Menikahi Mantan Dewa Tertinggi

Menikahi Mantan Dewa Tertinggi
Jiwa Raja yang Terbangun Kembali


__ADS_3

He Lang melihat Yan Yujie yang wajahnya pucat dan jatuh ke dalam dunia mimpi, perasaan ingin membunuh itu muncul. Saat ini, Yan Yujie jatuh ke dalam efek sihir putri tidur dan tentu saja tidak akan bangun selama beberapa waktu.


Tapi dia harus membunuhnya lebih cepat agar hal yang tidak diinginkan di masa depan tidak akan terjadi.


"Tentu saja untuk manusia ini, aku harus membunuhnya!" He Lang mengeluarkan sebuah belati hitam yang muncul di tangannya.


Belati hitam itu memiliki aura kegelapan dan haus darah yang sangat kuat. He Lang tidak tahu untuk menusuk Yan Yujie saat ini. Tapi sebelum belati menyentuh tubuh Yan Yujie, energi spiritual yang kuat langsung menyerang He Lang.


Raja hantu bertangan empat itu berusaha sekuat tenaga untuk berdiri teguh. Tapi tetap saja tak bisa menahan luka internal hingga akhirnya muntah darah.


"Raja!!" Mei Rong, Fan Li dan Mi Sai terkejut dengan kejadian tak terduga tersebut.


He Lang menyeka darah di bibirnya dan iris matanya semakin penuh dendam. Dia menatap Yan Yujie yang kini diselimuti oleh aura yang sangat kuat. Namun jelas ini bukan milik si kembar Xiu sama sekali.


Dia mencoba untuk menusuk jantung Yan Yujie untuk kesekian kalinya. Namun serangan balasan yang didapatnya juga terus berlipat ganda.


He Lang sangat marah hingga sengaja menggunakan energi spiritual untuk mencoba menghancurkan tubuhnya.


"Sampah! Kenapa kamu harus hidup untuk menggantikan ku! Posisi raja selamanya adalah milikku!" He Lang yang dibutakan oleh kekuasaan pun tak menyadari jika energi spiritual di tubuh Yan Yujie semakin kental.


Bola energi hitam di tangan He Lang langsung diarahkan ke tubuh Yan Yujie Mei Rong sedang kedua rekannya berwajah pucat saat ini dan diam-diam mundur ke luar gua. Mereka khawatir terkena dampaknya.


Terjadi ledakan di dalam gua dan ledakkannya tidak kecil. Bola energi hitam sama sekali tidak melukai Yan Yujie, justru mengenai penghalang misterius di sekitar tubuhnya.


Kali ini, He Lang terpental hingga menabrak dinding gua. Dia batuk darah untuk yang ke sekian kalinya.


Di alas batu, Yan Yujie yang awalnya jatuh ke dunia mimpi, kini membuka matanya tiba-tiba. Rambut hitamnya berubah merah dan iris matanya juga berubah. Tanda raja hantu sejati muncul di dahinya.


Ketika dia bangun dari atas batu yang kasar, tubuhnya mendeteksi bahaya.

__ADS_1


Di luar Mi Sai, Fan Li dan Mei Rong ketakutan setengah mati. Mereka melihat sosok Yan Yujie yang sama seperti hari itu.


Tanpa sadar, keduanya langsung berlutut di luar gua, penuh penghormatan. Keringat dingin menetes di dahi ketiganya.


He Lang tidak tahu jika ketiganya telah berkhianat saat ini. Dia melihat sosok Yan Yujie dengan penampilan berbeda, tubuhnya seketika menegang.


"Kamu ... Kamu— tidak mungkin! Bagaimana bisa seperti ini—" He Lang akhirnya bangun dan waspada dengan sosok Yan Yujie yang terlihat dingin dan penuh aura pembunuhan.


Yan Yujie yang melihat He Lang akhirnya menyeringai. "Raja Hantu? Apakah kamu layak disebut raja hantu dibandingkan diriku?" Dia meremehkannya.


Wajah He Lang pucat saat ini. Dia melihat Yan Yujie mengangkat tangannya kembali dan sebuah energi spiritual tak terlihat melesat dari telapak tangannya menuju ke arah He Lang.


He Lang segera menghindar meski terlambat. Setidaknya, dia masih bisa menyelamatkan nyawanya. Melihat bahunya berlubang, hatinya semakin dingin.


Sejak kapan jiwa raja hantu ini begitu kuat?


Yan Yujie yang terlahir seperti sosok baru itu berjalan perlahan ke rahang. Tanda sihir putri tidur di punggungnya juga memudar hingga akhirnya hilang tak berbekas. Dia menatap He Lang seperti sedang menatap semut kecil di antara semut merah.


He Lang tak bisa bergerak sama sekali. Tubuhnya kaku. Di mata jiwa raja hantu saat ini, dirinya bukanlah apa-apa. Lagi pula sejak awal, He Lang bukanlah raja hantu yang terpilih sehingga kekuatannya tidak akan bisa menyeimbangi Yan Yujie.


Semua ular hantu di gua tersebut sangat patuh dan menundukkan kepala seolah-olah menyembah raja mereka.


Yan Yujie meraih leher He Lang dan mengangkatnya ke udara. Cengkeraman nya semakin meningkat hingga He Lang hampir tak bisa mempertahankan napas terakhirnya.


Tapi sebelum He Lang mati karena kehabisan napas, sosok wanita bergaun merah jambu muncul dan menghentikan aksinya. Kemunculannya sangat tidak terduga dan menatap Yan Yujie dengan ketidaksenangan.


"Membunuhnya bukanlah urusanmu! Apakah alami mendapatkan izinku untuk membunuh nya?!"


Cengkeraman tangan Yan Yujie terlepas dan dia mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan tiba-tiba Ning Siyu.

__ADS_1


He Lang yang terselamatkan tak menyangka jika Ning Siyu akan datang saat ini. Dia hanya bisa bergantung padanya untuk sementara waktu.


Yan Yujie sepertinya tidak terlalu terpengaruh oleh kehadiran Ning Siyu. "Sejak kapan para dewa-dewi bercampur dengan urusan dunia lain? Kualitas dewa-dewi menurun?" ejeknya seraya menyeringai. Dia tidak takut dengannya.


Ning Siyu tidak berbelas kasihan padanya dan secara alami langsung menyerangnya dengan kekuatan dewa.


"Kamu tidak layak untuk tahu. Dan kamulah yang seharusnya mati!"


Ning Siyu tak bisa membiarkan He Lang mati saat ini. Bagaimana pun juga, He Lang adalah orang yang tepat untuk membantunya berurusan dengan Dunia Langit. Terutama untuk berurusan dengan Xiu Jimei.


Sebagai seorang dewi, dia harus membiarkan dirinya bersih. Walaupun Dewa Kegelapan bisa membantunya, namun belum tentu hasilnya sesuai seperti yang diinginkannya.


Tapi lagi-lagi seseorang datang dan mematahkan kekuatan Ning Siyu yang hendak menyakiti Yan Yujie. Energi spiritual dewa lainnya langsung menyerangnya. Wanita itu terpental ke sisi lain dan muntah darah.


"Siapa yang berani menyerang ku?!" teriaknya sangat marah.


"Bahkan Dewi Kecantikan begitu bebas untuk datang ke tempat kotor ini. Sepertinya Alam Para Dewa sangat longgar dengan penghuninya!" Suara dingin itu membuat Ning Siyu langsung mengubah ekspresi wajahnya.


Sosok pria berjubah brokat putih dan bedurai putih keperakan jatuh ke mata Ning Siyu. Sosok itu berdiri tegak di bibir gua dan menatapnya tanpa belas kasihan sedikit pun.


"Ning Siyu, sepertinya peringatanku dianggap angin olehmu," ujarnya seraya tersenyum. Tapi senyum ini tidak bersahabat sama sekali.


Bulu mata Ning Siyu sedikit bergetar. "Ming ... Ming Zise," gumamnya.


Ming Zise tahu dirinya ada di sini? Sejak kapan pria itu mengetahuinya?


Ming Zise datang ke sini secara alami untuk mengetahuinya sendiri. Dia menyadari jika segel alam bawah sadar tentang jiwa raja hantu di tubuh Yan Yujie pecah. Dan dia mengira jika Yan Yujie mengambil penampilan raja hantunya lagi saat ini.


Dan itu benar. Tapi dia tidak menyangka akan mendapati Ning Siyu di sini dan membantu He Lang untuk kejahatannya.

__ADS_1


Tanpa menunggu Ning Siyu menjelaskan, beberapa rantai spiritual muncul dan membelenggu kedua tangan dan serta leher Ning Siyu seperti tahanan.


__ADS_2