Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Mengebor Langit-langit Gua Es


__ADS_3

Fu Chan Yin sangat dikenal oleh para binatang roh kuno di Dunia Kecil Array Kuno. Bisa dikatakan sebagai seorang kultivator yang suka sekali jahil. Tidak ada binatang roh kuno yang berani melawannya setelah mengetahui esensi delapan dewa-dewi di tubuh wanita itu.


Sudah lama sekali wanita itu tidak kembali. Para binatang roh justru bersyukur.


Siapa tahu mereka bertemu dengan seorang gadis yang hampir mirip dengan Fu Chan Yin tapi memiliki beberapa poin kemiripan dengan Xiu Jichen—sang kaisar iblis.


Xiu Jimei terkejut. Beruang roh kuno dewasa di depannya bisa bicara bahkan mengenal ibunya juga? Ibunya sangat terkenal di Dunia Kecil Array Kuno. Hebat!


"Apakah kamu kenal ibuku? Bukankah dia luar biasa?" Xiu Jimei berbinar saat melihat ada binatang roh kuno yang kenal ibunya.


Namun yang paling mengejutkan, para beruang itu langsung ketakutan dan melarikan diri secepat mungkin. Mereka kembali ke tempat persembunyian di berbagai cabang lorong gua yang gelap.


"..." Xiu Jimei hanya berkedip beberapa kali, bingung. Ada apa dengan mereka?


"Mereka takut pada ibumu, sepertinya ...," kata harimau putih roh kuno duduk santai di sampingnya. Ekor belangnya bergerak ke sana dan ke sini seperti mencoba bermain.


"Kenapa takut pada ibuku?"


"Aku mendengar rumor bahwa seratus tahun yang lalu, ada kultivator wanita dengan kemampuan luar biasa datang ke Dunia Kecil Array Kuno. Wanita itu memiliki esensi delapan dewa-dewi yang sama sepertimu dan suka jahil terhadap binatang roh kuno lainnya. Mungkin kelompok beruang pernah menjadi korban," tutur harimau putih roh kuno tanpa rasa takut sedikitpun.


"Benarkah? Ibu tidak pernah cerita tentang ini."


Xiu Jimei selaku mengingat semua cerita ibunya ketika masih kecil.


"Mungkin dia lupa. Lagi pula kejahilannya tidak bisa dihitung oleh sepuluh jari."


"..." Xiu Jimei tahu itu.


"Para elang api roh dan elang pisau roh kuno saja tidak mau bertemu dengannya lagi setelah bulu mereka dicabut."


"..." Ibunya ternyata nakal seperti dirinya.


Tidak! Kenakalan Xiu Jimei menurun dari ibunya.


Ming Zise terkekeh dan menepuk kepala gadis itu. Sungguh mirip dengan Fu Chan Yin. Sepertinya Ming Zise semakin mengerti kenapa Xiu Jichen sangat memanjakan wanita itu. Rasanya memang menyenangkan membesarkan seorang gadis.


Akhirnya, Xiu Jimei menatap harimau putih roh kuno dan berpikir cukup lama.

__ADS_1


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Harimau roh kuno merasakan firasat buruk.


"Zebra, maukah kamu menjadi macan tutul?"


"...???!!"


Harimau putih itu terkejut. Lalu mulai menyadari apa maksudnya. Mungkinkah gadis itu ingin mengecat tubuhnya menjadi warna macan tutul?


Dia segera berdiri dengan waspada. "Tidak, tidak! Aku lebih suka menjadi harimau putih yang bodoh!"


"Oh, sayang sekali."


"..." Tidak, ini sama sekali tidak disayangkan. Senang rasanya menjadi harimau putih, batin harimau putih roh kuno mulai lega.


Mereka segera mengejar Yan Yujie dan rombongannya yang melarikan diri dan dikejar induk beruang.


Saat ini, Yan Yujie yang menegang anak harimau mencari jalan keluar. Entah kenapa, dia begitu lengket dengan anak beruang, enggan untuk melepaskannya.


Tapi jika tidak dilepaskan, induk beruang mengejarnya.


Yan Yujie yang berlari mulai kelelahan. Dia telah berputar-putar di sekitar lorong gua yang terhubung ke berbagai arah, pada akhirnya kembali ke tempat semula.


"Yujie, lemparkan anak beruang itu ke induknya!" Jia Lishan menyarankan.


"Oh, aku lupa!" Yan Yujie berhenti. Lalu dia meminta induk beruang untuk berhenti juga.


Beberapa beruang yang mengejar kelompok manusia itu tidak mau berhenti. Mereka sombong dan tidak suka ada manusia yang memasuki tempat hibernasi mereka.


Induk beruang berhenti tak jauh di depan Yan Yujie, masih menatapnya dengan galak.


"Ini ... Ini aku kembalikan padamu. Aku sama sekali tidak berniat menculik anakmu. Sumpah demi dewa kesialan yang terkena sial!" Yan Yujie berteriak, mengangkat anak beruang tinggi-tinggi, berniat melemparkannya ke arah induk beruang.


Di saat dia melempar anak beruang, suasananya menjadi tidak benar lagi. Anak beruang itu tidak terlempar ke udara sama sekali, justru malah memeluk salah satu lengan Yan Yujie dan berteriak nyaring, sangat senang. Dia berpikir sedang bermain kejar-kejaran dengan para beruang lain.


"..." Yan Yujie melihat anak beruang yang lucu itu memeluk lengannya seperti koala, hatinya berteriak. Ini buruk!


"Yujie, anak beruang menyukaimu dan tidak ingin pergi ke induknya." Kin Wenqian yang bisa mengerti bahasa binatang roh pun mengartikan maksud si beruang kecil.

__ADS_1


"Apa??! Kenapa bisa begitu?" Yan Yujie frustasi.


Induk beruang melihat anaknya menyukai manusia itu, kembali berteriak marah lagi dan kali ini tidak ragu untuk menyerang. Pada akhirnya, kejar-kejaran ronde kedua terjadi.


"Ahh! Kesalahpahaman! Aku tidak bermaksud membuat anak beruang menyukaiku! Sumpah demi dewa kesialan di langit!" teriak Yan Yujie lagi-lagi memeluk si anak beruang.


"Kita harus memikirkan cara untuk keluar dari sini. Apakah ada cara?" Huang Fu Shi menghindari kejaran beruang bersama Lei Mo, mencoba melindungi anggota kelompoknya yang lain.


"Sepertinya jarak antara langit-langit gua ini dengan permukaan luar tidak terlalu tebal. Kita menggali." Salah satu dari mereka menyarankan.


"Kalau begitu lakukan, cepat!" Huang Fu Shi tidak berpikir lebih banyak lagi.


Jia Lishan segera melirik Xuan Xing. "Xing Xing, buat tangga es agar kita bisa mengebor langit-langit."


"Tidak perlu repot, aku bisa melakukannya," kata Xuan Xing percaya diri.


Dia segera mengembunkan energi spiritual elemen es di tangannya. Lalu terbentuknya sebuah kerucut es yang cukup besar.


Kerucut es raksasa itu langsung melayang ke langit-langit gua dan mulai berputar cepat, berusaha mengebor.


Tanah di pegunungan es ini hampir sembilan puluh persen dari seratus merupakan es. Jadi saat mengebor, ada tanah bercampur pasir berjatuhan.


"Ini berhasil! Berapa lama yang dibutuhkan untuk mengebor?" tanya Lei Mo.


"Ketinggian langit-langit gua dengan jarak permukaan es di luar setidaknya sepuluh meter. Tak butuh waktu lama." Xuan Xing menghitung secara akurat.


"Oh, di mana Xiao Mei?" Wang Xuyue menyadari jika gadis itu tidak ada.


"Guru pendamping juga tidak ada." Jia Lishan tidak melihat Ming Zise.


Guru pendamping kelompok Huang Fu Shi menenangkan diri. "Jangan khawatir, dengan kemampuan mereka, tidak mungkin terjadi sesuatu," katanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di halaman kediaman Bai Huazhi.


Macan kumbang roh kuno sedang menggigit daging rusa panggang yang masih hangat. Hari ini Bai Huazhi berbaik hati membuat daging rusa panggang untuk macan kumbang roh kuno karena telah menjaga binatang roh kuno yang dijinakkan Xiu Jimei tanpa adanya kecelakaan.

__ADS_1


Sebagai binatang roh kuno, macan kumbang juga suka daging, terutama yang dimasak. Sangat harum. Sementara Bai Huazhi sendiri sedang memberi makan ikan koi kesayangannya.


"Pak Tua, kenapa kamu mempersingkat waktu ujian? Bukankah masih ada berbulan-bulan lagi?" Macan kumbang roh kuno menyisakan daging rusa panggang untuk dimakan nanti.


__ADS_2