
Tuit Tuit sangat marah dan berteriak di udara, memakai tuannya karena tidak berperasaan. Dia menabrak induk elang yang hendak mengejar si pencuri.
Induk elang gunung yang marah merasakan sesuatu menghantam kepalanya hingga pusing. Lalu pingsan sepeda burung mati terdampar. Sedangkan Tuit Tuit yang sama-sama pusing berguling beberapa kali ke dalam sarang.
"Pelecehan! Ini pelecehan burung! Aku ingin menuntut pada Dewa Binatang!" Tuit Tuit berubah menjadi anak perempuan bwrusia lima tahun dan keluar sarang dengan wajah marah.
Namun Xiu Jimei tidak takut. "Pergilah dan lihat, apakah Dewa Binatang akan senang sampai mati saat melihatmu telah bereinkarnasi."
"..." Tuit Tuit hampir lupa jika dirinya disukai oleh merak jantan yang jelek itu sebelumnya.
Kenapa hidup sebagai burung itu begitu sulit?
Berhubung elang gunung dibuat pingsan oleh lemparan Tuit Tuit sebelumnya, mereka pergi sebelum ada elang jantan yang datang membalas dendam.
Setelah pergi cukup jauh, kelompok Xiu Jimei beristirahat.
Tak lama kemudian, pengawas ujian datang untuk mengambil telur elang gunung itu. Tanpa diduga, Ming Zise datang sendiri bersama Yamla dan Wuming.
"Mingming, kenapa datang ke sini?"
Xiu Jimei tahu jika Ming Zise hanya menjadi pengawas ujian di desa obat saja. Kemunculannya di tempat mereka tampaknya kurang tepat.
Ming Zise menaikkan sebelah alisnya dan tidak langsung menjawab. Di hanya meminta pengawas ujian sesi tersebut untuk mengambil dua telur elang gunung dari tangan mereka. Lalu pergi setelah berpamitan.
Belum juga Ming Zise menjelaskan, gulungan tugas yang diberikan pada masing-masing anggota tampaknya telah diperbarui lagi. Kali ini bukan penambahan tugas atau mengubahnya, tapi pengumuman resmi.
"Dikarenakan sesuatu terjadi di ibu kota negeri Alam Baka, diharapkan bagi semua peserta ujian untuk kembali. Dengan ini, ujian spiritual gabungan denga resmi berakhir," kata Xuan Xing saat membaca isi pengumuman tak terduga itu.
"Apakah berakhir hanya karena ada sesuatu di ibu kota? Apa yang terjadi di sana?" tanya Yan Yujie.
Wuming dan Yamla yang ada di belakang Ming Zise dengan jelas menceritakan apa yang terjadi. Kelompok Alam Neraka telah menyerang kembali lapisan pelindung Dunia Langit dan kali ini berhasil menerobosnya.
__ADS_1
Kemungkinan besar Ning Siyu atau Lu Zheng telah menyelesaikan kultivasinya.
"Mereka lagi?" Xiu Jikai merasa situasi ini sangat serius. "Lalu apakah ada korban jiwa?"
Ming Zise mengangguk. "Beberapa warga non kultivator. Kali ini kondisi sangat gawat hingga seluruh negeri mulai membahas masalah perlindungan.
Xiu Jimei memikirkan mimpi yang selalu menghantuinya selama ini. Dia memiliki firasat jika apa yang terjadi dalam mimpinya akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat.
Bukan hanya Xiu Jimei. Bahkan Xiu Jikai juga berpikiran sama. Si kembar membuat perasaan dan pikiran yang terhubung satu sama lain sehingga tidak aneh jika bisa menebak bersamaan.
"Kalau begitu ayo kita kembali dan lihat situasinya. Kita harusnya disuruh kembali untuk membantu beres-beres tempat yang rusak," jelas Xiu Jimei.
Yamla dalam wujud seorang wanita cantik pun tak bisa menahan tawa. "Putri Xiu pandai menebak. Bagaimana tahu?"
"Tentu saja ini pernah terjadi sebelumnya. Kami dalam misi dan tiba-tiba saja diminta kembali karena keadaan darurat di ibu kota. Pada akhirnya setelah tiba, kami diminta menjadi pembersih seisi kota." Xiu Jimei cemberut ketika mengingat masalah ini.
"..." Yan Yujie serta yang lain mengingat kejadian itu. Ini sudah lama sekali. Mungkin sepuluh tahun lalu ....
"Jelas-jelas kaisar negeri Alam Baka sangat menganggur. Kenapa tidak dia sendiri yang melakukannya?" Xiu Jimei mencibir lagi dan lagi.
Di istana negeri Alam Baka, kemungkinan besar kaisar bersin berulang kali saat ini, bukan?
Kelompok Xiu Jimei akhirnya kembali ke negeri Alam Baka. Selama perjalanan, Ming Zise menceritakan situasinya pada mereka. Bahkan informasi Alam Neraka sekalipun.
"Apa yang diinginkan oleh mereka sebenarnya? Apakah dunia ini?" tanya Wang Xuyue.
Ming Zise mengangguk. "Alam Neraka ingin memperluas wilayahnya dan mengembangkan pasukan. Karena itu, Dunia Langit menjadi tempat yang cocok untuk berkultivasi."
"Bukankah Dewa Pencipta Dunia Langit sangat kuat? Kenapa dia bahkan tak bisa menjaga dunia yang dibuatnya sendiri?" Yan Yujie tidak sopan untuk mengkritik Dewa Pencipta Dunia Langit —Han Yuye.
"Bukan tidak mungkin. Hanya saja kekuatan para dewa juga terbatas. Kami bukan Tuhan," jawab Ming Zise apa adanya.
__ADS_1
Dewa juga seperti manusia, tapi lebih berkuasa dan mulia di dunia. Tapi seberapa kuatnya dewa dan berapa banyak penyembahnya, tetap saja bukan bukan.
Kali ini, serangan dilakukan oleh Ning Siyu. Informasi ini didapat dari anak buah Ming Zise yang menjaga perbatasan Alam Para Dewa dengan Alam Neraka.
Karena Lu Zheng masih berada di pintu tertutup untuk berkultivasi, maka hanya Ning Siyu yang memiliki wewenang untuk memerintahkan pasukan.
Setibanya di ibu kota pada hari berikutnya, Xiu Jimei serta yang lain pergi untuk bersih-bersih lebih dulu. Baru kemudian pergi ke Sekte Alam Baka untuk mendengarkan ceramah panjang lebar.
Xiu Jimei bahkan menguap ketika mendengar utusan Kaisar Alam Baka memberi anggota sekte tugas membersihkan kota. Gadis itu menyelinap pergi ketika yang lain sibuk. Dia tidak mau membersihkan puing-puing bangunan, pohon tumbuh atau memperbaiki tanah yang retak.
Terlalu membosankan baginya.
Xiu Jimei akhirnya pergi ke suatu tempat untuk jalan-jalan. Awalnya hanya jalan-jalan, tapi tidak menyangka akan menemukan sesuatu yang aneh.
"Lubang apa ini?" Xiu Jimei melihat sebuah lubang di tanah berumput yang tertutupi oleh ranting.
Sekilas tempat lubang yang terkubur ranting itu tidak terlihat sama sekali. Tidak ada yang aneh atau membuat keributan.
"Tuit Tuit, bisakah kamu terbangun ke dalam lubang itu untuk mencari tahu?"
Tuit Tuit yang bertengger di bahunya menggelengkan kepala. "Tuan, lubang ini cukup besar tapi sulit bagiku untuk mengepakkan sayap di dalam. Kenapa kamu tidak turun sendiri untuk mencari tahu?"
"Tampaknya ide ini juga tidak buruk." Xiu Jimei memutuskan untuk mencari tahu sendiri. Dia masih bisa turun.
Tidak tahu seberapa dalam lubang tersebut, setidaknya cukup bagi hewan spiritual seukuran Cip Cip untuk masuk dan menjelajah.
Lubang besar itu berada di pegunungan. Tak jauh dari keberadaan sekte negri Lama Baka. Ketika Xiu Jimei menemukan lubang itu, jelas tidak dibuat oleh manusia biasa.
Xiu Jimei menggunakan tali untuk turun ke dasar lubang. Pastikan talinya kencang saat dipakai agar tidak ada kecelakaan di masa mendatang.
Lubang yang Xiu Jimei temukan tidak terlihat baru atau lama. Kemungkinan besar baru dibuat beberapa hari lalu.
__ADS_1