Karena Tuit Tuit tidak mau menceritakan kisah semasa menjadi Dewa Binatang, Xiu Jimei tidak memaksanya lagi.
Dia segera pergi ke Dunia Langit untuk menenangkan diri. Untungnya tidak ada hal-hal aneh seperti sebelumnya. Setidaknya, Yan Yujie masih aman dan sehat.
Mungkin karena raja hantu sudah terbunuh dan posisnya kosong saat ini, tidak ada yang berani untuk mengincar Yan Yujie lagi. Mungkin juga karena Yan Yujie adalah raja hantu terpilih, Dunia Hantu memilih untuk berdamai.
Di dalam ruang spiritual bawaan Xiu Jimei ....
Tuit Tuit tidak banyak bicara saat bertemu dengan harimau putih roh kuno. Dia terbang ke salah satu dahan dan mulai memejamkan mata.
Harimau putih roh kuno yang melihat ini sedikit bingung. "Burung jelek, apakah kamu dalam suasana hati yang buruk?" tebaknya.
Tuit Tuit membuka matanya dan menguap malas. "Tidak, aku hanya mengantuk saat ini. Jangan ganggu aku," jawabnya.
"..." Burung jelek itu tidak terlihat senang saat ini, batin harimau putih roh kuno.
Sementara Tuit Tuit yang memejamkan mata sebenarnya sedang menenangkan diri. Dia mencerna semua informasi yang baru saja didapatnya setelah memakan buah reinkarnasi.
Dalam ingatannya saat ini, tentu saja semua kejadian di masa lalu adalah dirinya saat berada di Alam Para Dewa, kehidupan pertama. Lalu dalam kehidupan kedua ini, dia berubah menjadi phoenix api dan terlempar ke zaman kultivasi kuno.
Tuit Tuit merasa ini tidak menyenangkan.
__ADS_1
Dia jelas adalah mantan dewa binatang di masa lalu. Dewa Pencipta Alam Para Dewa menghukumnya. Dia juga ingat dengan Dewa Hakim serta Dewa Tertinggi yang meringankan hukumannya. Tapi waktu itu dia sudah pergi ke dunia fana untuk menghancurkan jiwanya.
Meski Dewa Pencipta Alam Para Dewa sedikit berlebihan tentang hukuman, Tuit Tuit sama sekali tidak membencinya. Dia hanya tidak ingin kembali ke Alam Para Dewa. Dia lebih suka bebas bersama Xiu Jimei dan melewati rintangan bersama.
Akhirnya, sebulan telah berlalu begitu cepat dan ujian bakat spiritual gabungan kali ini juga memberikan banyak pengalaman pada semua murid. Kelompok Xiu Jimei tidak terlalu menonjolkan diri dan lebih suka membiarkan pihak lain memenangkan tempat pertama di berbagai cabang misi.
Dalam waktu dekat, seharusnya ujian berakhir lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan banyak guru.
"Xiao Mei, kenapa aku tidak melihat Tuit Tuit selama beberapa hari terakhir ini? Apakah dia pergi ke suatu tempat?" tanya Wang Xuyue.
Xiu Jimei sedang memegang tusuk sosis dan membakarnya sambil memberikan bumbu. "Dia pergi untuk berlatih. Dia bilang ingin menjadi lebih kuat," jawabnya.
"Tapi ... Bukankah dia sudah kuat sebelumnya?"
"..." Jangan, burung kecil itu mungkin akan dipanggang lebih awal sebelum waktu pertarungan dimulai, batin mereka.
Saat ini, mereka sedang berada di sebuah hutan belantara untuk mencari binatang roh tertentu. Dan ini merupakan misi terakhir Dunia Langit. Setelah itu, misi baru akan dimunculkan.
Ming Zise tidak banyak bicara dan sangat patuh selam mengikuti kelompok Xiu Jimei. Tapi Xiu Jikai beberapa kali akan pergi ke Dunia Bawah untuk memeriksa sesuatu.
......................
__ADS_1
Kelompok Xiu Jimei belum mengetahui jika Tuit Tuit saat ini berada di sebuah gunung api yang sesekali akan memuntahkan lahar ke arahnya. Dia telah di sana sebelum dua Minggu terakhir demi melatih tubuhnya kembali. Kali ini, Tuit Tuit bisa mengambil wujud phoenix besar walaupun tidak bisa lama.
Bulu-bulu halus di tumbuh lebih panjang dan kali ini bulunya terlihat lebih cantik lagi.
Sebagai mantan Dewa Binatang, Tuit Tuit masih dihormati oleh penghuni binatang gunung api. Oleh karena itulah dia memutuskan untuk menjadi kuat agar Ming Zise tidak meremehkannya lagi.
"Ming Zise, utang lama belum dibayar dan kamu meminta utang baru! Tunggu dan lihat. Leluhur ini pasti akan merobek topeng asli mu di depan tuanku!" Tuit Tuit berteriak ke langit dan mulai berpikir, apakah dirinya bisa menjadi manusia sebelumya.
Di kegelapan, Wuming dan Yamla diam-diam memutar bola matanya. Tampaknya Tuit Tuit ini sangat membenci Ming Zise dan masih ingat utang lama ribuan tahun lalu.
Keduanya diperintahkan Ming Zise untuk melindungi Tuit Tuit jika seandainya Han Yuye datang untuk mengambil orang. Tapi untungnya Han Yuye tidak datang tapi masalah lain datang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Alam Para Dewa, kekacauan terjadi lagi ....
Saat ini, Ning Siyu yang telah menjalani hukuman rumah tidak bisa meninggalkan istana sama sekali. Dia bahkan tidak bisa tidur nyenyak.
Meski Ning Siyu tidak bisa pergi ke mana-mana, komunikasi dengan pihak lain tidak masalah.
Sekarang Ning Siyu berada di ruang bawah tanah yang jarang digunakan. Dia sedang berpikir, apa lagi yang bisa dikatakan selama hukuman.
__ADS_1
Terakhir kali rencananya gagal lagi dan mini ketahuan. Di masa depan, dia mungkin akan kehilangan posisinya.
"Sejak kapan Alam Para Dewa begitu peka?" gumamnya kesal.