Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Makan Malam Di lembah Pegunungan Batu


__ADS_3

Yan Yujie bingung, sembuh sendiri? Bagaimana bisa sembuh sendiri? Dia bahkan bukan seorang healer (penyembuh). Menyadari jika rambutnya juga berwarna merah, dia bahkan lebih terkejut.


"Apakah aku baru saja berubah menjadi iblis setelah ditusuk dan mati?' teriaknya panik.


Sudut mulut semua orang berkedut. Lalu Xiu Jimei memberinya sebuah cermin dan membiarkan pria itu berkaca. Kemudian Yan Yujie tambah histeris.


"Kenapa aku merasa lebih tampan?" narsisnya.


Namun Wang Xuyue yang memperhatikan penampilan Yan Yujie memang merasa lebih tampan. Ini fakta. Tapi dia tidak mau bicara. Yan Yujie sedikit narsis.


"Apa yang terjadi denganku sebenarnya? Kenapa menjadi seperti ini?"


"Kamu baru saja mengambil penampilan raja hantu sejati. Apakah kamu tidak apapun?" Xiu Jimei menyipitkan mata.


Laki-laki itu menggelengkan kepala dan tidak mengingat apapun. Kemudian Wuming cerita jika dirinya bukan hanya mengubah penampilan saja tapi juga melubangi dada Mei Rong, menumbangkan Fan Li dan membiarkan Mi Sai bersujud memohon ampun.


Setelah mendengar semua itu, Yan Yujie bahkan tak bisa mencerna semuanya dengan baik. Apakah dia sekuat itu?


Sayangnya itu hanya dimiliki oleh jiwa raja hantu yang kini tertidur lagi. Sewaktu-waktu mungkin akan menguasai tubuh Yan Yujie. Ini tidak buruk.


"Tolong jelaskan, aku masih tidak mengerti dengan jiwa raja hantu dan diriku sendiri. Apa maksudnya aku akan kerasukan kapan saja?" Yan Yujie ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata.


Jika ayah tahu bahwa putranya yang selalu terkenal sial akan menjadi raja hantu dan mengubah penampilannya menjadi seperti iblis, Bukankah akan pingsan sampai mati? Batin Yan Yujie penuh pertarungan di hatinya.


"Ya." Ming Zise mengangguk. "Selamat, kali ini kebencian raja hantu dan niat untuk membunuhmu semakin besar," imbuhnya.


"Ini tidak normal!" Yan Yujie membencinya. "Lalu apa yang harus kulakukan sekarang? Tidak mungkin dengan penampilan seperti ini di saat ujian. Bukankah itu akan dianggap sebagai curang?"


"Kemarilah," kata Ming Zise.


Yan Yujie patuh dan menghampiri Ming Zise. Dia berada di depan guru pendampingnya yang selalu memiliki aroma segar alam dan sesekali tercium aroma bunga.

__ADS_1


Ming Zise menyentuh simbol api hantu di kening Yan Yujie dengan jari telunjuk kanannya. Sebuah energi spiritual yang dingin dirasakan oleh Yan Yujie saat ini. Lalu semuanya bisa melihat jika tanda api hantu di kening Yan Yujie sendiri memudar.


Bukan hanya itu, rambut merah Yan Yujie juga kembali menjadi hitam. Penampilannya juga kembali seperti sedia kala.


"Hah? Hilang? Kenapa bisa hilang?" Jia Lishan penasaran.


Ming Zise menarik tangannya lagi. "Aku menyegelnya untuk sementara waktu. Jika kamu dalam bahaya besar lagi di masa depan, simbol itu akan muncul lagi dan kamu akan mudah dirasuki jiwa raja hantu kembali untuk melindungimu," jelasnya.


"Sebenarnya, jiwa raja hantu itu apakah jiwa lain atau masih Yujie?" tanya Xuan Xing yang kini sedang menyiapkan piring untuk semua orang.


"Ini masih jiwa Yan Yujie. Manusia saat ini sejatinya memiliki beberapa kepingan jiwa di tubuhnya. Jika kepingan jiwa itu disatukan, tentu saja akan membentuk sebuah sifat dan kekuatan baru. Jiwa raja hantu yang ada di tubuh Yan Yujie melambangkan sifat pemimpin, kejam, dingin dan penuh kekuatan. Namun karena tubuh Yan Yujie tidak bisa menampung jiwa yang satu ini, maka terkubur di jiwanya sendiri dan baru bangkit setelah simbol calon raja hantu muncul di keningnya," jelas Ming Zise panjang lebar.


"Ini rumit," kata Xiu Jimei.


Yan Yujie yang telah mendapatkan kembali penampilan aslinya pun menghela napas lega.


Tak lama setelah itu, ayam roh panggang telah matang dan Wuming meletakkannya di tengah-tengah mereka. Siap untuk dipotong. Aroma ayam panggang bercampur dengan rempah-rempah sangat menggoda.


Sup sayur hijau dibagikan dan porsinya pas untuk semua orang. Kecuali Yamla yang kini dalam wujud ular dan melingkar di leher Wuming. Dia tidak suka sayur.


"Ada apa denganmu? Itu bukan kamu yang dipanggang, kenapa begitu takut?" Harimau putih roh kuno jelas lebih santai. Udara di sini lebih segar dari pada di atas pegunungan batu. Mungkin lingkungannya tidak cocok untuk bintang roh kuno.


Cip Cip ingin berkokok, tapi tidak berani. "Bagaimana pun itu tetaplah ayam yang dipanggang. Sebagai leluhur, tentu saja aku ketakutan," bisiknya.


Harimau roh kuno malas bicara dengannya lagi dan memilih untuk memejamkan mata, beristirahat dengan baik malam ini.


Cip Cip bahkan tak bisa tenang. Dia menyaksikan Xiu Jimei memotong paha ayam roh panggang dengan penuh napsu sambil melihatnya. Sedikit demi sedikit, potong dada, iris sayapnya, celupkan ke saus pedas yang gurih lalu makan dan kunyah. Cip Cip akhirnya tidak kuat dengan rangsangan itu dan pingsan.


Dia tidak mau dipanggang dan dimakan!


Wang Xuyue melihat Cip Cip pingsan dan tidak berdaya saat melirik Xiu Jimei.

__ADS_1


"Xiao Mei, jangan menggoda Cip Cip. Aku khawatir dia memiliki penyakit jantung di masa depan," katanya.


Xiu Jimei terbatuk dan terkekeh. "Aku hanya sedang bercanda dengannya.


"Bercandamu berlebihan, merusak mental dan otak seekor ayam," batin Wang Xuyue.


Setelah makan malam, semuanya beristirahat. Mereka membuat tiga tenda, laki-laki dan perempuan dipisah. Dan Ming Zise memiliki tendanya sendiri.


Saat tengah malam, Xiu Jimei menyelinap keluar dan pergi ke tenda Ming Zise untuk tidur di sampingnya.


"Apakah Xiao Mei sangat ingin tidur di samping Guru atau ingin melakukan sesuatu yang lain?" bisiknya sedikit menggoda.


Xiu Jimei sedikit malu. "Tidur, tentu saja tidur di samping Guru," jawabnya.


"Tapi Guru ingin melakukan sesuatu yang lain," bisiknya lagi.


Semenjak dia menyentuh Xiu Jimei sebelumnya, rasa keinginan yang kuat selalu muncul untuk menyentuhnya lagi dan lagi. Jika Ming Zise bukan seorang kultivator dewa, dia khawatir akan melukai tubuh Xiu Jimei.


Tapi malam ini, Xiu Jimei mengantarkan diri ke pintu. Bagiamana mungkin Ming Zise melewatkannya?


Jadi, seberapa enggannya Xiu Jimei disentuh oleh Ming Zise, wajah guru pendamping yang tampan dan memikat itu berhasil meluluhkan hatinya.


Xiu Jimei belum terbiasa disentuh seperti itu olehnya. Tapi kali ini tidak sesakit malam pertama hingga Ming Zise tidak perlu ragu lagi untuk menjadi binatang buas di tenda.


Malam itu, keduanya tidur terlambat ....


Tapi di tenda lain, Xiu Jikai menggertakkan gigi, tidak bisa tidur. Dia tahu adiknya pergi ke tenda Ming Zise dan berakhir dengan memberikan tubuhnya. Meski begitu, wajahnya sedikit memerah.


Suara di sana masih sayup-sayup terdengar. Ini bukan sejenis suara kekerasan atau rintihan kesakitan, tapi suara adiknya yang tak tahu malu.


"Xiao Kai, kenapa wajahmu memerah? Apakah kamu demam?" tanya Yan Yujie yang setengah mengantuk.

__ADS_1


Xiu Jikai menatapnya dengan galak. "Jangan banyak tanya. Tidur!"


"..." Yan Yujie sedikit menggigil. Kenapa adik sepupunya tiba-tiba menjadi galak malam ini?


__ADS_2