Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Senjata Makan Tuan?


__ADS_3

Dewa Kegelapan mencibir di hatinya. Dia jelas tidak mau terlibat dalam urusan seperti itu. Dia khawatir jika posisinya akan terguncang. Melihat Ning Siyu terdiam karena baru saja terekspos, dia pikir wanita itu mulai memikirkannya.


"Mereka hanyalah manusia dan kecantikan mereka tidak akan membuat mu cemburu. Lalu apa yang membuatmu ingin memberi mereka sihir tersebut?"


"Humph! Itu hanya mereka terlalu buta." Dia tampak sengaja mengejek nya. "Aku datang menemuimu untuk meminta bantuan. Mari lakukan bisnis."


"Bisnis apa lagi yang kamu inginkan dariku? Aku sudah rugi banyak di tanganmu selama ini. Jangan mencari masalah."


"Aku yakin kamu tertarik. Kali ini tidak perlu bagimu turun tangan, cukup minta orang-orang mu saja untuk melakukannya." Ning Siyu telah memikirkan masalah ini selama siang dan malam.


Meski Ning Siyu dan Dewa Kegelapan dianggap sangat dekat sejak lama, tapi kedua memiliki perselingkuhan masing-masing.


Ning Siyu cantik dan tampak centil tapi kelemahan di tubuhnya hanyalah kepalsuan.


"Kalau begitu mari bicara dengan baik tentang rencanamu "


Setelah satu jam berlalu, Ning Siyu telah berhenti bicara dan mengungkap semua isi pikirannya pada Dewa Kegelapan.


Sayangnya, apa yang diungkapkan Ning Siyu membuat Dewa Kegelapan sedikit bingung dan ragu-ragu.


"Apakah kamu yakin ini tidak apa-apa? Bukankah Ming Zise ada di kelompok yang sama untuk menjadi guru pendamping? Tapi kamu ingin melakukan ini di bawah hidungnya? Apakah otakmu kebanjiran air?" cibirnya.


"Bukan aku yang akan bertindak, ini ras hantu yang akan melakukannya."


"Kamu bahkan bercampur dengan ras hantu? Kenapa kamu bercampur dengan ras rendah seperti itu? Tidaklah kamu ingin mencoba mencari kambing hitam dari ras iblis?" Dewa Kegelapan mengerutkan kening lagi.


Ning Siyu menggelengkan kepala. "Tidak mungkin. Ras iblis di Dunia Bawah adalah milik Xiu Jikai dan tidak mungkin bagiku untuk memasuki wilayahnya dengan santai. Aku hanya bisa memanfaatkan raja hantu yang kebetulan memiliki keinginan besar membunuh calon raja hantu baru itu," jelasnya.


Dewa Kegelapan terdiam untuk sementara waktu dan berpikir keras tentang masalah ini. Apa yang dikatakannya Ning Siyu tidak sepenuhnya salah dan dirinya memang tertarik untuk bekerja sama.


Namun memikirkan Ming Zise lagi, dia jelas sangat ragu. Jika Ming Zise tahu dia ikut campur dalam urusan Dunia Langit, mungkin akan mendapatkan peringatan.

__ADS_1


Tapi bukankah Ning Siyu yang memulai?


"Bagaimana, apakah kamu sudah memikirkannya?" Ning Siyu sedikit tidak sabar. Dia tidak bisa lama-lama di sini jika tidak ingin ada gosip tentang dirinya dan Dewa Kegelapan.


Dewa Kegelapan meminum anggurnya kembali dan mengangguk ringan. “Hanya untuk kali ini saja, aku akan membantumu sekali lagi,” jawabnya.


Puas dengan jawabannya, Ning Siyu mengangguk dan segera meninggalkan Istana Dewa Kegelapan.


Melihat kepergian Ning Siyu, pria berjubah brokat hitam itu menyipitkan mata. Dia menghabiskan anggurnya dan bangkit dari duduknya. Tiba-tiba saja dia merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Sejak awal, dia merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Dan setelah Ning Siyu pergi, ketidaknyamanan itu semakin besar.


“Apa yang salah dengan tubuhku sebenarnya?” gumamnya.


Merasa mengantuk lebih awal, Dewa Kegelapan berpikir jika tubuhnya kelelahan dan dia butuh istirahat untuk sementara waktu. dia pergi ke kamar untuk mengistirahatkan pikirannya sebentar. Tanpa sadar, dia jatuh ke dalam mimpi yang aneh.


Dalam mimpi itu, Dewa Kegelapan berada di sebuah hutan yang gelap dan dingin. Lalu ada binatang buas di mana-mana. Anehnya, Dewa Kegelapan tak bisa melawan makhluk-makhluk itu dan hanya bisa melarikan diri sepanjang jalan.


Dia mencoba untuk berteriak dan menggunakan kekuatannya, tapi tetap saja nihil. Sepertinya ada sesuatu yang menahan dirinya.


Karena masalah ini, penjaga rahasia kepercayaan Dewa Kegelapan pergi menemui Dewa Obat. Ketika Dewa Obat tiba di Istana Dewa Kegelapan, keningnya berkerut. Pria tua itu terbatuk kecil dan kebingungan.


“Ada apa dengan Dewa Kegelapan? Kenapa dia bisa terkena sihir yang dibuatnya sendiri?” tanya Dewa Obat marah dan kesal.


“…??!” Penjaga rahasia dan pelayan yang ada di kamar Dewa Kegelapan bahkan lebih bingung.


Bagaimana mungkin dewa mereka sendiri terkena senjata makan tuan? Mereka juga tahu bahwa Dewa Kegelapan sangat berhati-hati dengan sihir yang dibuatnya sendiri.


“Ini … Bagaimana mungkin?” Penjaga rahasia itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal


“Humph! Apa yang kamu tahu? Yang mampu mendeteksinya aku atau kamu?” cibirnya.


“…” Penjaga rahasia tak bisa menyinggung Dewa Obat.

__ADS_1


“Itu … sihir apa yang menyerang Dewa kami sebelumnya?” tanya salah satu penjaga rahasia lainnya.


“Tentu saja ini adalah sihir yang tidak ada obatnya hingga sekarang. Sihir putri tidur,” jawabnya.


“…” Mereka semua terdiam dan untuk waktu yang lama, keheningan terjadi.


Sihir putri tidur ini memang dibuat oleh Dewa Kegelapan. Memang belum ada obatnya hingga kini. Baik Dewa Kegelapan atau Dewa Obat juga telah berdiskusi namun menyerah. Karena itu, sihir putri tidur dilarang di Alam Para Dewa karena dianggap sebagai sihir terlarang yang membuat korbannya jatuh ke dalam dunia mimpi yang tak ada habisnya.


Sekarang Dewa Kegelapan terkena sihir ini, tentu saja pasti akan menimbulkan beberapa keributan. Memikirkan akibatnya, semua penjaga rahasia dan pelayan Istana Dewa Kegelapan tegang.


“Lalu, apa yang harus kami lakukan sekarang?” tanya salah satu dari mereka.


“Meski tidak ada obatnya, efeknya masih bisa ditekan. Aku hanya akan membiarkan dewa kalian bangun dan suruh dia memikirkan obatnya sendiri.” Dewa Obat memiliki sifat yang aneh dan perilakunya juga tidak menentu.


Ini hanya satu-satunya cara yang bisa Dewa Obat lakukan. Dia segera mengeluarkan sebuah pil khusus yang bisa merangsang otak. Setidaknya dengan merangsang otak, Dewa Kegelapan bisa berhenti bermimpi dan secara alami bangun dari tidurnya.


Setelah diberi obat, Dewa Kegelapan perlahan membuka matanya dan wajahnya sedikit pucat. Dia sedikit linglung dan tanpa sengaja melihat Dewa Obat di sampingnya. Dia bahkan melihat beberapa penjaga rahasia an pelayan berlutut tak jauh di dekat ranjangnya.


“Ini, apa yang terjadi? Kenapa kalian datang ke kamar Dewa ini tanpa izin?” tanyanya sedikit marah.


Dewa Obat adalah yang pertama bereaksi dan menjewer telinganya. “Bodoh! Jika bukan karena pelayan dan penjaga rahasia yang menyadari ada yang salah dengan tubuhmu, akankah aku di sini dan membantumu bangun?!!” teriaknya.


Dewa Kegelapan merasa telinganya akan putus dan kesakitan. Wajahnya sedikit memerah karena malu. Dirinya adalah seorang pria berusia ribuan tahun tapi rasanya seperti anak kecil di mata Dewa Obat.


“Dewa Tua! Berhentilah menjewer telinga orang lain. Apakah kamu tidak menghormati harga diriku?” tuduhnya.


Dewa Obat memelototinya. “Apakah kamu masih memiliki harga diri?”


“…” Tentu saja. Jika tidak, aku sudah lama menggali lubang untuk mengubur diriku sendiri, batinnya.


...****************...

__ADS_1


NB: Dewa Kegelapan mungkin sedikit jahat dan menyalahgunakan kekuatannya, tapi sebenarnya dia bukan dewa yang jahat.


__ADS_2