Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Lu Zheng Turun Ke Alam Sekuler


__ADS_3

Ye Jue dan Ming Zise tidak mengatakan apa-apa namun ekspresinya sedikit berubah. Ming Zise segera mengatur ekspresinya kembali seperti semula dan hanya tersenyum, lalu menepuk kepala Xiu Jimei.


Sementara Ye Jue dengan santainya mengeluarkan sebuah permen berbentuk kelinci yang entah muncul dari mana. Dia memberikan permen itu padanya.


"Aku telah membuatmu melihat sisiku yang tidak baik. Kuharap kamu tidak akan menganggap ku jahat. Permen ini sebagai kompensasi dariku," jelasnya. Nadanya lembut dan penuh rasa bersalah.


Tapi Xiu Jimei menyipitkan mata, tidak percaya. Dia khawatir ini bukan permen sama sekali. Melihatnya yang sangat waspada, Ye Jue kagum di hatinya. Benar-benar anak Xiu Jichen, tidak bisa diremehkan. Jadi dia mengeluarkan satu permen lagi untuk Ming Zise.


Ming Zise mengambilnya tanpa ragu dan memasukkan permen itu ke mulutnya seolah-olah sudah terbiasa.


"Permen ini enak," katanya.


"Tentu saja, buatanku sendiri, bagaimana mungkin tidak enak?" Ye Jue memiliki rasa pencapaian.


Xiu Jimei akhirnya tidak ragu lagi untuk mengambilnya. Karena Ming Zise memakan permen itu, ia pun melakukan hal yang sama. Rasa permen susu ini meleleh di mulut. Memang sangat enak. Tapi entah kenapa dia merasa ada yang aneh dan pikirannya seperti kosong untuk sementara waktu. Tapi hanya sebentar saja.


Dia mengerjap beberapa kali, kemudian mengerutkan kening. Sepertinya lupa apa yang baru saja terjadi.


“Apakah Luo Chan sudah benar-benar mati?” tanyanya.


“Ya, jangan khawatir. Dia akan mempertanggungjawabkan semua dosa-dosanya di alam bawah,” jawab Ye Jue santai.


Permen yang dia berikan pada Xiu Jimei bukan sembarang manisan belaka. Tapi ada beberapa ramuan di dalamnya yang bisa menghapus bagian ingatan yang seharusnya tidak dimiliki manusia kebanyakan.


Xiu Jimei baru saja melihat samar-samar dua sosok ketidakkekalan hitam dan putih yang menjaga gerbang alam bawah. Dua sosok itu biasanya ditugaskan untuk membawa jiwa-jiwa tertentu. Kebetulan Ye Jue menyerahkan jiwa Luo Chan pada keduanya. Tanpa disangka Xiu Jimei akan melihatnya.

__ADS_1


Meski sebenarnya bukan masalah besar jika Xiu Jimei melihat dua sosok ketidakkekalan hitam dan putih, namun Ye Jue tidak ingin manusia terlalu bercampur dengan alam yang lebih tinggi.


“Oh …,” gumam Xiu Jimei. Dia sepertinya sedang mengingat-ingat sesuatu. Kenapa dia merasa ada sesuatu yang hilang di pikirannya.


Sebelum dia berpikir lebih jauh lagi, Ming Zise menyentuh kepalanya. Ming Zise tidak merasakan efek apapun dari permen yang dimakannya. Permen itu hanya bekerja untuk kultivator selain para dewa. Tapi kedua pria itu harus tersandung dalam hatinya saat Xiu Jimei tiba-tiba bertanya.


“Kenapa aku merasa bahwa dua sosok hitam dan putih tadi seperti penjaga dunia bawah yang bertugas menjemput beberapa jiwa orang mati?”


Xiu Jimei menyipitkan mata, mengelus dagunya. Dia tidak salah lihat sebelumnya. Ia baru saja lupa dan akhirnya mengingatnya kembali. Omong-omong rasa permen susu yang diberikan Ye Jue ternyata sangat enak dan dia baru saja mengunyahnya.


“…” Ye Jue dan Ming Zise yang belum pulih dari ketidakpercayaannya.


Bukankah harusnya Xiu Jimei akan langsung melupakan apa yang tidak seharusnya dilihat tadi? Tapi sekarang justru bertanya dengan blak-blakan tentang sosok ketidakkekalan hitam dan putih. Ming Zise sendiri tidak tahu kenapa Xiu Jimei masih bisa mengingatnya. Apakah permen penghapus ingatan itu tidak berpengaruh padanya?


Melihat jika Ye Jue tidak menjawab, Xiu Jimei mendengkus. Lupakan saja, dia tidak mau terlalu mempermasalahkannya. Baik itu dua sosok penjaga dunia bawah atau bukan, Xiu Jimei tidak akan mengunjunginya.


“…” Ye Jue tertegun saat gadis itu mengulurkan tangan dan meminta permen nya lagi.


Kenapa semua ini tidak sesuai dengan plot yang diinginkannya?


Xiu Jimei sedikit tidak senang. “Ada apa? Jangan bilang jika kamu tidak memilikinya lagi? Bukankah kamu membuat permen susu ini sendiri? Seharusnya kamu memiliki banyak?” Dia tersenyum.


“…” Ye Jue masih tidak tahu harus berkata apa. Bintang phoenix seperti apa yang dimiliki Ming Zise? Kenapa begitu melawan langit.


Ming Zise menghela napas dan harus menerima kenyataan jika Xiu Jimei tidak terpengaruh oleh efek permen penghapus ingatan buatan Ye Jue. Mungkin karena di tubuh gadis itu terdapat darah Xiu Jichen yang sejatinya adalah mantan dewa iblis di masa lalu.

__ADS_1


Pria itu menatap Ye Jue dan memberikan isyarat untuk melupakannya saja. Ye Jue yang mengetahui kode matanya mau tidak mau mengeluh diam-diam. Sebagai Dewa Welas Asih, dia belum pernah bertemu dengan manusia yang begitu merepotkan. Mungkin hanya Xiu Jimei saja. Atau Xiu Jikai juga sama?


Jika benar begitu, maka dia harus berhati-hati saat bertindak di depan si kembar. Apa yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa mungkin masih bisa dilihat oleh mereka berdua.


Ye Jue akhirnya menghela napas. “Aku tidak memilikinya lagi sekarang. Aku akan mengirimnya di masa depan.”


Lagi pula dia tidak akan kembali ke Alam Para Dewa dalam waktu dekat sehingga tidak akan bertemu dengan gadis itu lagi. Tapi semua rencananya hancur setelah Xiu Jimei mengangguk.


“Kalau begitu aku akan menunggu. Ketika urusan di alam sekuler selesai, aku akan pergi ke Alam Para Dewa dan mengunjungi istanamu.” Xiu Jimei tidak memaksanya.


“…” Ye Jue yang berencana untuk kabur setelah urusan di sini berakhir, mau tidak mau harus menundanya lagi.


Ketika ketiganya mengobrol sebelum meninggalkan istana dan berniat untuk menghancurkannya, tiba-tiba saja sebuah ledakan cahaya terlihat di langit. Ketiganya menengadah. Di atas istana klan penyihir tidak tertutupi kabut. Ketiganya bisa melihat dengan jelas cahaya portal teleportasi spiritual yang menembus ke tengah pusaran awan gelap.


Ledakan cahaya itu jelas tidak kecil hingga membuat pusaran awan gelap di sekitarnya langsung hancur. Portal teleportasi spiritual juga langsung terputus.


Ming Zise menyipitkan mata ketika merasakan energi spiritual yang tidak asing. Bahkan Ye Jue sendiri mengerutkan kening. Mereka belum bisa melihat dengan jelas siapa yang baru saja tiba. Hanya sepasang sayap hitam kemerahan yang membentang di langit jelas milik iblis Alam Neraka.


Kemudian sosok bersayap hitam kemerahan itu menghilang begitu saja. Tak lama setelah itu, angin kencang menerpa ketiganya hingga pakaian mereka berkibar kasar. Energi spiritual kegelapan yang kental seketika menyelimuti sekitarnya.


Di tengah-tengah mereka akhirnya muncul Lu Zheng secara tiba-tiba. Sebelum Xiu Jimei, Ming Zise dan Ye Jue bertindak, Lu Zheng sudah menyerang lebih dulu tanpa menyapa sama sekali. Dia langsung menyerang Xiu Jimei dengan kekuatan penuh.


Lu Zheng tertawa mengejek. “Esensi delapan dewa-dewi pasti akan menjadi milikku di masa depan,” katanya.


Xiu Jimei membelalakkan mata ketika bola energi spiritual hitam milik Lu Zheng diarahkan padanya. Dia tidak sempat menghindar dan langsung terpental keras. Ming Zise terlambat untuk melindunginya.

__ADS_1


“Lu Zheng!” Tatapan Ming Zise seketika berubah penuh kemarahan.


__ADS_2