Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Ming Zise Memiliki Rencana


__ADS_3

Xiu Jimei tertidur hingga pukul tiga dini hari menurut perkiraan jam modern. Tubuhnya sedikit panas karena anggur yang diminumnya tadi. Saat terbangun, dia mendapati Ming Zise berbaring di sampingnya tanpa tertidur sama sekali.


"Kenapa aku di sini?" gumamnya bingung. "Kenapa Guru tidak mengantarku kembali ke kamar?"


"Ini juga di kamar," jawab pria itu. "Ini kamar Guru," imbuhnya.


"Tubuhku panas sekali. Aku ingin membuka pakaian ku. Aku lupa hari ini memakai gaun yang cukup tebal. Sangat tidak cocok saat minum anggur."


"Oh? Kalau begitu bukalah. Cuaca malam ini memang sedikit panas," katanya sedikit serak.


Tapi Xiu Jimei enggan bergerak dan hanya bisa berbaring seperti pura-pura tidak mendengar. Ming Zise membantunya membuka pakaian dan gadis itu sepertinya masih mengantuk.


"Mei'er, apakah kamu sengaja menguji kesabaran Guru?" Nada bicara Ming Zise sedikit tertekan.


"..?!" Xiu Jimei sama sekali tidak mengerti.


Setelah membuka gaun luar, gadis itu hanya sampai baju dalam yang bisa dianggap sebagai kaos tipis. Tidak heran akan begitu panas.


Xiu Jimei kembali melanjutkan tidur. Kepalanya sedikit pusing saat ini karena minum banyak anggur. Tapi pria di sampingnya gelisah dan memeluknya dari belakang.


Tak lama, Xiu Jimei merasakan sesuatu mengeras di bawah sana. Wajahnya memerah tanpa sadar.


"Guru, jangan berpikiran yang tidak-tidak," katanya.

__ADS_1


"Ini salah Mei'er," bisik pria itu. "Jika Mei'er tidak membuka pakaian, pikiran Guru akan jernih," godanya.


Pada malam itu, Ming Zise menginginkannya satu kali dan tidak lagi mengganggu tidurnya. Xiu Jimei tidur nyenyak setelah kelelahan. Ketika bangun di pagi harinya, dia sudah berada di kamar lain. Wang Xuyue, Kin Wenqian dan Xuan Xing ternyata sudah bangun.


“Xiao Mei, kamu sudah bangun. Kapan kamu kembali? Kenapa aku tidak mengetahuinya?”


Seperti biasa, Wang Xuyue adalah gadis yang selalu berceloteh tentang banyak hal dan tidak mencurigai apa yang telah dilakukan pasangan itu.


Xuan Xing sendiri tidak menyadari kapan Ming Zise membawa Xiu Jimei kembali ke kamar penginapan. Dia hanya tahu jika guru pendamping mereka bukan kultivator biasa melainkan ada hubungannya dengan Alam Para Dewa.


“Oh, aku tidak tahu,” jawab Xiu Jimei jujur. Dia memang tidak tahu kapan kembali ke sini.


Jelas sekali dini hari tadi Ming Zise menyentuhnya sementara waktu, memandikannya dan memakaikan pakaiannya kembali. Setelah itu dia tidak ingat lagi karena tidur nyenyak. Namun untungnya tidak ada tanda apapun di tubuhnya saat ini.


Setelah Xiu Jimei menghela napas, mereka segera pergi untuk mencari sarapan. Mereka bertemu dengan Xiu Jikai, Yan Yujie dan Jia Lishan.


“Ke mana tuan mu? Kenapa dia pergi lagi?” tanya Xiu Jikai sudah merasa bosan dengan kepergian Ming Zise.


Setiap kali pria itu pergi, Xiu Jimei juga pasti akan meninggalkan Dunia Langit dan menyusulnya. Dia sungguh tidak tahan.


Mereka baru saja selesai sarapan dan kembali ke penginapan untuk menunggu misi lanjutan dari ujian gabungan.


Yamla dalam wujud ular putih kecil berada di atas meja dan terlihat malas. Wuming jelas duduk tak jauh darinya.

__ADS_1


“Tuan pergi untuk mengurus sesuatu yang sangat penting. Ini bukan hanya demi keamanan Alam Para Dewa saja tapi juga Dunia Langit,” jawab Yamla.


“Apa karena kekacauan semalam?”


“Ya. Iblis neraka bukan makhluk biasa, tuan pernah terluka di masa lalu saat melawan ratu iblis neraka dan mengalami cedera internal yang sulit disembuhkan,” jelas Yamla. “Seharusnya tuan pergi untuk mengurus masalah ini.”


Kin Wenqian kesal saat mengingat kejadian semalam. “Mereka menyerang Xiao Mei dan menguji esensi delapan dewa-dewi di tubuhnya.”


Kali ini ekspresi Xiu Jikai jelas lebih dingin dari biasanya. Meski dia tidak tahu seperti apa makhluk neraka itu, selama mencari tahu pasti akan ketemu. Untungnya iblis neraka lebih rendah dan kekuatannya jelas bukan tandingan Xiu Jimei sehingga Xiu Jikai bisa tenang saat ini.


Tapi jika masalah ini berlanjut, urusannya akan berbeda lagi.


Wuming segera menenangkan pikiran mereka. “Jangan khawatir, tuan kami memiliki rencana dan tidak akan dirugikan lagi di tangan makhluk-makhluk itu seperti di masa lalu.”


Xiu Jimei tidak ingin merepotkan Ming Zise saat ini. Misi ujian kali ini semakin berat dan merepotkan. Dia harus fokus pada ujian lebih dulu agar tidak membuat Sekte Atas dipermalukan.


Namun Xiu Jimei masih memiliki janji dengan ras duyung.


“Aku akan pergi ke kerajaan ras duyung sebelum misi ujian diperbarui. Kakak Sepupu akan ikut denganku, sisanya tetaplah di sini dan menungguku kembali,” katanya.


“Hah? Pergi ke ras duyung? Untuk apa?” tanya Yan Yujie terkejut.


“Aku masih ada janji dengan Sin dan Yuyu dari ras duyung. Itu …duyung yang kita temui di pantai saat mengambil air mata mereka untuk menyelamatkan Kakak Sepupu sebelumnya,” jelas Xiu Jimei.

__ADS_1


Mereka akhirnya ingat dengan mereka. Benar, ratu ras duyung terkena sihir putri tidur yang dibuat oleh Dewa Kegelapan. Katanya tidak ada obat untuk masalah ini. Lalu kenapa Xiu Jimei ingin membawa Yan Yujie ke sana?


Tapi mereka masih berkompromi. Karena khawatir adiknya mengalami kecelakaan, Xiu Jikai meminta Yamla untuk ikut dengannya. Xiu Jimei tidak menolak dan membawa Yamla yang berwujud seekor ular putih kecil di bahunya.


__ADS_2