
Pada hari ulang tahun Xuan Xing tiba, si kembar sudah menyiapkan hadiah dan siap untuk pergi. Kali ini Ming Zise juga pergi meski tidak diundang. Dia akan datang ke sana dan bertemu dengan Xuan Bing. Dia juga ingin meyakinkan Xiu Jimei, jika penampilannya dengan tanduk naga tidaklah buruk.
Ketiganya datang agak terlambat tapi acaranya belum dimulai. Xiu Jimei sedikit canggung saat dilihat oleh banyak orang, terutama kenalan Xuan Xing dari sekte yang sama.
“Xiao Mei, kamu akhirnya tiba,” sapa Xuan Xing yang memakai gaun agak mencolok hari ini. Semuanya karena dipaksa ibunya untuk berpakaian agak mewah.
Xuan Xing jarang memakai gaun mewah karena tidak terlalu nyaman untuk bepergian. Tapi hari ini dirinya ulang tahun, mau tidak mau dia hanya bisa setuju dengan pengaturan ayah dan ibunya.
Saat melihat Xiu Jimei, sepertinya ada yang aneh. Dia baru menyadari jika Xiu Jimei memiliki dua tanduk naga kecil di dahinya. Tidak heran Xiu Jimei sedikit canggung saat datang. Apa mungkin karena tanduk itu?
“Hei, Xing Xing, selamat ulang tahun,” kata Xiu Jikai seraya menyerahkan hadiah ulang tahun padanya.
“Terima kasih. Ayo, nikmati pestanya dengan gembira.” Xuan Xing menerima hadiahnya seperti biasa. Lalu dia menoleh pada Ming Zise. “Tuan Ming datang untuk bertemu ayahku?” tebaknya.
“Ya.”
“Ayahku ada di dalam. Aku akan memberi tahunnya.”
Xuan Xing seperti pergi untuk memberi tahu Xuan Bing jika tamu lain datang untuk melihatnya. Sedangkan Xiu Jimei yang tidak nyaman dengan tanduk di dahinya hanya bisa terdiam. Wang Xuyue juga datang dan bergabung dengannya. Ada Yan Yujie, Jia Lishan serta Kin Wenqian yang telah tiba sejak awal.
“Xiao Mei, kamu punya tanduk naga, bisakah aku menyentuhnya?” Wang Xuyue melihat tanduk putih yang mirip dengan tanduk rusa kecil.
Kin Wenqian mencibir padanya. “Apapun yang menarik di matamu selalu ingin menyentuhnya. Apa yang tidak bisa kamu sentuh? Ulat bulu?” ejeknya bercanda.
Wang Xuyue mendengkus. “Bagaimana kamu tahu?”
“Tentu saja aku belum pernah melihatmu menyentuh ulat bulu.”
“…” Ulat bulu tentunya bisa membuat tanganku gatal, batin Wang Xuyue.
Xiu Jimei melihat keduanya bertengkar kecil mau tidak mau tersenyum. “Apakah penampilanku jelek?” tanyanya.
“Tidak, bagaimana mungkin? Aku baru saja bertemu dengan beberapa orang yang juga memiliki telinga dan tanduk binatang,” jawab Wang Xuyue meyakinkan. “Kamu terlihat lebih imut.”
__ADS_1
“Benar. Kenapa aku tidak pernah melihat tanduk Xiao Mei muncul lebih lama sebelumnya?” Kin Wenqian mengangguk.
Ketika Xuan Bing datang bersama Xuan Xing, Ming Zise menepuk kepala Xiu Jimei. “Aku akan pergi sebentar. Kamu bersenang-senanglah dengan teman-temanmu,” katanya.
“Ya.” Xiu Jimei sedikit percaya diri.
Melihat Ming Zise pergi bersama Xuan Bing, Xiu Jimei akhirnya berbaur dengan yang lain. Ternyata apa yang dikatakan Wang Xuyue dan Kin Wenqian benar, ada orang-orang dengan kondisi yang sama seperti dirinya.
Xuan Xing berkata jika mereka adalah teman satu sekte dari ras setengah binatang roh ilahi. Xiu Jimei pernah mendengar tentang binatang roh ilahi yang bisa berubah menjadi manusia dan diberkati dengan kemampuan lebih besar daripada binatang roh lainnya.
Ternyata mereka juga menikah dengan manusia.
Akhirnya Xiu Jimei juga berkenalan dengan beberapa di antara mereka. Ada yang bertelinga kucing, rubah bahkan kelinci. Ada juga yang bertanduk rusa bahkan bermata ular.
“Kamu tampaknya tidak terbiasa dengan tandukmu?” tanya seorang gadis kultivator bertelinga kucing putih pada Xiu Jimei.
Xiu Jimei tidak perlu mengenalkan dirinya kepada mereka. Nama dan sosoknya sudah diketahui hampir semua orang di Dunia Langit karena identitas orang tuanya.
“Ternyata seperti itu. Aku juga sudah mengalami masa kedewasaan sebelumnya. Saat itu, aku mencakar dan menggigit ayahku dengan ganas.” Telinga kucing di kepala gadis kultivator itu sedikit terkulai.
“Kami juga mengalaminya. Kamu tidak sendiri. Tapi setelah mengalami masa kedewasaan klan, kita bisa meminta apapun pada orangtua kita. Pasti akan dikabulkan,” jelas seorang laki-laki bertelinga panda.
“Benarkah?” Xiu Jimei terkejut.
“Tentu saja.”
Xiu Jimei memikirkan ini, tapi semua keinginannya selalu dikabulkan orang tuanya. Terutama oleh ayahnya. Jadi hal ini, dia tidak terlalu berharap banyak.
Seorang gadis bertanduk rusa berbisik padanya. “Apakah kembaranmu juga sama?”
“Kakakku? Dia juga sama tapi masa kedewasaannya lebih lancar.”
“Kembaranmu terlihat sangat kuat. Tapi dia terlalu dingin. Tidak tahu wanita seperti apa yang bisa memasuki matanya di masa depan.”
__ADS_1
“Oh … kakakku cukup dekat dengan rubah merah dari ras iblis Dunia Bawah.”
“…” Selera kakakmu sangat tidak biasa, ternyata suka seekor rubah.
Tak lama setelah itu jamuan ulang tahun dimulai. Xuan Xing memberikan beberapa patah kata kepada semua orang yang hadir lalu jamuan makan pun dimulai.
Ada banyak makanan enak. Baik daging atau sayuran. Buah-buahan segar. Sosok ibunya Xuan Xing juga muncul untuk menemani putrinya berulang tahun.
Ibunya Xuan Xing bergaun putih salju, sangat cantik. Rambutnya juga putih serta memiliki warna mata biru cerah yang cocok dengan statusnya sebagai putri dari klan daratan es.
Setelah jamuan makan selesai, ibunya Xuan Xing menyambut Xiu Jimei dengan gembira. Bahkan lebih gembira daripada saat menemani Xuan Xing makan.
“Halo, Ibu Angkat,” sapa Xiu Jimei.
“Ah, Xiao Mei sudah lama tidak datang ke sini. Ibu sangat merindukanmu. Datanglah ke sini dan duduk sebentar. Mari kita mengobrol.” Putri Xuan menyeret gadis itu untuk duduk di sampingnya. Lalu mulai mengobrol banyak hal.
“…” Xuan Xing yang diabaikan tidak terlalu peduli dengan antusias ibunya.
Jika bukan karena dirinya yang mirip ayah dan ibunya sendiri, mungkin akan curiga jika dirinya terlahir dari bongkahan es.
Saat jamuan ulang tahun berakhir, semua tamu pulang satu persatu dan mengucapkan sampai jumpa pada Xuan Xing. Xiu Jimei masih menunggu Ming Zise yang masih berbicara dengan Xuan Bing.
“Xing Xing, ini hadiah ulang tahun dariku.” Xiu Jimei menyerahkan hadiahnya sendiri yang dibungkus kotak serta diberi pita.
“Kamu sudah memberiku banyak hal sebelumnya. Kenapa masih harus menyediakan hadiah?” Xuan Xing tidak pernah mengharapkan hadiah dari teman-temannya. Lagi pula dia tidak kekurangan barang apapun.
“Tidak mungkin aku datang dengan tangan kosong. Lagi pula hadiah ini spesial. Aku jamin tidak akan ada benda serupa di Dunia Langit.”
“…” Aku khawatir barang yang kamu beri berasal dari Alam Para Dewa, batinnya.
Tak lama setelah itu, Ming Zise keluar berdampingan dengan Xuan Bing. Xiu Jimei dan Xiu Jikai juga mengucapkan salam perpisahan. Xuan Bing ingin bicara dengan Xiu Jimei untuk sementara waktu tapi Ming Zise sudah membawa gadis itu pergi.
Wajah Xuan Bing langsung menggelap. Pria itu pasti sengaja!
__ADS_1