Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Meminta Air Suci Spiritual


__ADS_3

Ming Zise mengangguk. Tentu saja akar induk sulur roh akan mati jika sejak awal memang bergantung pada bunga melati dewa. Bahkan jika tidak bisa diambil, Ming Zise harus mengambilnya.


Tumbuhan dari Alam Para Dewa tidak bisa hidup di Dunia Langit, apapun alasannya. Dia khawatir dia khawatir jika di masa depan, tumbuhan dari Alam Para Dewa akan disalahgunakan oleh manusia.


Berbeda dengan binatang roh Alam Para Dewa yang bisa hidup dan menghuni Dunia Langit atas izin Han Yuye, tumbuhan roh tidak memiliki kecerdasan.


Mengetahui jika Ming Zise berniat untuk mengambilnya dan menanamnya kembali di Alam Para Dewa, Xiu Jimei sangat enggan. Dia pikir harta yang dijaga akar induk sulur roh bisa diambil olehnya dan dikoleksi.


Ming Zise terkekeh saat melihat wajah masam bintang phoenix nya. "Jangan khawatir. Aku akan menggantinya dengan tanaman yang lain. Tapi tidak yang ini," katanya.


Mungkin tanaman roh Alam Para Dewa tidak bisa ditanam di Dunia Langit. Setidaknya masih ada tanaman roh lain yang bisa dipelihara oleh Xiu Jimei. Bahkan jika kultivator lain mengetahuinya, mereka tidak akan curiga.


Tanaman roh Alam Para Dewa sejatinya bisa berbaur dengan lingkungan sekitar. Tidak akan ada yang percaya jika tumbuhan tersebut dari alam kultivasi yang lebih tinggi.


Seberapa enggannya Xiu Jimei, dia hanya mengangguk. Lagi pula ini hanya tanaman, bukan sesuatu yang bisa dimakan olehnya. Jadi lupakan saja.


"Tidak, jangan tanaman. Lebih baik kamu memberiku banyak makanan saja sebagai kompensasi. Tanaman seperti ini, aku tidak ingin lagi," katanya.


Sudut mulut Xiu Jikai berkedut. Dia tidak menyangka jika kembarannya lebih memilih makanan alih-alih tanaman langka Alam Para Dewa. Tapi itu bagus. Dengan begitu, Ming Zise tidak akan terlalu berpuas diri karena memanjakan gadis itu.


Ming Zise terkekeh dan dia memikirkan beberapa jenis makanan Alam Para Dewa yang bisa disukai oleh Xiu Jimei. "Baiklah, jika Mei'er ingin. Aku akan memasak untukmu seumur hidup," katanya.


Kali ini Xiu Jikai hampir tersandung sesuatu. Dia awalnya berpikir Ming Zise tidak akan puas, tapi sepertinya malah semakin menggoda adiknya. Mau tidak mau, Xiu Jikai menggertakkan giginya dan berbalik.


"Aku akan menunggu kalian di luar! Jangan lama-lama!" katanya ketus sebelum akhirnya meninggalkan ruang bawah tanah.


Xiu Jimei melihat kakaknya pergi, mau tidak mau bertanya-tanya. Apakah kakaknya marah karena dia meminta makanan pada Ming Zise? Karena Xiu Jimei suka sekali dengan makanan, Xiu Jikai juga terkadang memasak untuknya. Kakaknya pasti cemburu saat ini. Xiu Jimei berpikir demikian.


"Jangan khawatirkan dia, nanti juga suasana hatinya kembali damai," kata Ming Zise.


"Yah, semoga saja." Jika tidak, Xiu Jimei harus membujuk kakaknya juga. Lagi pula, Xiu Jikai adalah orang yang paling dekat dengannya.


Ming Zise dengan hati-hati melepaskan ketergantungan akar induk sulur roh dari tanaman bunga melati dewa. Tidak ada perlawanan dari akar sulur roh. Entah karena kekuatan Ming Ming yang membuat akar induk sulur roh tidak berdaya atau memang sulur roh saja yang mulai melemah.

__ADS_1


Setelah bunga melati dewa dilepaskan, seketika akar induk sulur roh menjadi layu. Jika semua sulur roh menyerang kelompok Xiu Jimei, maka link sulur-sulur hijau itu menjadi hijau kecoklatan. Menandakan jika tanaman roh tersebut akan segera mati.


Ternyata benar jika akar induk sulur roh bergantung pada tanaman bunga melati dewa untuk mengisi vitalitas.


"Kenapa tiba-tiba layu?" Fu Yanchi mengerutkan kening.


Mereka melihat ke arah lubang yang dibuat oleh Xiu Jimei. Apa yang dilakukan Xiu Jimei dan Ming Zise hingga semua sulur roh menjadi layu. Bahkan tanaman bunga pemakan manusia juga ikutan layu. Perlahan-lahan, diikuti oleh semua jenis bunga kanibal lainnya. Sulur-sulur roh di hutan juga layu dengan cepat setelah akar induk roh kehilangan vitalitas.


Melihat hal ini, Xiu Jikai terkejut. Dan sepertinya ini bukan hal yang baik. Jika bunga melati dewa dilepas dari akar induk sulur roh, semua sulur di hutan ini akan mati. Tak terkecuali bunga kanibal yang menjaga hutan bagian dalam.


Mau tidak mau, Xiu Jikai kembali lagi ke ruang bawah tanah dan menceritakan apa yang terjadi.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Dampaknya begitu besar?" Xiu Jimei juga terkejut. Sudah lama sulur roh itu hidup dengan mengandalkan bunga melati dewa. Tak heran jika sulur-sulur roh lainya akan bergantung pada akar induk sulur roh.


Xiu Jimei melihat Ming Zise. Tidak mungkin kan membiarkan semua sulur roh di Hutan Alam Baka di layu dan kehilangan kemampuannya?


Ming Zise memikirkan sesuatu. Dengan begitu, harus ada pengganti bunga melati dewa.


"Wuming!" Ming Zise memanggil.


"Pergi ke Istana Langit dan minta semangkuk air suci spiritual pada pangeran agung Zishu," titahnya.


"Ya." Wuming segers pergi dengan Yamla berwujud ular putih di bahunya.


"Ming Ming, apa yang akan dilakukan dengan air suci itu?" tanya Xiu Jimei.


"Nanti kamu akan tahu." Ming Zise tersenyum penuh misteri.


Xiu Jikai diam-diam memutar bola matanya. "Tapi pangeran agung itu pasti enggan untuk memberikan semangkuk air suci spiritual. Air itu juga sangat berharga di Istana Langit."


"Tidak, dia pasti akan memberikannya setelah tahu itu permintaan ku," kata Ming Zise sangat yakin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Di Istana Langit.


Zishu sedang melakukan tugasnya seperti biasa. Dia ditemani oleh para pelayan yang sangat cantik, mengurus Istana Langit beserta pengikutnya.


Taman bunga terlihat enak dipandang. Zishu duduk di gazebo seraya menyesap tehnya. Ada beberapa gulungan surat laporan di atas meja. Dan ia sibuk lagi.


Kedatangan Wuming hampir mengejutkannya. Para pengawal Zishu langsung waspada dan menodongkan tombak spiritual padanya.


"Turunkan," kata Zishu datar.


Para pengawal itu mendengarkan perintah dan kembali ke sikap semula. Mereka sepertinya tahu jika Zishu mengenal pria bertopeng di depannya.


"Apakah kamu penjaga gelap tuan Ming?" tanya Zishu.


"Ya, namaku Wuming. Tuan memintaku datang untuk meminta sesuatu dari Pangeran Agung."


"Oh, tumben tuanmu meminta sesuatu dariku. Apa yang dia inginkan?" Zishu menyesap tehnya.


Semenjak ujian gabungan spiritual berakhir, dia tidak lagi memperhatikan Ming Zise di samping Xiu Jimei.


"Tuan meminta semangkuk air suci spiritual."


Poofff!! Zishu hampir saja menyemprotkan tehnya. Semangkuk air suci spiritual? Terlalu banyak? Apakah Ming Zise merampoknya?


Setelah batuk berulang kali akrena tersedak teh, Zishu mengelap mulutnya dengan sapu tangan sutera. Dia menatap Wuming dengan kebingungan, enggan sekaligus khawatir.


"Kenapa dia meminta air suci begitu banyak?"


Wuming menceritakan secara singkat apa yang terjadi dan akhirnya Zishu menghela napas. Ternyata ini masih ada hubungannya dengan Xiu Jimei. Dia tak bis menolaknya. Belum lagi jika Mye Shan datang untuk menuntutnya nanti, mungkin masalahnya lebih buruk lagi.


Xiu Jimei dan Xiu Jikai adalah keturunan keluarga Mye. Setidaknya masih ada darah keluarga Mye sebelumnya. Mye Ai—ibunya Fu Chan Yin atau neneknya di kembar saat ini, dulu membuat Alam Para Dewa gempar karena diam-diam mengubah takdir hidup Fu Chan Yin.


Sampai sekarang, keluarga Mye juga disegani meski tidak lagi mengikat Fu Chan Yin ke aula leluhur keluarga itu.

__ADS_1


"Baiklah, kamu tunggu sebentar." Zishu dengan enggan menyetujuinya.


__ADS_2