
Ada beberapa rumor yang beredar jika ayam adalah bintang yang paling bodoh, serakah terhadap makanan dan terlalu sombong saat bertelur. Hanya bertelur sekali saja sudah membuat mereka ribut satu kawanan.
Bukankah ini sombong namanya?
Cip Cip tidak berdamai namun Wang Xuyue segera memegang paruh hitamnya agar tidak bicara lagi. Kali ini Wang Xuyue sedikit setuju dengan perkataan harimau putih. Ayam roh kuno ini sedikit bermasalah.
"Apakah kamu pernah berburu ikan sebelumnya?" tanya Xiu Jimei.
Harimau putih itu mengangguk ringan, bingung. Kenapa gadis abnormal ini bertanya tentang itu.
"Lalu, apakah kamu mendapatkan ikannya?"
Harimau putih itu mengangguk lagi.
"Kalau begitu ikan itu juga bodoh karena berhasil ditangani olehmu."
"..." Harimau putih itu tertegun dan akhirnya menyadari apa maksud Xiu Jimei.
Gadis itu mengatakan bahwa ikan tak lebih bodoh dari seekor ayam?!
Harimau putih ingin mengelak tapi tidak memiliki banyak kata untuk dijadikan alasan. Baiklah, dia tahu manusia ini lebih pintar daripada dirinya.
Makhluk berbulu putih belang hitam itu duduk di samping Xiu Jimei. Dia mengamati sekawan zebra yang sedang makan di padang rumput yang segar. Hari ini cuacanya bagus, jadi dia ingin berburu untuk makan siangnya nanti.
"Aku punya banyak daging, tidak perlu berburu. Daging yang dipanggang dengan banyak bumbu lebih enak," kata Xiu Jimei.
"Benarkah?" Harimau putih itu sedikit penasaran dengan makanan yang selalu dimakan manusia.
"Tentu saja."
Xiu Jimei tiba-tiba saja melirik Ming Zise yang berdiri tak jauh darinya.
"..." Ming Zise mulai curiga jika gadis itu akan menyuruhnya melakukan sesuatu.
Benar saja, Xiu Jimei mulai berkata, "Masakan guru sangat enak. Kamu bisa mencicipinya nanti."
Wuming yang ada di kegelapan justru sedikit tidak terduga. Gadis itu meminta tuannya memasak untuk harimau putih? Daging panggang? Binatang roh di Alam Para Dewa saja tidak pernah merasakan masakan tuannya yang berharga. Tapi kali ini gadis itu membiarkan harimau putih roh kuno mencicipi masakan tuannya?
__ADS_1
Ini berlebihan bukan?
Tapi yang tidak terduga, Ming Zise bukan hanya menyetujui tapi juga mengucapkan janji.
"Tentu saja tidak masalah. Selama Xiao Mei senang, guru akan memasak kapan pun."
"..." Wuming yang ada di kegelapan khawatir akan mengalami demam jika terus menerus mendengar tuan dan gadis itu saling melemparkan kalimat.
Yang satu sedikit tidak tahu malu dan yang satunya lagi tuan yang suka menggoda calon istrinya. Seperti apa kehidupan Istana Minglan di masa depan nanti? Bukankah itu kacau?
Pada akhirnya mereka fokus pada sekawanan zebra yang dijinakkan. Kin Wenqian telah mengamati mereka dan berkata jika semua zebra itu memiliki pikiran yang tidak agresif.
Seharusnya mereka merupakan binatang roh kuno yang tidak terlalu sulit dijinakkan.
Namun masalahnya, zebra roh kuno itu memiliki tinggi hampir dua meter, kaki panjang, leher kuat, tatapan mata waspada serta tubuh sehat. Xiu Jimei memperhatikan kawanan zebra itu sebagai makanan yang bisa dijadikan zebra panggang yang lezat.
"Menjinakkan zebra saja sudah cukup bagi kita. Setelah itu kita berkeliling dan mencari herbal roh kuno untuk tugas selanjutnya," kata Xuan Xing.
"Baiklah kalau begitu, mari kita mencobanya." Jia Lishan menghela napas. "Xiao Mei, bagaimana denganmu?"
"..." Bukankah ini tidak sesuai dengan rutinitasnya? Mereka sedikit heran.
"Kalau begitu, aku dan Xiao Mei akan menjinakkan kelinci." Wang Xuyue juga mengajukan diri.
Mereka setuju.
Menjinakkan kelinci tidak butuh banyak tenaga. Jadi Xiu Jimei menonton dari samping. Ada pun Wang Xuyue yang membantu mereka, rasanya cukup menyenangkan bisa menyentuh zebra.
Cip Cip dan Zebra duduk berdampingan, sedikit canggung. Dua binatang roh yang bisa dikatakan sebagai mangsa dan pemburu itu tidak berani saling mengejek lagi.
"Zebra, bagaimana kamu bisa setuju begitu saja menjadi binatang roh tunggangan gadis itu?" bisik ayam roh kuno.
Harimau putih itu meliriknya dengan enggan. "Siapa yang sukarela? Aku jelas diancam. Jika aku tidak mau, dia akan menguliti buluku dan dijadikan jubah musim dingin."
Belum lagi Xiu Jimei memiliki aura luar biasa di tubuhnya. Ada esensi delapan dewa-dewi dalam tubuh gadis itu, sebuah inti energi spiritual murni di dunia ini. Mengikuti gadis itu lebih baik daripada melawannya di mana-mana.
Jujur saja, harimau putih itu juga takut pada Xiu Jimei. Meski menjadi binatang roh kuno tunggangan sedikit menghina harga dirinya sebagai bintang pemburu di hutan, tapi dengan energi spiritual gadis itu, dia bisa menaikkan tingkat kultivasi nya.
__ADS_1
Cip Cip menelan salivanya dengan susah payah. "Kalau begitu, kamu jangan sampai macam-macam dengannya di masa depan."
Dia tahu bahwa harimau putih itu tidak berkontrak dengan Xiu Jimei, jadi memberi nya sedikit peringatan.
"Dia belajar sihir kuno dan mampu mengubah manusia dan binatang roh menjadi katak."
"Menjadi katak? Apakah dia pernah mengubah seseorang menjadi katak?" Harimau putih itu terkejut. Dia pernah mendengar sihir kuno tapi jarang sekali ada kultivator yang belajar sihir.
"Benar. Gadis itu mengubah seseorang menjadi katak hijau."
"..." Zebra sedikit tertegun. Entah kenapa, semua bulunya meremang saat ini. Gadis itu ternyata lebih mengerikan dari pada yang dia bayangkan sebelumnya.
Percakapan dua binatang roh kuno itu tidak dipedulikan oleh Xiu Jimei.
Saat ini, Xiu Jimei sedang duduk sambil makan keripik kentang. Dia memperhatikan keenam orang di padang rumput yang berusaha menjinakkan zebra roh kuno. Xiu Jikai mungkin tidak perlu melakukan banyak usaha karena hampir memiliki bakat yang sama seperti Xiu Jimei.
Tiba-tiba saja Ming Zise duduk di samping gadis itu dan memberinya sebuah apel merah yang memiliki aroma manis seperti madu.
"Cobalah apel ini, jangan hanya makan makanan ringan seperti itu," ujarnya.
Ukuran apel itu seperti apel pada umumnya tapi mengandung lebih banyak rasa madu dan energi spiritual. Cocok untuk para gadis yang suka awet muda serta terlihat lebih merona.
Xiu Jimei sedikit terkejut saat melihat apel roh yang memiliki kandungan energi spiritual lebih kaya dari pada apel yang ditanam di ruang spiritual bawaan. Dia mengambil apel itu dari tangan Ming Zise. Tapi tanpa sengaja, tangan mereka sedikit bersentuhan.
Xiu Jimei teringat dengan mimpi musim semi malam itu. Wajahnya sedikit malu. Kenapa dia menjadi memiliki Ming Zise yang menciumnya di dalam mimpi?
Saat dia melihat wajah pria itu, tanpa sengaja memperhatikan bibir tipisnya yang terlihat lembap dan merah alami. Ming Zise sepertinya sering merawat diri. Meski terlihat seperti wajah putih kecil, Xiu Jimei tahu pria itu tidak demikian.
Waktu hari pertama bertemu dengannya, Xiu Jimei sengaja memanggil Ming Zise dengan sebutan 'wajah putih kecil' hanya untuk menggodanya.
Tapi Ming Zise tidak marah sama sekali, melainkan tampak seperti balik menggodanya.
Ini sangat jarang bagi Xiu Jimei bertemu lawan jenis yang berhasil membuatnya sedikit tergoda. Ada banyak pria tampan di dunia ini tapi ayah dan ibunya selalu bilang jika dirinya memiliki takdirnya sendiri.
Bahkan ayahnya—Xiu Jichen juga berkata bahwa Xiu Jimei adalah bintang phoenix seseorang. Tapi tidak pernah memberi tahunya siapa orang itu?
"Ada apa? Apakah guru terlihat sangat tampan?" tanya Ming Zise tidak yang tak sengaja melihat Xiu Jimei memperhatikannya dengan linglung saat ini.
__ADS_1