
Dewa Obat kembali sadar setelah terkejut setelah mendengarkan pertanyaan Ming Zise. Ia takut dan ingin marah karena kecerobohan Xiu Jimei. Jika gadis itu seorang alkemis sungguhan, dia mungkin sudah membunuhnya dengan seribu pedang di pikirannya.
"Oh, pil ini disebut dengan pil pertumbuhan. Kalian bisa menyebutkan dengan pil kebangkitan. Walaupun tidak berfungsi untuk membangkitkan orang mati, namun pil kebangkitan ini bisa membuat seseorang tumbuh lebih cepat. Belum lagi, bisa membuka jalur dantian dan meridian kultivasi dalam tubuh. Pokoknya pil ini sangat luar biasa." Dewa Obat sudah lama tidak menjumpai pil serupa. Walaupun bahan-bahan pembuatan pil roh tidak sama, namun fungsinya makan sama.
Dewa Obat juga bingung. Mungkin karena beberapa tanaman herbal Alam Para Dewa memiliki energi spiritual yang murni. Ditambah esensi delapan dewa-dewi serta air roh, menciptakan sebuah kekuatan baru.
Dia bahkan gak percaya jika pil seperti itu bisa dibuat oleh Xiu Jimei. Kegunaan pil kebangkitan aman untuk bayi yang baru akhir sampai yang tau sekalipun.
"Dengan pil ini, baru yang baru lahir saja bisa tumbuh besar dalam sekejap. Setidaknya bisa langsung tumbuh ke usia tiga sampai lima tahun. Tergantung situasi pada tubuh terkait." Dewa Obat menjelaskan lagi dengan nada tenang.
Pil ini tidak berguna bagi tubuh Dewa Obat. Ia sudah tua, apakah dia harus menambah kedutan di wajahnya lagi? Tapi setidaknya masih berfungsi untuk mengolah dantian.
Xiu Jimei tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Menurutku, pil tersebut tidak terlalu berguna selain membuat tubuh melewati banyak usia dalam sekejap.
"Jika benar seperti apa yang dikatakan, maka harus ada yang mencoba khasiatnya." Xiu Jimei mengelus dagunya.
"Siapa yang ingin kamu targetkan lagi?" Xiu Jikai mendengkus.
Xiu Jimei menatap Tuit Tuit di atas meja. Yang lainnya juga menoleh ke arah Tuit Tuit yang kini memegang sepotong kue kecil dengan cakarnya.
"..." Tuit Tuit merasakan firasat yang tidak menyenangkan.
Xiu Jimei tersenyum. "Jangan khawatir, tidak perlu repot memikirkan kelinci percobaan. Tuit Tuit sudah bisa menjadi kandidat terbaik saat ini."
"..." Aku? Kelinci percobaan?
Tuit Tuit ingin protes tapi dia jelas menginginkan pil tersebut. Ia memang berniat untuk menelan pil itu, tapi bukan menjadi kelinci percobaan!
__ADS_1
Setelah dibujuk oleh Xiu Jimei, Tuit Tuit akhirnya menelan pil kebangkitan. Awalnya tidak ada sesuatu yang terjadi. Tapi tiba-tiba saja burung itu berkicau nyaring seraya berguling-guling di atas meja.
Xiu Jimei memiliki hubungan kontraktual dengan Tuit Tuit sehingga bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Namun Ming Zise menggelengkan kepala. Artinya tidak akan ada sesuatu yang buruk terjadi. Bahkan Dewa Obat memperhatikan Tuit Tuit dengan saksama.
Tak lama setelah Tuit Tuit berteriak kesakitan, tiba-tiba saja setengah pingsan. Bulu-bulu jingga kemerahannya sedikit kusut. Tapi kemudian, cahaya keemasan menyelimutinya tubuh Tuit Tuit. Energi spiritual berputar di sekitar tubuh burung phoenix kecil tersebut hingga membuat Dewa Obat dan Ming Zise terkejut.
Mungkin hanya Xiu Jimei dan Xiu Jikai saja yang masih belum tahu kondisi sesungguhnya. Kedua saudara kembar itu saling melirik.
Tubuh Tuit Tuit melayang cukup tinggi. Cahaya keemasan yang menyelimuti burung itu semakin terang hingga mereka memejamkan mata. Barulah setelah cahaya keemasan itu memudar perlahan, mereka melihat jika Tuit Tuit sepertinya mengubah wujudnya menjadi manusia.
Setelah cahaya keemasan menghilang sepenuhnya, tubuh manusia Tuit Tuit perlahan menapak di lantai gazebo. Anak perempuan itu setidaknya terlihat berusia tiga atau empat tahun, rambut sebahu berwarna jingga kemerahan, iris matanya jingga cerah. Belum lagi, wajahnya terlihat imut.
Melihat perubahan Tuit Tuit dari seekor burung phoenix kecil menjadi manusia, mereka semua terdiam. Terutama Dewa Obat yang mulutnya hampir menganga. Apakah dia tidak salah lihat? Burung itu berubah menjadi manusia setelah meminum pil kebangkitan?!
"Ini ... Ini ... Ayam itu berubah menjadi manusia??" Dewa Obat hampir berdiri dengan kaki yang hampir kehilangan tenaganya.
Namun ekspresi marah yang ditunjukkannya justru terlihat menggemaskan di mata Dewa Obat.
Dewa Obat tahu Tuit Tuit adalah phoenix. Tapi siapa yang menyuruh nya terlihat seperti seekor anak ayam berjambul pada pandangan pertama?
Xiu Jimei tidak memedulikan kemarahan Tuit Tuit. Dia sendiri bahkan terkejut. "Kamu benar-benar menjadi manusia. Apakah kekuatanmu meningkat?"
Tuit Tuit menunjukkan ekspresi keluhan pada gadis itu. "Tuan, kamu jelas mengkontrak ku, tidakkah kamu tahu?"
"Aku hanya malas memeriksanya."
"..." Tuit Tuit tahu bahwa kemalasan tuannya sulit untuk dihilangkan.
__ADS_1
Tuit Tuit sendiri merasa tidak menyangka jika dirinya akan berubah menjadi manusia dalam waktu dekat. Menurutnya dengan basis kultivasi saat ini, masih belum bisa mengambil wujud manusia. Tapi siapa tahu bahwa pil kebangkitan langsung membuatnya meningkatkan banyak kultivasi serta berevolusi.
Dia sangat senang saat ini hingga akhirnya tersenyum pada Xiu Jimei dan berteriak. "Ibu!"
Xiu Jimei sedang makan kue kering dan hampir tersedak. Tuit Tuit memanggilnya ibu, membuatnya hampir tak bisa memproses kata-kata itu. Bahkan Ming Zise seketika berwajah hitam.
Dewa Obat tak bisa menahan diri untuk tertawa dan menggelengkan kepala. Tapi tawanya perlahan mengecil setelah merasakan hawa dingin dari orang di sampingnya. Ming Zise sepertinya tidak senang.
Tanpa diduga, Ming Zise menggerakkan jarinya dan menembakkan energi spiritual ke arah Tuit Tuit. Anak perempuan itu langsung terpental ke luar gazebo dengan wajah menghantam rumput.
Xiu Jimei terkejut. "Ming Ming, apa yang kamu lakukan? Bagaimana jika dia terluka?"
Ming Zise tersenyum dingin saat melihat Tuit Tuit bangun dan hendak marah. "Jangan khawatir, seekor phoenix telah merasakan panasnya api, tidak mungkin terluka hanya menyentuh rumput."
"..." Xiu Jimei tak bisa berkata-kata. Sepertinya itu benar juga.
Tuit Tuit ingin marah-marah tapi menahan diri. Melihat tatapan Ming Zise yang ingin memanggangnya hidup-hidup, Tuit Tuit masih kedinginan di tubuhnya.
Sial! Mantan dewa tertinggi itu jelas masih sama seperti dulu! Pikirnya tak terima.
Dewa Obat merasa jika sosok Tuit Tuit familiar. "Kamu ... Kamu sebenarnya dew—" Ucapannya terhenti saat Ming Zise menyegel salah satu titik meridiannya.
"..." Dewa Obat sepertinya tahu jika dia hampir saja keceplosan.
Bukankah sosok Tuit Tuit ini sedikit mirip dengan mantan Dewa Binatang di masa lalu? Benar! Ini dewa binatang di masa lalu.
Tuit Tuit tidak mengerti apa yang ingin diucapkan Dewa Obat. Dia langsung pergi ke ruang spiritual bawaan Xiu Jimei untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tubuhnya. Sementara itu, Xiu Jimei memiliki kencan dengan Ming Zise malam nanti.
__ADS_1
"...?!?!" Dewa Obat yang ditinggalkan sendirian akhirnya lupa untuk bernegosiasi demi pil kebangkitan.