Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Dewa Binatang Tidak Beruntung


__ADS_3

Dari awal hingga akhir, Dewa Binatang baru saja bicara dengan tunangan Ming Zise yang juga menguliti bulu rubah putih berbulu panjang waktu itu?


Melihat tatapan Ming Zise seperti akan menelannya hidup-hidup, Dewa Binatang panik. Dia segera membenarkan pakaiannya.


“Jangan menyalahkanku, kamu juga tahu bahwa ketika aku berubah kembali menjadi manusia, penampilanku akan berantakan seperti ini,” belanya pada diri. “Dewa Obat adalah saksinya.”


“…” Dewa Obat sangat ingin pergi dari tempat ini sekarang. Dia tidak mau terlibat.


Ming Zise mendengkus. “Aku hanya mempercayai apa yang kulihat. Kamu menggoda Mei’er di depan mataku. Sangat jelas!”


“Aku hanya bercanda karena dia bilang aku cocok dipajang di gedung merah!” Dewa Binatang mengelak.


“Ini memang cocok!”


Dewa Binatang ingin marah kembali. Tapi dia melupakan merak merah yang berkeliaran di ruangannya.


“Humph! Jelas sekali kamu ingin menggoda anak majikanku. Kamu tersenyum dan mengedipkan mata pada anak majikanku, memperlihatkan bahu seksimu padanya. Jangan berbohong!” Reddish mengadu. Dia sudah kesal sejak Xiu Jimei memintanya untuk berubah menjadi seekor merak. Jadi mari buat apinya lebih besar.


“Kamu yang bohong! Merak bodoh, jangan memfitnah Dewa ini. Kamu juga bangsaku!” Dewa Binatang menatap Reddish dengan ketidakpercayaan.


“Aku tidak peduli denganmu!” Reddish jelas juga sombong. Lalu dia menatap Dewa Obat. “Katakan padaku, siapa yang bohong sekarang?”


Semua mata tertuju pada Dewa Obat yang diam-diam membereskan obatnya. Setelah itu dia tidak menjawab mereka dan buru-buru melarikan diri.


“Aku … aku pergi dulu. Kalian sibuklah sendiri, aku masih ada urusan.” Dewa Obat langsung menghilang dari pandangan mereka.


Dewa Binatang sangat marah saat ini. Dewa Obat jelas sengaja ingin menghindarinya. Sekarang nasib Dewa Binatang sudah jelas di mata mereka, tidak beruntung hari ini.


Terlebih lagi, Dewa Binatang terkejut karena dirinya tak bisa berubah menjadi merak lagi. Bagaimana mungkin?


“Kenapa aku tidak bisa berubah menjadi merak lagi? Apakah aku dikutuk?” tanyanya bingung.


Reddish teringat dengan perkataan Xiu Jimei sebelumnya. “Bukankah anak majikanku tadi bilang akan lebih baik bagimu untuk tidak lagi menjadi merak di masa depan?”


“…” Akhirnya Dewa Binatang ingat dengan kata-kata Xiu Jimei. Lalu dia membelalakkan matanya.


Apakah do’a gadis itu dikabulkan oleh dewa lain? Apakah begitu mengerikan?

__ADS_1


Jika tidak bisa berubah menjadi merak lagi di masa depan, bukankah dia bukan lagi binatang roh dewa yang dihormati tapi hanya dewa biasa?


Tidak mungkin!


Tiba-tiba saja Dewa Binatang menatap Xiu Jimei dengan permohonan. “Tolong biarkan aku kembali seperti sebelumnya. Aku tahu semuanya salahku. Aku sangat pemarah hingga tidak bisa menjaga kata-kataku.”


Saat ini harga diri tidak penting yang penting wujud meraknya harus didapat kembali. Jika tidak, mungkin dia harus menjadi biksu dewa di sebuah kuil.


Akhirnya Ming Zise merasa ini agak serius. Dia menyentuh kepala gadis itu. “Apakah Mei’er benar-benar mengatakan hal seperti itu?” tanyanya.


“Benar! Aku hanya menyentuh jambulnya saja karena sangat penasaran. Tapi dia marah-marah padaku dan ingin mengutukku menjadi seekor tikus!”


“Aku salah. Tidak bersungguh-sungguh!” Dewa Binatang langsung menyesalinya.


Ming Zise mendengkus ke arah Dewa Binatang. Beraninya ingin mengutuk bintang phoenix Dewa ini menjadi seekor tikus!


“Lebih baik bagimu untuk tidak tahu di mana phoenix api dewa saat ini.”


“Jangan!” Dewa Binatang sangat ingin tahu keberadaan mantan dewa binatang sebelumnya yang tak lain adalah Tuit Tuit sendiri.


Xiu Jimei sangat penasaran dengan phoenix api yang dimaksud keduanya. “Apakah phoenix api yang dimaksud adalah ....”


Sebelum Xiu Jimei mengatakan nama Tuit Tuit, Ming Zise segera menutup mulutnya. “Bukan siapa-siapa. Mei’er juga tidak tahu.”


Dewa Binatang merasa jika Xiu Jimei pasti tahu sesuatu. Tapi karena Ming Zise tidak mau memberi tahunnya sekarang, dia hanya bisa menahan diri lagi dan lagi. Setelah kehilangan kekuatan untuk mengubah wujud meraknya, dia sudah memakan banyak kerugian kali ini.


Tidak beruntung! Itulah situasi yang cocok dengan dirinya saat ini.


Xiu Jimei mengambil merak merah dan mengembalikannya kembali ke ruang spiritual bawaan. Lalu pergi dengan Ming Zise setelah berpamitan dengan Dewa Binatang.


Dewa Binatang yang hanya bisa meratapi nasibnya saat ini hanya bisa memerintahkan Kepala Pelayan untuk membuatkan banyak makanan. Dia ingin melampiaskan semuanya pada makanan.


“Kamu tidak bilang jika Ming Zise datang? Kenapa kamu menyembunyikannya dariku?” tanya Dewa Binatang kesal lalu menuduh Kepala Pelayan yang tidak kompeten. “Kamu pasti balas dendam karena Dewa mematukmu bukan?”


“Tidak! Ini … Kedatangan Tuan Ming sangat misterius dan bahkan penjaga tidak mengetahuinya. Mungkin dia datang diam-diam.”


“Jika bukan karena kalian terlalu lemah, Dewa ini tidak akan berakhir buruk hari ini. Anggap saja Dewa ini terkena sial hari ini.” Dewa Binatang mendesah tidak berdaya.

__ADS_1


“Mungkin ini semua sudah tertulis di buku Dewa Kesialan.” Kepala Pelayan hanya bisa menebak.


“Humph! Dia memiliki nyali!”


Tapi Dewa Binatang tidak bisa bertindak gegabah lagi. Cukup sudah hari ini dia sangat sial. Jangan ditambah kesialan yang lain.


Dewa Kesialan mungkin bersin saat ini.


Di saat Dewa Binatang menikmati waktu tenangnya, salah satu pelayan datang dengan ekspresi panik dan bingung.


“Ada apa?” Dewa Binatang rebahan sambil menopang kepalanya.


“Dewa, semua buah persik di pohon persik roh halaman belakang hilang!”


“Pohon persik roh yang mana?” Pria itu mengerutkan kening.


“Ini pohon persik yang selalu Dewa tempati.”


“Kamu bilang buahnya tidak ada satu pun?”


Pelayan itu mengangguk.


“…” Dewa Binatang ingat jika sebelumnya dia meminta Kepala Pelayan untuk menebang pohon persik itu sebelumnya.


Untungnya masih tumbuh di sana dan belum dipotong. Tapi ke mana buah-buah persik itu pergi? Tidak mungkin pohon persik roh marah padanya dan menelan semua buah persiknya kembali?


Sangat tidak masuk akal!


Dewa Binatang yang kakinya telah sembuh akhirnya memutuskan untuk melihatnya sendiri. Saat melihat pohon persik roh yang kehilangan semua buah, dia benar-benar mempercayainya sekarang.


“Apakah kamu sengaja marah padaku dan menelan semua buahmu sendiri?” tanyanya.


Pohon persik roh itu bergerak sedikit tapi tidak memberikan sinyal apapun. Belum lagi Dewa Binatang juga tidak mengerti bahasa tumbuhan. Jadi hanya bisa menebak secara kasar. Dia masih belum menyadari keberadaan Yuu sebelumnya yang mengambil semua buahnya.


“Lupakan saja, jika hilang maka hilang. Jangan khawatir, Dewa ini tidak akan menebangmu sama sekali.” Dewa Binatang menenangkannya.


Di saat Dewa Binatang meratapi semua kesialannya, Yuu sendiri sudah pergi ke Istana Minglan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2