Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Klan Penyihir Punya Rencana


__ADS_3

Tak lama kemudian, suara tawa seorang wanita terdengar. Elder Chi serta yang lainnya terkejut. Mereka tidak merasa kehadiran pihak sejak awal. Tapi Xiu Jimei mampu merasakannya.


"Siapa itu?" Elder Chi juga waspada.


Ia masih ingat jika Zhongkui melarikan diri. Pasti melapor pada seseorang. Mungkin Zhongkui ingin meminta beberapa orang untuk membunuh mereka di hutan ini?


Xiu Jimei mendengar tawa pihak lain, ternyata seorang wanita. Dari kegelapan hutan, Xiu Jimei bisa melihat sosok wanita berjubah hitam dengan tudung yang menghalangi setengah wajahnya. Ia akhirnya menembakkan beberapa jarum perak beracun.


Tak lama kemudian, Luo Chan yang telah diketahui oleh Xiu Jimei tidak bisa bersembunyi lagi. Ia akhirnya melompat dari kegelapan dan menghunuskan pedang tajamnya ke arah gadis itu.


Xiu Jimei tidak menghindar atau membuat gerakan untuk melindungi diri. Ia hanya cukup mengibaskan tangan kanannya. Embusan angin tercipta di sekitar Xiu Jimei, bertepatan dengan Lupa Chan yang terpental ringan. Walaupun tergolong ringan, jelas menunjukkan jika kultivasi pihak lain tidak kecil.


Luo Chan tidak terkejut saat merasakan embusan angin di sekitar Xiu Jimei. Ia segera menyeimbangkan tubuhnya dan menyipitkan mata. Lalu terkekeh.


"Oh, kultivasi mu lumayan," ujarnya.


Xiu Jimei menggelengkan kepala dan menghangatkan diri di dekat api unggun. "Bukan masalah kultivasiku, tapi kamu yang terlalu lemah."


"..." Luo Chan merasa dipukul oleh sesuatu di hatinya, tidak bahagia.

__ADS_1


Luo Chan terlahir sebagai seorang penyihir. Hidupnya cukup panjang. Tapi klan penyihir tak pernah peduli dengan hal-hal kecil dunia luar. Mereka biasanya melakukan sesuatu secara diam-diam.


Elder Chi terkejut saat melihat jubah yang dipakai oleh Luo Chan. "Kamu ... Apakah kamu seorang penyihir?" tebaknya.


"Penyihir?" Xiu Jimei menaikkan sebelah alisnya. Ia juga memperhatikan pakaian di tubuh Luo Chan. Sepertinya memang seperti itu.


Elder Chi mengangguk. "Klan penyihir selalu memakai jubah hitam seperti ini. Identitas dan kedudukannya pasti tidak rendah di klan." Ia khawatir jika Xiu Jimei terluka olehnya.


Luo Chan mendengar percakapan keduanya, mau tidak mau tersenyum penuh penghargaan. "Ternyata para kultivator sepertimu masih tahu banyak tentang kami," ujarnya.


"Wajar saja. Sudah lama sejak klan penyihir menjadi musuh kami." Elder Chi menatap Luo Chan dengan serius. Ia mungkin tidak bisa mengalahkannya. Namun setidaknya bisa mengulur waktu.


"Apa maksudmu?" Elder Chi memiliki keraguan di hatinya. "Klan penyihir sepertinya telah menyiapkan banyak hal! Sepertinya kalian sangat tidak sabar untuk membasmi kami semua!"


"Siapa yang menjadikan kalian kultivator yang membenci klan kami!" Luo Chan seketika menyerang Elder Chi, hendak membunuhnya.


Xiu Jimei dan Xiu Jikai mengerutkan kening. Keduanya tidak ingin membuang banyak waktu malam ini. Kemunculan Luo Chan jelas tidak terduga. Di mata Xiu Jimei, harusnya masih ada hubungannya dengan Zhongkui yang melarikan diri.


"Apakah kamu kenal Zhongkui?" tanya Xiu Jimei seraya menahan serangan Luo Chan. Elder Chi sedikit pucat saat ujung pedang wanita itu hampir menyentuh dahinya.

__ADS_1


Luo Chan tak bisa menggerakkan pedangnya. Ia melihat jika Xiu Jimei hanya menahan pedangnya dengan dua jari. Apa-apaan ini?!


"Zhongkui? Tentu saja. Anggota klan ku sendiri, bagaimana mungkin aku tidak tahu?" Luo Chan dengan baik hati memberi tahu mereka.


Setelah jawaban itu terlontar, Elder Chi serta yang lainnya terkejut. Bagaimana mungkin Zhongkui bisa menjadi seorang penyihir dan bukan peramal? Apa yang dikatakan Xiu Jimei sebelumnya sudah membuat Elder Chi ragu.


Jadi selama ini, mereka menghormati orang yang salah? Jika kaisar tahu hal ini, apa yang akan terjadi?


Luo Chan melihat ekspresi mereka dan mau tidak mau bangga di hatinya. Ia mundur beberapa langkah dan menarik pedangnya kembali. Xiu Jimei tidak bisa dikalahkan begitu saja. Ia masih memiliki waktu untuk membunuh mereka.


"Tidak—! Bagaimana mungkin Zhongkui —" Elder Chi langsung berwajah pucat.


"Sepertinya kamu sangat terkejut. Bagaimana, apakah nyaman rasanya mempercayai kami sebagai peramal?"


Ekspresi Elder Chi menjadi tidak jelas dan ia mengkhawatirkan kaisar saat ini. Kaisar memiliki orang kepercayaan di sekelilingnya. Tapi kaisar juga sangat jelas dengan orang-orang yang dihargai olehnya.


"Tidak! Ini tidak mungkin!" Salah satu pengikut Elder Chi juga tak mau kalah jika ingin bertarung. Hanya saja pikirannya kacau saat ini.


Luo Chan akhirnya tertawa lepas dan merasa sangat nyaman untuk menipu mereka. Ia telah membiarkan Zhongkui berpura-pura menjadi seorang peramal sebelumnya. Kali ini, Luo Chan melepas tudung hitam yang menghalangi wajahnya.

__ADS_1


Di balik tudung besar itu, Luo Chan memang cantik. Tapi ... iris matanya mirip ular.


__ADS_2